btw, hilangnya warna-warna ini hasil dari minimalism, pencitraan merek, dan pengaruh pinterest terhadap selera.
di bawah ini adalah grafik dari studi di inggris yang memetakan saturasi piksel pada foto-fito dari tahun 1900an sampai 2020an.
grafik menunjukkan apa yang mungkin dirasakan oleh beberapa orang di antara kita; dunia kehilangan warnanya.
penurunan saturasi warna secara massal ini bukan cuma bersifat visual, tapi juga mencerminkan suasana hati masyarakat.
sebab terlalu banyak rangsangan dari layar dan notifikasi, banyak dari kita pengen lihat warna yang lebih tenang, kalem, dan ga terlalu agresif.
selain itu, di era visibilitas kritik yang berlebihan, berbaur terasa kayak cara bertahan hidup.
gerakan ramah lingkungan yang bikin kita menyenangi warna alami karna terasa berkelanjutan juga berpengaruh, padahal segalanya ga berubah kecuali warna yang kita pilih.
terakhir, ketidakpastian ekonomi juga turut bikin warna-warna hilang, sesuatu yang memiliki warna mencolok cenderung lebih singkat masa pakainya, akhirnya kita pilih warna yang netral supaya lebih aman.
ironisnya, pencarian akan ketenangan dan minimalisme justru berubah jadi lingkungan yang steril tanpa karakter.
sumber lain yang bisa dibaca:
https://t.co/oFRfZ90rQD
https://t.co/749hgUD2z4
https://t.co/N8yYMLAjDj
JUST IN: KORBAN KEEMPAT LATSARMIL KDMP 🚨🚨
Satu lagi peserta Latsarmil KDMP dilaporkan meninggal dunia. Korban atas nama Alm. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta dari Satdik 13 Yon Parako 465, Lanud Halim Perdanakusuma.
Almarhum merupakan alumni Program Studi Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat.
Dengan terus bertambahnya korban jiwa, sudah sepatutnya kegiatan Latsarmil KDMP dievaluasi secara menyeluruh. Hentikan dan lakukan audit independen terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan tugas maupun kepengurusan koperasi!
JUST IN: 🇺🇸 Foreigners in the U.S. for the World Cup have refused mandatory tips at bars and restaurants.
"Don't bully us for tips, pay your workers better!"
Dear @UNICEF,
Indonesian children should never be used to advance any political agenda or government campaign. Indonesia's Child Protection Law emphasizes that every child has the right to be protected from exploitation, violence, discrimination, and any activity that may jeopardize their best interests. Involving elementary school children in public rallies, asking them to carry campaign-style signs or chant political slogans raises serious concerns about whether their rights are being respected.
Children can’t meaningfully consent to political participation. Schools should remain safe spaces for learning—not places where students are mobilized to endorse government policies.
We urge independent monitoring to ensure that children's rights are fully protected and that no child is used as a tool for political messaging.
Prabowo : Catat Rekam Kalau PRABOWO SUBIANTO Jadi Presiden Indonesia
Kesehatan Gratis
Subsidi Listrik
Subsidi BBM
Sekolah Gratis
MBG
Angkutan kota kota besar kita kasih subsidi 100%
Sebanyak itu Yang Realisasi Cuma MBG
karna cuan besar & menguntungkan rekan sejawat 😂🫵