@KangManto123 beda ya guys swasembada pangan dan beras, kita kayaknya baru beras tapi yg di gembor"in pemerintah seakan kaya pangan, padahal pangan tuh item nya banyak
kalo menurut aku ni yaa...
aku setuju bahwa amanat konstitusi adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Tapi menurut ku, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak bisa direduksi hanya menjadi pemberian makan bergizi. Nutrisi memang penting sebagai prasyarat belajar, tetapi kecerdasan lahir dari pendidikan yang berkualitas: guru yang sejahtera, sekolah yang layak, akses pendidikan yang merata, dan kebebasan berpikir. Tanpa itu, program makan bergizi saja tidak cukup untuk memenuhi amanat konstitusi.
Begitu juga dengan pengentasan kemiskinan. Negara tidak cukup hanya memberikan bantuan atau program konsumtif. Cara paling berkelanjutan mengurangi kemiskinan adalah menciptakan lapangan kerja yang produktif, meningkatkan kualitas SDM, mendorong investasi yang sehat, dan memastikan hasil pembangunan dinikmati masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu. Bantuan sosial boleh menjadi jaring pengaman, tetapi tidak boleh menjadi strategi utama pembangunan.
Makan bergizi adalah instrumen, bukan tujuan. Tujuan konstitusi adalah mencerdaskan bangsa dan menyejahterakan rakyat. Kalau kualitas pendidikan tetap rendah, guru masih bergaji minim, angka putus sekolah tinggi, dan lapangan kerja berkualitas tidak tersedia, maka amanat konstitusi tidak akan terpenuhi meskipun program makan bergizi berjalan. ehehehe
-nonanara-