Salah satu cerita menarik dari transfer Michael Owen ke Manchester United adalah bagaimana Sir Alex Ferguson merekrutnya dengan sangat cepat.
Pada musim panas 2009, setelah Carlos Tevez pergi dan Cristiano Ronaldo pindah ke Real Madrid, Ferguson membutuhkan tambahan striker. Di saat banyak nama besar dikaitkan dengan United, ia justru melihat peluang pada Michael Owen yang berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Newcastle United.
Dalam autobiografinya, Ferguson mengaku menghubungi Owen secara langsung dan mengundangnya ke rumah untuk berbicara. Tak lama setelah pertemuan itu, transfer pun selesai. Ferguson yakin bahwa meski cedera telah mengurangi kecepatannya, insting mencetak gol Owen masih tetap tajam.
Keputusan tersebut sempat dipertanyakan karena Owen adalah mantan bintang Liverpool. Namun Ferguson melihat seorang striker berpengalaman yang masih punya sesuatu untuk dibuktikan.
Pada akhirnya, transfer Owen mungkin tidak mengubah sejarah Manchester United seperti Cantona atau Ronaldo. Tetapi kisah bagaimana Ferguson mengambil risiko pada mantan pemain Liverpool dan berhasil mendapatkan beberapa momen ikonik darinya dan memberi owen gelar EPL tetap menjadi salah satu cerita unik di era sang manajer legendaris.
Salah satu cerita menarik dari transfer Michael Owen ke Manchester United adalah bagaimana Sir Alex Ferguson merekrutnya dengan sangat cepat.
Pada musim panas 2009, setelah Carlos Tevez pergi dan Cristiano Ronaldo pindah ke Real Madrid, Ferguson membutuhkan tambahan striker. Di saat banyak nama besar dikaitkan dengan United, ia justru melihat peluang pada Michael Owen yang berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Newcastle United.
Dalam autobiografinya, Ferguson mengaku menghubungi Owen secara langsung dan mengundangnya ke rumah untuk berbicara. Tak lama setelah pertemuan itu, transfer pun selesai. Ferguson yakin bahwa meski cedera telah mengurangi kecepatannya, insting mencetak gol Owen masih tetap tajam.
Keputusan tersebut sempat dipertanyakan karena Owen adalah mantan bintang Liverpool. Namun Ferguson melihat seorang striker berpengalaman yang masih punya sesuatu untuk dibuktikan.
Pada akhirnya, transfer Owen mungkin tidak mengubah sejarah Manchester United seperti Cantona atau Ronaldo. Tetapi kisah bagaimana Ferguson mengambil risiko pada mantan pemain Liverpool dan berhasil mendapatkan beberapa momen ikonik darinya dan memberi owen gelar EPL tetap menjadi salah satu cerita unik di era sang manajer legendaris.
Kalau membahas Real Madrid dan kepindahan pemain ke klub mereka, sebenarnya ini bukan hal yang baru. Magnet Real Madrid memang sangat kuat. Dari sisi sejarah, prestise, tradisi juara, hingga status sebagai klub terbesar di dunia, selalu ada daya tarik yang sulit ditolak oleh para pemain.
Sebagai fans Manchester United, ada satu contoh yang sampai sekarang masih terasa disayangkan: Cristiano Ronaldo.
Ronaldo saat itu adalah anak emas Sir Alex Ferguson. Di Manchester United, ia mendapatkan hampir semua yang bisa diimpikan seorang pemain. Gelar Premier League, Liga Champions, Ballon d'Or, status superstar dunia, dan dukungan penuh dari klub yang membesarkan namanya.
Namun ketika Real Madrid datang, semua itu ternyata tidak cukup untuk membuatnya bertahan.
Yang membuat kisah ini semakin menarik, Real Madrid saat itu justru sedang tidak dalam kondisi terbaik. Mereka sudah beberapa musim gagal di Liga Champions dan belum mampu kembali mendominasi Eropa. Sementara United masih menjadi salah satu tim terbaik di dunia.
Tetapi itulah Real Madrid. Terkadang mereka tidak perlu menjadi tim terbaik saat ini untuk mendapatkan pemain terbaik dunia. Nama besar klub, sejarah, dan impian bermain di Santiago Bernabรฉu sering kali lebih kuat daripada kondisi tim pada saat itu.
Wajar saja jika fans Manchester City mulai ketar-ketir ketika nama Erling Haaland atau Rodri dikaitkan dengan Real Madrid. Begitu juga dengan fans Liverpool yang tidak senang melihat Trent Alexander-Arnold pergi dan Ibrahima Konatรฉ pergi ke klub tersebut.
Karena pada akhirnya, inilah realita sepak bola. Ketika sebuah klub sudah mencapai level tertentu, mereka tidak hanya membeli pemain, tetapi juga menjual mimpi. Dan klub seperti Real Madrid manchester united milan barca dll telah melakukannya selama puluhan tahun.
When you're big, you're big.
Kalau kalian sebagai fans sepak bola, pemain mana yang paling kalian sesalkan kepergiannya dari klub yang kalian dukung?
Kalau membahas Real Madrid dan kepindahan pemain ke klub mereka, sebenarnya ini bukan hal yang baru. Magnet Real Madrid memang sangat kuat. Dari sisi sejarah, prestise, tradisi juara, hingga status sebagai klub terbesar di dunia, selalu ada daya tarik yang sulit ditolak oleh para pemain.
Sebagai fans Manchester United, ada satu contoh yang sampai sekarang masih terasa disayangkan: Cristiano Ronaldo.
Ronaldo saat itu adalah anak emas Sir Alex Ferguson. Di Manchester United, ia mendapatkan hampir semua yang bisa diimpikan seorang pemain. Gelar Premier League, Liga Champions, Ballon d'Or, status superstar dunia, dan dukungan penuh dari klub yang membesarkan namanya.
Namun ketika Real Madrid datang, semua itu ternyata tidak cukup untuk membuatnya bertahan.
Yang membuat kisah ini semakin menarik, Real Madrid saat itu justru sedang tidak dalam kondisi terbaik. Mereka sudah beberapa musim gagal di Liga Champions dan belum mampu kembali mendominasi Eropa. Sementara United masih menjadi salah satu tim terbaik di dunia.
Tetapi itulah Real Madrid. Terkadang mereka tidak perlu menjadi tim terbaik saat ini untuk mendapatkan pemain terbaik dunia. Nama besar klub, sejarah, dan impian bermain di Santiago Bernabรฉu sering kali lebih kuat daripada kondisi tim pada saat itu.
Wajar saja jika fans Manchester City mulai ketar-ketir ketika nama Erling Haaland atau Rodri dikaitkan dengan Real Madrid. Begitu juga dengan fans Liverpool yang tidak senang melihat Trent Alexander-Arnold pergi dan Ibrahima Konatรฉ pergi ke klub tersebut.
Karena pada akhirnya, inilah realita sepak bola. Ketika sebuah klub sudah mencapai level tertentu, mereka tidak hanya membeli pemain, tetapi juga menjual mimpi. Dan klub seperti Real Madrid manchester united milan barca dll telah melakukannya selama puluhan tahun.
When you're big, you're big.
Kalau kalian sebagai fans sepak bola, pemain mana yang paling kalian sesalkan kepergiannya dari klub yang kalian dukung?
โBesar Itu Soal Warisan, Bukan Musim: Realita yang Nggak Mau Diakui Fans Rivalโ
kemarin ada yang bilang fans United nggak mau arsenal juara, karena united bakal jadi klub yang nggak menangin itu selama 10 tahun terakhir, lucu banget.๐
kata siapa ? kita mah bebas aja โArsenal atau Manchester City juara musim ini? terserah aja toh mereka nggak bakal lebih besar dari united.
jangan pernah maksa narasi mereka โlebih besarโ dari Manchester United atau Liverpool.
Karena besar itu bukan soal siapa yang lagi panas sekarang โ tapi siapa yang udah kenyang sejarah.
City? Proyek sukses, iya. Tapi tanpa uang, mereka bukan apa-apa.
Arsenal? baru-baru ini naik, tapi nostalgia sama runner up tiap musim doang nggak nambah lemari trofi.
Sementara United & Liverpool?
Mereka nggak perlu validasi dari satu-dua musim bagus.
Mereka udah jadi standar. Yang lain? Lagi ngejar. Bukan ditunggu.โ
butuh sekitar 10 musim kalo konteksnya city dan gelar premier league kalo mereka mau nyamain liverpool dan united, itu pun kalo menang terus beruntun selama 10 musim.
jadi mau arsenal atau city yang juara ya terserah aja. apalagi arsenal ๐คฃ๐คฃ๐ผ
Berita terbaru:
Beberapa anggota keluarga Glazer sedang mempertimbangkan untuk menjual saham mereka di #mufc setelah lebih dari 20 tahun kepemilikan.
Penjualan apa pun diharapkan akan menarik minat dari investor Timur Tengah dan pembeli kaya AS, meskipun klub tersebut akan memerlukan harga yang signifikan
@business
TERKINI: Manchester United ingin mendatangkan Lewis Hall. Belum ada pendekatan antar klub sejauh ini, tetapi Hall dan United sudah saling tertarik.
-@JacobsBen, @SimplyUtd
Gimana menurut kalian? angkut?
Duel Paling Mematikan Vidiฤ vs Drogba ๐๐ผ๐ฅ
Duel Nemanja Vidiฤ vs Didier Drogba waktu itu emang legend banget di era MU vs Chelsea. Tiap ketemu di match, langsung kayak perang dunia, fisik brutal, ga ada ampun, sampe duel udara pun bikin penonton deg-degan. Vidiฤ si bek Serbia yg keras kepala, tackle-nya kayak palu godam, dan Drogba si monster dari Pantai Gading, badannya keker, kekuatannya juga ngeri sampe lawan aja kesusahan kalo lagi marking dia. Mereka bentrok berkali-kali di Premier League, Cup, sampe final UCL.
Awal-awal (sekitar 2006-2007), pas Vidiฤ baru gabung MU, mereka udah sering ketemu di liga. Chelsea vs MU itu selalu perang, dan Vidiฤ langsung ditugasin buat selalu jagain Drogba. Benturan di udara mulu dan Drogba selalu suka menang duel header pake kekuatannya, tapi Vidiฤ nggak pernah mundur. Di April 2006 misalnya, Drogba bikin assist-assist, Vidiฤ sama Rio Ferdinand coba nge-lock dia tapi tetep aja susah. Gue bilang, tiap match kayak "kalo lu nendang gue, gue nendang lu balik yee"
Puncaknya di tahun 2008, musim title race lagi ketat banget. Di April 2008, Chelsea vs MU di EPL (Chelsea menang 2-1), ada momen dimana Drogba lagi duel, lututnya nyerempet muka Vidiฤ! Darah muncrat, Vidiฤ langsung ambruk, digotong pake tandu keluar lapangan. Brutal banget sih dia sampe si Drogba sempet khawatir tapi tetep lanjut main. Chelsea menang berkat brace Ballack, poinnya lagi sama kaya MU di klasemen. Vidiฤ bilang setelah itu, Drogba emang lawan tersulit sepanjang karirnya.
Terus, klimaks di Final UCL 2008 di Moscow. Hujan deras, skor 1-1 sampe extra time. Vidiฤ jagain Drogba sepanjang match, nggak kasih ruang sama sekali. Tapi di menit-menit akhir, Drogba emosi, nampak muka Vidiฤ dan wasit langsung kasih red card, Drogba keluar lapangan. Vidiฤ abis itu cerita, "Dia pengen tonjok gue beneran." Drogba di bukunya bilang, "Kalo gue beneran tonjok, gue ngerti kenapa bisa kena red card, tapi sekarang gue nyesel nggak tonjok dia lebih keras." MU akhirnya juara lewat penalti. Gokil banget, duel mereka bisa jadi momen paling ikonik di EPL!
Setelah itu, sampe 2010-an, mereka masih ketemu di liga, Community Shield, dll. Drogba sering bikin goal atau assist lawan MU (total dia kontribusi banyak gol vs United), tapi Vidiฤ juga suka bikin dia frustasi dengan tackle kerasnya. Drogba pernah bilang: "Tiap lawan MU itu perang, Vidiฤ sangat agresif, selalu di ujung, tapi gue suka tantangannya dan bikin gue lebih tajam lagi utk bisa cetak gol."
Intinya bro, setiap ketemu mereka itu bukan cuma bola, tapi pertarungan pria beneran. Nggak ada diving, nggak ada ngeles alesan, pure 100% power vs power. Sekarang era bola modern lebih lembut, tapi duel yg kayak gini yang bikin kita jadi nostalgia. Vidiฤ sama Drogba akhirnya saling hormat sampe sekarang. โค๏ธ๐ฅ
IShowSpeed โโmenerima DM dari akun resmi Piala Dunia FIFA 2026 yang menyatakan bahwa FIFA memasukkan lagu iShowSpeed ke dalam Album Resmi Piala Dunia FIFA 2026.
gua bilang juga apa bagusan lagu ini ketimbang lagunya syakira.
dan harusnya speed ini jadi salah satu ambasadornya pildun karena dia dekat dengan masyarakat anak muda dan sepakbola.
terutama goat unta sih wkwkkwkw
guys maaf banget buat akun mutulan atau follower yang rasis gua nggak segan buat blokir ya
gua mending kurang follower atau mutualan daripada berteman atau berinteraksi dengan orang kaya gitu.๐๐๐
Siap menghalangi lamine yamal mendapatkan gelar pildun Dan ballondor.
DODO : Nanti dulu cil kalo pildun selanjutnya udah harus pakai geliga gua.
Kamu next pildun aja.