Saya punya jawaban 'rumit' dari ahli tasawuf. Saya beri tanda petik karena memang rumit, ya.
Seseorang menengadahkan tangan, memohon rezeki yang berlimpah-ruah, lebih banyak, dan lebih banyak lagi.
Banyak yang mengira bahwa itu kekhusyukan. Namanya juga berdoa menengadah tangan.
Ibnu 'Atha'illah as-Sakandari (w. 709 H), dalam Al-Hikam, menyebut tangan itu sedang "menuduh Tuhan".
Hikmah ke-21: طَلَبُكَ مِنْهُ اتْهَامٌ لَهُ. Permintaanmu kepada-Nya adalah tuduhan terhadap-Nya.
Kok, bisa menuduh?
Ibnu Abbad ar-Rundi (w. 792 H), pensyarah utama Al-Hikam dari Andalusia, membedahnya seperti ini: jika engkau meminta dengan rakus karena diam-diam takut Dia lupa pada kebutuhanmu, maka di situ tersimpan kecurigaan pada Tuhan.
Makanya, engkau sebenarnya sedang melayani hawa nafsumu, bukan Tuhanmu.
Jadi, kalimat "secukupnya atau seserakah mungkin" itu sudah gak tepat. Karena yang ditimbang itu bukan kuantitasnya, melainkan "keuntungan" yang jadi tujuan di balik tadah tangan itu.
Hhe~
Lalu apa yang pantas diminta?
Hikmah ke-75 mengatakan: خَيْرُ مَا تَطْلُبُهُ مِنْهُ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ. Sebaik-baik yang kau minta dari-Nya adalah apa yang Dia minta darimu. Bukan limpahan materi, lho, melainkan keteguhan di jalan penghambaan.
Imam al-Junayd al-Baghdadi (w. 297 H) memberi contoh dalam doanya sendiri: jadikan permintaanku permintaan atas hal yang Engkau cintai, Tuhan, dan jangan jadikan aku peminta porsi keuntungan pribadi.
Hhe~
When you’re approaching a woman or on a date, Don’t talk to women about politics, wisdom, science, power, business, or the meaning of life.
Dear son, Learn the game.
@WidasSatyo sebenernya gak tenang, tp masalah sehari-hari beneran lagi bikin pusing sampe sakit kepala. udah gak ada energi buat ngurusin negara. kebanyakan udah hopeless, cuma bisa mikir gimana cara bertahan hidup tiap harinya.