Misteri logistik terbesar abad ini: Kenapa Nyoman Nuarta repot-repot bikin patung GWK 122 meter di Bandung, terus kepingannya diangkut pakai ratusan truk nyebrang laut ke Bali? Kenapa gak bikin workshop langsung di Bali aja?
Ternyata ini taktik teknik dan budaya yang jenius mampus:
1. Faktor Kandang: Studio raksasa, teknologi peleburan logam, dan ratusan pekerja ahli Nyoman Nuarta itu basisnya di NuArt Sculpture Park, Bandung. Mindahin seluruh infrastruktur pabrik seni ini ke Bali biayanya jauh lebih boros dibanding sewa ratusan truk kontainer.
2. Uap Garam & Korosi: Bukit Ungasan itu dekat laut selatan Bali. Udara asinnya tinggi banget. Kalau lembaran tembaga mentah diproduksi di sana selama bertahun-tahun, logamnya bisa korosi dan teroksidasi duluan sebelum patungnya kelar dirakit. Bandung yang adem jauh lebih aman buat presisi logam.
3. Rantai Pasok Industri: Pasokan baja, gas argon buat ngelas, dan suku cadang mesin berat itu pusatnya di Jawa. Kalau ada alat rusak di Bali, nunggu kiriman dari Jawa malah bikin proyek makin mangkrak lama.
4. Menjaga Kesucian Adat: Proses ngelebur logam itu bising, kotor, dan berasap. Biar gak ngerusak ketenangan spiritual Bali, Nyoman Nuarta milih Bali cuma terima kepingan "puzzle" bersih siap rakit, tanpa perlu ada polusi industri di tanah suci Ungasan.
Melihat berbagai kontroversi match Mesir vs Argentina semalam, sepertinya ada hal yang perlu diangkat.
Yaitu sistem challenge harus diangkat untuk menutupi loophole dari kinerja wasit VAR.
Untuk menutupi kesalahan wasit VAR yang tidak memberikan call ke wasit utama, maka challenge ini penting.
Dengan adanya challenge, pemain/tim yang dirugikan bisa langsung meminta challenge ke wasit utama untuk melihat VAR semisal wasit VAR tidak membeli call.
Tiap tim bisa dikasih kesempatan 2 challenge tiap pertandingan. Kalo gagal jumlah challengenya berkurang, kalo benar tetap.
Sehingga loophole wasit VAR yang tidak memberikan call bisa tertutupi oleh challenge dari pemain/tim yang dirugikan.
Karena sangat disayangkan sudah ada alat seperti VAR tapi masih banyak insiden yang lewat dari VAR, entah karena terlewat dari pengamatan wasit VAR atau memang tidak kompeten.
@scarypenny@ruangtaktik@rianandrianargo Kemungkinan Wasit VAR sudah cek, karena soft foul jadi wasit VAR tdk merekomendasikan wasit utama buat lanjut cek tayangan ulang VAR.
@ruangtaktik@rianandrianargo Mungkin kalo serangan Mesir tidak jadi Gol ya Gak akan di Cek VAR. Karena gol dan di fase build up nya ada dugaan pelanggaran maka VAR ngecek
@merseybois_@Bali_Football Di Daerah Klub2 Pembinaan sudah banyak sekali, kompetisi kelompok Usia tidak resmi juga banyak. Cuma emang PBVSI nya Kacrut, gak di pusat gak di daerah.
@Ichavarma_ Kabarnya Tim Lawyer Oasis sudah mau melayangkan Gugatan, setelah berkomunikasi dengan aldi langsung mereka mengurungkan niatnya karena kata aldi "Semua Galagher milik Allah"
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx