@Dahnilanzar Siapa yang dimaksud postingan ini bang? Kalo ferry irwandi yg dimaksud, di postingan terakhir dia sudah mengucapkan terima kasih atas bantuan TNI dan Polri. Jangan memancing keributan dengan postingan yang tidak perlu.
@Dahnilanzar Tanyakan ini ke @prabowo ....
Masa negara takut merasa tersaingi oleh warga nya yg turut membantu scr spontanitas hingga sampai keluar dr muncung mu kata kata,.. " Seolah paling berjasa "..
Kimak kao..
Pak Wamen yth, mohon jangan seakan sumbangan masyarakat setara dengan “sumbangan” pemerintah.
Bantuan pemerintah itu bukan sumbangan tapi pendistribusian uang rakyat, sementara sumbangan rakyat dari kantong mereka.
Kata-kata yg bermakna bhw sumbangan masyarakat sipil tdk akan sampai jika tidak “dibantu” oleh pemerintah sangat tidak tepat krn itulah kewajiban pemerintah dan sekali lagi semua operasi tsb adalah milik rakyat !!!
Jangan sekali-sekali ada dalam pikiran bhw rakyat berbeda dg pemerintah.
Mereka yang selama rezim Jokowi dituding sebagai kelompok radikal, justru terdepan dalam misi kemanusiaan.
Sementara relawan dan pendukung Jokowi hanya sibuk Bancakan APBN dan uang hasil hutang luar negeri.
Opini dr Tifa
Banjir Aceh & Sumatera:
Perspektif Kesehatan Masyarakat
Bismillahirrahmanirrahiim
1.
Banjir ini bukan hanya persoalan curah hujan ekstrem. Dari perspektif epidemiologi perilaku, ini adalah kombinasi kerusakan ekologi, tata ruang yang lemah, dan kesiapsiagaan masyarakat yang belum terbangun. Yang terdampak bukan cuma rumah, retapi rasa aman, identitas, dan harapan.
2.
Perubahan tutupan lahan (hutan → sawit), pemukiman di zona rawan, lemahnya sistem peringatan dini, dan respons yang lebih reaktif dari preventif adalah faktor berulang. Air tidak datang “tiba-tiba”. Yang tiba-tiba adalah kesadaran kita.
3.
Risiko kesehatan tidak selesai ketika air surut. Justru saat itu penyakit mulai meningkat: diare, infeksi kulit, leptospirosis, infeksi saluran napas–ditambah trauma psikologis yang kerap tak terlihat, terutama pada anak-anak.
4.
Solusi harus multi-level: pemerintah memperkuat early warning system, audit tata ruang, dan memastikan konsesi lahan tidak merusak daya serap alam. Ini bukan soal teknis semata, tapi soal keberpihakan pada keselamatan warga.
5.
Komunitas bisa membangun peta risiko lokal, jalur evakuasi, dan simulasi kebencanaan rutin seperti Jepang lakukan. Sekolah juga bisa menjadi pusat literasi mitigasi, bukan sekadar tempat distribusi bantuan.
6.
Layanan kesehatan harus fokus pada dua hal: penyakit pasca-banjir dan kesehatan mental korban.
Trauma yang tidak dirawat berubah menjadi luka sosial jangka panjang.
7.
Bencana tidak boleh dinormalisasi. Kalimat “memang tiap tahun begini” adalah tanda bahaya bahwa kita mulai menerima sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah. Kita bisa memilih jalan berbeda: dari menjadi korban, menjadi masyarakat yang siap, sadar risiko, dan lebih kuat menghadapi yang akan datang.
Solidaritas itu perlu.
Tapi kesadaran, itu yang mengubah masa depan.
Jika tulisan ini bermanfaat, silakan share.
Kesadaran publik adalah bagian dari mitigasi.
Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashiir.
Laa hawla wala quwwata ilabillahil 'alliyil adziim.
Salam Takzim
dr. Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Mualem , air matamu yang jatuh itu adalah bahasa yang jauh lebih jujur daripada ribuan pidato protokoler.
Tetap kuat, Mualem. Air matamu telah mewakili duka seluruh rakyat Aceh, dan semoga menjadi ketukan pintu langit agar pertolongan Allah
dan perhatian negara
segera turun dengan deras.
Mualem tidak perlu minta maaf. Ada pejabat lain yg harusnya minta maaf, dan segera menetapkan status Bencana Nasional. Tangisan Mualem adalah bentuk kesedihan, kekecewaan sekaligus kepasrahan pada Yang Maha Kuasa. Tetap kuat Mualem!
SUBHANALLAH ..
Aceh , Bener Meriah
tanggal 26/11/25
Baru diupload karena baru dapat listrik dan sinyal.
Subhanallah sebeginilah mengerikannya Air Bah melanda didataran tinggi Bener Meriah,Aceh .
Bisa kita bayangkan yang terlihat sekarang keadaan jalan, sungai, jembatan sebegitu hancur
Kok bisa bocor sih videonya?
Jokowi yang diwawancarai CNA di Bloomberg Economy Forum ternyata settingan di ruang khusus Pidatonya pakai AI.
#ReformasiPolriCumaKosmetik
Kebetulan atau disengaja untuk menghindari persidangan Class Law Suit (CLS) di PN Surakarta?
.
Dapat dibayangkan betapa kuatnya Oligarki yg menjelma jadi Kartel & Mafia Tanah itu.
Sekelas Pengusaha Besar, Elit Parpol Besar, Mantan Wapres, masih bisa “dikerjai” macam ini, apalagi rakyat biasa.
Sptnya Gerombolan Solo hanya bisa ditumpas jika seluruh rakyat jadi Gerilyawan.
@geloraco Saya gak percaya parcok.. Begitu bengisnya mereka.
Kasus KM 50
Kasus Sambo
Kasus jesica
Kasus Vina
Kasus silvester
Apalagi menyangkut ijazah mulyono.. Parcok pasti pasang badan karena pimpinannya masih 1 geng