Yth, teman-temanku para Suami.
Lambat laun, aku paham, ada bahasa yang tak diajarkan di sekolah kedokteran. Bahasa yang tak punya kamus, bahasa tak bisa dicari di Google, tapi nyata dan penting:
Bahasa mata seorang istri.
Iya betul, memang lebih mudah kalau semua keinginan diucapkan. Tapi bahasa mata tak butuh kata. Cukup tatapan.
Tatapan lapar yg bukan soal makanan.
Tatapan lelah yg bukan soal fisik.
Tatapan kecewa yg butuh dipeluk, bukan diceramahi.
Tatapan ingin bicara, meski bibirnya tertutup rapat.
Kita bukan Paranormal, kita bukan Cenayang.
Tapi Kalau diniatkan, bisa kok.
Seperti belajar bahasa baru.
Awalnya canggung, kadang salah paham,
tapi makin lama kita akan afal.
Dan saat kita bisa menerjemahkan sinyal itu dengan benar, istri akan merasa dimengerti tanpa perlu menjelaskan. Dan itu, LUAR BIASA artinya bagi Kekasih kita masing-masing.
Peka itu kemauan.
Peka itu Keinginan.
Peka itu bukan lemah.
Peka hanya bagian dari tanggung jawab kita sebagai suami.
Kalau kita bisa pahami bahasa mata istri, kita tak perlu banyak berdebat. Tak akan pernah perlu saling menyakiti lewat kata.
Tugas kita sebagai imam justru jadi lebih mudah, karena kita tahu kapan harus tegas, kapan hanya cukup mendengarkan.
Memang susah di awal. Tapi tentram ke depannya.
Dan untuk rumah tangga, ketentraman itu sungguh tak ternilai harganya.
Flashee Binder Kulit Polos Eksklusif A5 20 Ring Buku Agenda Levi A5 Organizer Kulit Sintetis Cover Paper Stationery Multifungsi https://t.co/zPSI9CfgbP
Kalo penyakit yg paling sering bawa org ke dokter adalah common cold/batuk pilek.
Hari ini saya mau bahas penyakit paling sering kedua
LBP (Low Back Pain) atau nyeri punggung/boyok
Banyak di usia muda, lansia apalagi!dan apa benar bisa bikin lumpuh?
- Thread Penting -
Turonggo Mayit
Bag 1 - Pementasan Alas demit
- A Thread -
Di kegelapan malam , aku terdiam dengan kuda lumping dan cemeti di tangan.
Sekumpulan makhluk itu bergentayangan menatapku dari segala penjuru seolah memaksaku untuk menghibur mereka.
@bagihorror@IDN_Horor#bacahorror
Kepala Rara hanya mengangguk, dengan wajah semakin pucat, masuk ke dalam pelukan perempuan yang sekarang sedang tersenyum sangat menakutkan menyerupai Mimin Ibunya, terus mengelus rambut Rara bukan untuk pertanda kasih sayang, namun sebaliknya.
“Coba kamu ingat saat kita bertemu ayahmu di atas bukit ini.. apa yang ia katakan saat aku meledek kekuatanya bila tanpa kekuatan keris ragasukma”
Aku merenung dan ingatan itu memang sangat jelas teringat di pikiranku.
Dwi Rini Susanti, perempuan terkuat yang pernah aku tau, perempuan tersabar dan pahlwan, bahkan aku sering menyebutnya malaikat. Entah hatinya terbuat dari apa, bisa bertahan dan sekuat sampai hari ini dan kondisi seperti ini.
Seketika itu juga seluruh ingatan Eyang Suratmi akan mantra itu segera merasukiku dan segera kurapalkan untuk menghadang makhluk-makhluk ini mendekati desa.
SUKMA GENI
Part 1
Sebuah cerita pendek yg banyak ditanyakan oleh pembaca timeline #jagadsegorodemit mengenai perjalanan Bimo Sambara bersama nyai suratmi untuk mencari keberadaan Widarpa.
Sebuah wabah aneh menyerang desa yang mencelakai ayah dari orang yang penting bagi Bimo