karna hanya kita sendiri yg tau proses kita berjuang dan bertahan hingga saat ini, makanya kita selalu menghargai proses itu dengan menjalaninya dengan rasa syukur dan ikhlas
Ternyata lawan kesepian bukan keramaian.
Tapi, PERASAAN TERKONEKSI.
Percuma ikut komunitas, nonton konser, nongkrong sana-sini, tapi tidak punya "ikatan" dengan itu semua.
Tetap saja membatin,
"Kok rasanya kosong ya?"
Tapi, ketika bertemu seseorang yang bisa mengerti kamu, dan kamu mengerti dia, semua sepi itu lenyap.
Butuh 1 orang saja.
Untuk membuat perasaan itu menyambung.
Lalu, bagaimana jika belum bertemu 1 orang itu?
Bagaimana cara mengusir kesepian?
Bisa jadi ada 1 sosok yang kamu belum terkoneksi.
Ya, itu DIRIMU SENDIRI.
Belum kenal diri sendiri.
Belum tahu maunya sendiri itu apa.
Belum mengakui takut yang bikin cemas.
Kamu mencari ke sana-sini,
ternyata selama ini menghindari diri sendiri.
Orang-orang yang lembut hatinya, penuh empati, dan tulus mencinta sering kali lelah karena terlalu banyak memberi.
Tapi justru merekalah yang berkali-kali dijaga semesta, bukan karena paling kuat, tapi karena jiwanya terlalu berharga untuk dibiarkan hilang.
kamu pernah kehabisan energi ga sih?
kayak yg biasanya kamu ceria, kamu sering cerita, kamu senang interaksi sama orang, tiba-tiba kamu lebih senang diam, tidur, istirahat dan bahkan untuk sekedar chat aja kamu ngerasa malas buat balas, maunya diem aja, bingung apa yg terjadi.
“are u ok?”
ngga, aku sedih tapi gabisa jelasin gmn isi hatiku, aku gabisa kasih tau orang lain apa yg aku rasain, aku cuma bisa ngejauh dari semua orang sampe aku ngerasa tenang.
aku mengenalnya disaat hatiku sedang tidak ingin mencintai siapapun,
dan kini aku mengikhlaskan nya disaat hatiku ingin sekali mencintainya setiap hari.
berkali-kali minta ke Tuhan, kalau “emang dia” Tuhan tolong dekatkan, tapi kalau “bukan dia” Tuhan tolong jauhkan
sekarang udah jauh, apa ini pertanda bahwa “bukan dia”?