Putusan MK membuat partai2 politik mikir sejuta kali jika berkoalisi dengan PSI, apalagi kalau sampai ada Jokowi nya.
Dunia sudah berputar, masa sudah berganti, para keledai poltik tak mungkin akan mau kejeblos kedalam lobang sampai kedua kali.
Jokowi, Gibran dan keluarganya sudah berkali-kali diingatkan bahwa kerusakan yg mereka lakukan terhadap negara ini sudah melampaui batas. Kali ini rakyat bergerak dengan kemarahan bak tsunami.
Jika Jokowi Gibran merasa akan terlindungi dengan sesumbar para termul yg akan menjaga mereka, itu hanyalah omong kosong sampah, jumlah mereka sangat sedikit.
Begitu mereka melihat gelombang rakyat bergerak, percayalah, mereka akan jadi yg pertama lari tunggang langgang karena gemetar.
Bahkan boleh jadi mereka sudah mengamankan harta benda sejak tanggal 6 Oktober pasca putusan MK kemarin. Mereka tau persis bahwa kondisi ini bagi mereka sangat mencekam!.
@DokterTifa Perpolitikan di Indonesia tidak sehat, apalagi yg menjadi pelakunya ada mmg didalamnya orang2 pintar tp tidak berintgritas, ada kecurangan diam krn cuan, takutnya kalo pak Anies masuk, orang2 yg punya rencana busuk sdh mempersiapkan umpan nya
TERUNTUK ORANG KALIMANTAN
Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.
Arus... arus... arus.
Dulu waktu Kalimantan disebut tempat jin buang anak, kalian ngamuk. Sekarang hutan dibakar, udara dicemari, para panglima diam. Sudah kenyang jual nama Dayak di tingkat nasional? Idealismenya melemah setelah dapat nama?
Di mana Si Jilah? Di mana pasukan TBBR?
Apa sudah disogok lalu bungkam? Mana ormas TBBR? Harusnya garda terdepan jaga hutan. Diam. Tapi tolak Ustadz Abdul Somad, maju paling depan.
Di mana Petrus? Sudah kenyang dari pundi-pundi jual nama Dayak dengan Sabang Merah? Di mana ormas Sabang Merah? Teriak saat rekan ditangkap, bungkam saat hutan terbakar dan udara rusak. Berpihak ke rakyat atau ke korporasi?
Di mana Pajaji? Tajinya hilang setelah ditempeleng? Sekarang diam.
Buat ketiga panglima itu saran awak, cepat sadar. Jangan jual nama Dayak, suku, dan adat demi kekayaan kalian. Keluar dari sangkar. Jangan cuma mengeram telur. Kalau sudah takut, lebih baik turun.
Keluar. Kerahkan anggota. Jaga hutan. Jaga tanah adat. Lestarikan budaya. Jangan cuma jual nama Dayak demi keuntungan panglima.
Panglima kaya, kalian miskin. Itu yang terjadi.
Panglima bungkam tidak layak disebut panglima.
Mahatma Gandhi berkata: Bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tetapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan segelintir orang.
Nelson Mandela menulis: Keberanian bukan ketiadaan rasa takut, melainkan kemenangan atasnya.
Edmund Burke: Agar kejahatan menang, cukup orang baik tidak berbuat apa-apa.
Yang diam saat hutan terbakar bukan netral. Yang diam sedang memilih pihak.
BPS GILA njirrrr
ibu ini dia tercatat punya aset 1 miliar
dan masuk kategori desil 5
padahal dia tinggal di kontrakan 3x3 meter seharga rp20.000 per hari di rw 04 kampung bali
karena masuk desil 5, keluarganya tidak pernah dapat bansos sama sekali, meski ktp dki
eva bilang: “bingung banget saya, kalau punya duit segitu mah saya enggak di sini”
kondisi eva
ibu tunggal dengan satu anak kelas 4 sd
suaminya meninggal satu tahun lalu, lalu dia pindah ke kontrakan itu
kontrakannya berdinding triplek dan di bantaran anak kali krukut
anaknya tidak dapat pkh, bpnt, atau kjp
dia jualan makanan dan minuman pakai gerobak dorong di sekitar pasar tanah abang
penghasilannya dari selisih harga jual barang dari pemasok
dulu untung sampai rp100.000, sekarang rp30.000 sampai rp40.000, paling banyak rp50.000
uang habis untuk makan dan sekolah anak
anak bungsunya sering ikut jualan sepulang sekolah
Demi apa pun, kejadian ini bikin aku trauma naik GrabCar, apalagi di Jakarta 😭
Waktu itu aku dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta habis nganter cowokku yang mau balik ke Tangerang. Aku pesan Grab dan dapat driver ini.
1. Pas pertama pesan, aku chat dulu buat memastikan bapaknya benar-benar bisa jemput di lokasi itu atau nggak. Dia jawab bisa, jadi aku tunggu. Cowokku juga ikut nunggu sampai drivernya agak dekat.
2. Begitu driver sudah dekat, cowokku naik lagi dan aku jalan ke titik penjemputan. Dari awal dia datang, feeling-ku udah nggak enak. Dia langsung buka jendela depan dan nanya, “Diyah ya?” Aku jawab, “Iya, Pak,” lalu langsung masuk mobil.
3. Baru banget aku naik dan menutup pintu, mobilnya langsung jalan dengan kencang banget. Tiba-tiba dia langsung menarik HP yang sedang aku pegang. Aku kaget dan langsung nge-freeze.
4. Setelah mengambil HP-ku, dia baru bilang, “Kak, pinjam HP-nya buat lihat harga di aplikasi, karena ini punya bapak saya.” Aku nggak berani marah atau melawan karena dia ngebut banget, sementara tujuan kami masih jauh.
5. Kebetulan saat itu paket internet di HP-ku juga habis. Parahnya lagi, dia sampai rela mengaktifkan hotspot untuk HP-ku, lalu tiba-tiba membatalkan pesanan Grab yang aku pesan lewat aplikasi, padahal aku sudah bayar. Aku cuma bisa duduk di belakang sambil melihat dia membatalkan pesanan dan terus mikir, nanti aku harus gimana?
6. Setelah itu, dia mengembalikan HP-ku dan bilang kalau naik Grab dari bandara, biaya tol, parkir, dan lain-lain ditanggung di luar aplikasi. Aku tahu kalau tol memang bisa di luar aplikasi, tapi aku cuma bisa menahan diri dan diam karena takut kalau melawan, dia malah nekat.
7. Setelah melewati dua gerbang tol, dia tiba-tiba bilang kalau tol pertama harganya Rp90 ribu dan tol kedua Rp35 ribu. Padahal aku jelas-jelas melihat tarif tol terakhir cuma Rp15 ribu. Di situ aku makin yakin kalau ada yang nggak beres sama driver ini.
@blue_berets7 Kalo kita msh diam melihat hal ini terus dan terus... Fix mental kita msh dijajah, takut bersuara takut bertindak sebagai manusia/ warga yg merdeka... Kita lalui aja sampai akhir kiamat nanti, Allah pun gak akan merubah nasib suatu kaum/ masyarakat yg cuma hanya diam...
@DokterTifa Lain dimulut lain dihati, setan aja angkat topi dg orang ini, Allah sdh kasih kesempatan jd pemimpin negri ini eh disalah gunakan bkn nya memperbaiki , malah merusak yg sdh baik... Saya akan lawan he he he...
TERKOYAK?
Terkoyak bagaimana selama ini kesana kemari keliling-keliling Indonesia urusan PSI.
sepertinya happy-happy saja kok.
Kalau memang terkoyak-koyak ya ayo datang ke PN Jakarta Timur untuk saya cross examination dengan 2 pertanyaan yang biasa-biasa saja:
1. Sejak tahun berapa tidak pakai kumis
2. Sejak kapan tidak pakai kacamata
Saya cuma mau tanya itu saja kok.
Beneran.
2000 pertanyaan lain tentang 709 dokumen: KRS, KHS, Bukti Bayar SPP, Kartu Mahasiswa, Mata Kuliah, Dosen dll dsb sudah saya bagi-bagi ke Advokat saya.
Sudah dua kali sidang dua kali kami tanyakan ke Hakim kapan Jokowi hadir.
Kata JPU: Hak kami sesuai KUHAP untuk menentukan siapa saksi yang hadir.
Nah berarti yang bikin hati pak Jokowi terkoyak-koyak adalah JPU dong.
----
Hati Jokowi Terkoyak Hadapi Kasus Ijazah Tak Berkesudahan, Pengacara: Beliau Sudah Pensiun, Ingin Beri Jarak Urusan Politik https://t.co/q0a4NbMJx3
The real musuh dalam selimut!
Nggak nyangka banget, pelanggan yang udah langganan dan dianggap baik selama 2 tahun ternyata diam-diam sering mencuri barang di toko.
Siapa sih org ini. Keren kali ya menurut dirinya sendiri mah. Sdg bicara sistem, malah nanya "Emang ada yg lbh bagus dr Gibran". 😄😄
Hrsnya, nanya balik aja ke dia, " Emang bagusnya Gibran apa sih?". 😄😄
Modal kok cuma ngotot dan teriak. Gak malu sama anak isteri di rumah 😄
Ketika Pemalak Salah Pilih Lawan 😳
Video ini menjadi pengingat bahwa aksi pemalakan di jalan bukan hal yang bisa dianggap sepele. Dalam video terlihat seorang sopir truk menghadapi orang yang diduga melakukan pemalakan.
Yang menarik, sang sopir justru berani melawan dan tidak begitu saja menyerahkan uang.
Pesannya jelas: jangan membiasakan praktik pemalakan di jalan. Jika memang ada pungutan yang tidak sah, masyarakat berhak menolak dan melaporkannya melalui jalur yang tepat. Viral boleh, tapi penyelesaian tetap harus berdasarkan hukum.