Kalau enggak setuju sama budaya valentine, setidaknya enggak perlu menyebarkan kebencian kepada orang-orang yang lagi menikmati hari kasih sayang. Masing-masing aja. Duduk manis. Santai sejenak. Biarkan orang lain bahagia
Anehnya, kau sekeras kepala itu; tidak peduli seberapa banyak senyum menyapa, tetap saja menanti hati yang tak tahu arah kembali
.
Mereka bilang kau bodoh. Kau bilang kau kuat pendirian
Serius nanya. Kau pikir, memakai kata “serius nanya” akan membuatmu terlihat serius? Kau salah besar. Lihat mereka yang serius di dunia nyata, berkorban mati-matian tanpa pernah bertanya. Mereka saja tidak ditanggapi secara serius. Apalagi “serius nanya” milikmu itu. Remeh
Orang-orang yang mengaku sebagai penikmat senja, dengan orang-orang yang mengaku sebagai pembenci penikmat senja, sama-sama korban tren. Matahari ada dari sebelum kita lahir, hingga setelah kita mati. Medsos saja yang berlebihan
Sampai kapan pun, saya takkan pernah bisa menggantikan posisi Bapak di hati dia. Bapak tetap lelaki pertamanya, panutan yang membuatnya bisa sekuat sekarang. Tapi, izinkan saya untuk turut serta menemaninya melewati suka dan duka.
.
Pak, menjaga putrimu kini menjadi tugas saya
Terima kasih banyak untuk Kawan-kawan semua yang sudah mengiringi perjalanan kami. Juga mohon maaf yang sebesarnya atas keterbatasan undangan. Rencananya, kami akan menikah tanggal 14 Juli 2019, tepat di hari ulang tahun Ibu saya. Mohon doa dan restunya
.
https://t.co/LG7yfx75pi
Seramnya, kita merasa sedang berada di dalam keramaian, hingga mematikan layar hp, dan klik ... akhirnya tersadar, kita hanyalah sekumpulan manusia penyendiri yang pandai berpura-pura
Diam disangka tidak peduli. Giliran berpendapat dibilang baperan. Tidak membalas dibilang sombong. Giliran membalas disangka modus. Prasangka buruk memang lebih mudah tumbuh dibanding prasangka baik
Jadi, kalau saya sudah menemukan calon pendamping, pasti saya perjuangkan mati-matian. Saya datangi orang tuanya, saya minta baik-baik. Meskipun di medsos banyak bercanda, soal planning masa depan, saya tidak main-main. Sekali lagi, takut mengalami apa yang orang tua saya alami