"Most things will be okay in time, but not everything will be. Sometimes you'll fight hard and lose. Sometimes you'll hold on really tight and realize there's no choice but to let go. Acceptance is a small, quiet room."
Cheryl Strayed
Apakah @TelkomIndonesia krisis keuangan?
Tagihan bulanan jatuh tempo tgl 20, hari ini (tgl 10) sudah rajin banget menelpon mengingatkan agar segera bayar.
Padahal selama ini saya tidak pernah telat bayar.
Sangat mengganggu karena ada bbrp nomer atas nama saya.
Setiap nomer ditelponi satu per satu.
SAMPAH BANGET 😡🤬
10jt Gen Z nganggur alias nggak punya pekerjaan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data sekitar 9,89 juta penduduk usia muda (15-24 tahun, Gen Z) masih berstatus menganggur atau tanpa kegiatan.
Bahkan berdasarkan survey BI, dalam 6 bulan kedepan akan semakin sulit untuk mencari lapangan pekerjaan.
Why ini terjadi kepada gen Z ?
1. Semakin tinggi teknologi dan semakin berkurangnya lapangan pekerjaan yang digantikan oleh mesin dan AI.
Sebagai contoh kasir di restoran cepat saji yang dulu manual , di luar negeri dan mulai terlihat di beberapa store di Indonesia. Digantikan oleh self-checkout mesin
2. Supply dan demand yang tidak imbang
Generasi Z mendominasi di Indonesia, yaitu sebanyak 74,93 juta atau 27,94% dari total penduduk Indonesia.
Sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia untuk menerima kandidat baru di tahun 2024 cuma sebanyak 8867.
Jadi bisa kebayang kan kompetisi untuk mendapatkan pekerjaan ini.
3. Beberapa owner bisnis yang mengalami pengalaman yang kurang enak dengan staff genZ
Terlihat di beberapa sosmed, owner2 bisnis mengeluhkan perilaku Gen Z yang sangat sensitif ketika ditegor atau dimarahi oleh owner.
Sehingga para owner lebih memilih merekrut milenial ketimbang gen Z.
Source tiktok:
koko.lee84
michellevalencialie
Gimana menurut kalian para gen Z? komen dibawah 👇
BREAKING: The United States has confirmed B-52 Stratofortress bombers are now striking Iran.
Understand what this means by understanding the sequence.
On February 28, the US sent B-2 Spirits. The B-2 is a stealth bomber. It costs $2.1 billion per aircraft. The US has 20 of them. You send B-2s when the enemy’s air defences are intact and you need to penetrate undetected. Four B-2s dropped 160,000 pounds of bunker-busting ordnance on hardened underground facilities in the opening wave.
On March 2, the US sent B-1 Lancers. The B-1 is a supersonic bomber. Faster than the B-2 but not stealth. You send B-1s when air defences have been degraded enough that speed, not invisibility, is sufficient to survive. The B-1s conducted the deepest raids into Iran since 2003.
On March 3, the US sent B-52s. The B-52 is a 70-year-old subsonic aircraft. It is not stealth. It is not fast. It has a radar cross-section the size of a barn. It flies at 650 miles per hour at 50,000 feet and it is visible to every radar system on earth.
You send B-52s when there is nothing left to shoot them down.
That is the sequence. B-2 when defences are lethal. B-1 when defences are degraded. B-52 when defences are gone. The US Air Force just told you, through aircraft selection alone, that Iran’s integrated air defence network no longer exists as a functional system.
The B-52 carries 70,000 pounds of ordnance per sortie. It can launch cruise missiles from standoff range without entering defended airspace at all. The US has 76 of them versus 20 B-2s. Deploying B-52s quadruples the available bomber strike capacity, and each aircraft can deliver more payload per sortie than any other platform in the inventory.
1,700 targets struck. 300 new sites added in the latest wave. $779 million in ordnance expended on the first day alone. Six American service members killed. Eleven aircraft lost. The campaign is intensifying, not tapering.
Here is where this connects to every post I have written today.
The B-52 deployment proves the conventional campaign is succeeding. Iran’s air defences are neutralised. Its underground facilities are being collapsed. Its missile production is being destroyed. Its leadership is being eliminated.
And the Strait of Hormuz is still closed.
Because the B-52 cannot sink a mine. It cannot intercept a Shahed drone launched from a fishing boat. It cannot neutralise an anti-ship missile on a mobile coastal launcher. It cannot stop a proxy in Yemen from firing at a tanker in the Red Sea. The asymmetric threat that closes shipping lanes operates beneath the altitude where strategic bombers are relevant.
The US is winning the war it chose to fight. It is not winning the war the insurance market cares about. The B-52 is the most powerful expression of that gap.
70,000 pounds of ordnance per sortie. And Lloyd’s of London still will not write a policy for a tanker transiting Hormuz.
That is the thesis. In one sentence.
https://t.co/ULBgEzZ3A8
Viral seorang warga Pasuruan, Mustofa, mengaku diminta membayar Rp28 juta untuk memindahkan tiang listrik PLN di lahan bersertifikat miliknya. Padahal, lahan itu telah digunakan PLN selama 45 tahun tanpa kompensasi.
Via @detikjatim_
https://t.co/gYHfvgFUFA
Rasa sedih ?
Harapan ?
Kekecewaan ?
Tekanan ?
Keputusasaan ?
Dimana ia belajar dan berfikir bahwa kematian adalah jalan yang harus ia tempuh ?
Selamat jalan nak, sekarang kau sudah bisa menulis di Buku sebanyak yang mau 😥
#ntt
Siapa yang tak kenal dengan Zulkifli Hasan? Sosok pembawa kehancuran bagi negara kalian ini, adalah salah satu manusia paling laknat di alam semesta. Bayangkan, ketika ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan, dia menjadi salah satu biang kerok dari kolapsnya UMKM kecil hingga Padat Karya. Zulhas mengeluarkan kebijakan/Permendag Nomor 7 (atau 8, saya lupa hehe), sehingga Indonesia diserbu oleh produk impor asal China yang harganya sangat murah, bahkan produsen sana tidak segan untuk meniru produk brand lokal yang terkenal.
Sebagai bahan informasi, China mengalami overproduction produk tekstil yang dibarengi oleh sikap pemerintahan yang memberikan subsidi yang berlimpah. Salah satu bentuk subsidi yang diberikan yaitu diskon ekspor, yang memungkinkan produsen di sana untuk menetapkan harga jual yang sangat murah bagi produk yang mereka lempar ke luar negeri.
Tidak hanya sampai di situ, kelaknatan Zulhas juga pernah ia lakukan ketika menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era SBY. Kalau tidak salah ingat, Zulhas mengeluarkan kebijakan yang melegalkan pembabatan hutan yang totalnya lebih dari 2 juta ha.
Pernah kubilang beberapa tahun lalu:
jika masih muda jangan langsung mencari sorot lanpu di tengah2 panggung. Mulailah dr tepian2nya yg gelap. Jika langsung ke tengah2 panggung, kamu akan silau. Retinamu akan terbakar & kamu tepeleset.
Kakimu lecet