Hahhhhhhh.....
Anggaran 5 M hanya dapet aspal jalan Blora 500 Meter???
Mosok per meter 10juta???
Ini KPK atau Kejagung Ndak pengen ngajak ngopi pemprov Jateng atau Gubernurnya???
Sonny Sanjaya, mantan Wakil Kepala BGN, scr dramatis mengajukan diri sbg Justice Collaborator!
Memakai rompi pink nomor 45 bak gladiator pengadilan, pria ini siap membongkar habis namw² besar yg selama ini bersembunyi di balik kasus megakorupsi!
::
Bisa Jadi ini dugaan Listrik mati di Sumatra kemaren.. agar sistim kontrol navigasi aparat tidak berfungsi..tapi intelijen masyarakat luar biasa..😊
#NetizenForce
*Ada udang dibalik Sumatera Gelap total.
••
kata’nya cukup bayar Rp28 juta biar bisa keluar pas subuh. uang’nya udh diserahin, tapi pas momen yg dijanjikan datang malah di’minta nambah Rp8 juta lagi.
kalau cerita ini benar, rusak’nya sistem udh keterlaluan 😔
Pandeglang, Banten..
Bayangkan yg dekat ibu kota aja ajur... 😌
Kondisi jalan rusak parah di Ds Tanjungan, Kec Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, kembali menjadi sorotan setelah video keluhan warga beredar di media sosial. Dalam video yg diunggah akun Bantenraya dg sumber VT Mama Dhevano, terlihat jalan dipenuhi lumpur, genangan air, serta kerusakan berat yg menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki melintas.
Sayangnya jaman skrg meski viral blm tentu akan ditangani..
Cm bisa bilang.. sabar ya 🙏🏻😣
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Guys, ada berita dari Pandeglang hari ini yang menurut gue paling menggambarkan betapa rusaknya sistem pemerintahan daerah kita.
Seorang pejabat yang berstatus tersangka kasus menabrak kerumunan siswa SD menew4sk4n satu anak dan satu pedagang baru saja dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pandeglang.
Bukan dicopot.
Bukan dinonaktifkan.
Dilantik naik jabatan.
Ini faktanya dulu agar tidak ada yang bilang lebay:
30 April 2026.
Ahmad Mursidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari.
Korban: sembilan orang.
Dua meningg4l duni4
Muhamad Milal, seorang siswa.
Dan Dewi Handayani, seorang pedagang.
13 Mei 2026 polisi menetapkan Ahmad Mursidi
sebagai tersangka setelah gelar perkara.
26 Mei 2026 dua minggu setelah ditetapkan tersangka Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melantiknya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik.
Ahmad Mursidi bahkan mengikuti
pelantikan secara daring.
Tidak hadir langsung.
Tapi tetap dilantik.
Dan ini yang paling menampar kalimat Bupati dalam sambutannya:
"Kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak."
"Masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan berdampak."
"Jangan terjebak dalam rutinitas kerja."
Pidato tentang inovasi.
Tentang transparansi.
Tentang pelayanan publik yang berdampak.
Disampaikan di hari yang sama ketika tersangka kasus menewaskan anak SD dilantik jadi pejabat baru.
Tidak ada ironi yang lebih sempurna dari ini.
Dan ini yang paling fundamental dan yang paling jarang dibicarakan:
Indonesia punya aturan yang sangat jelas tentang pejabat yang berstatus tersangka.
PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan berbagai regulasi turunannya mengatur bahwa pejabat yang terkena kasus hukum seharusnya dinonaktifkan bukan dipromosikan selama proses hukum berjalan.
Tapi di Pandeglang aturan itu tidak berlaku.
Atau lebih tepatnya tidak dianggap perlu untuk dipatuhi.
Dan tidak ada satupun pejabat di atas Bupati Pandeglang yang bergerak untuk menghentikan ini.
Tidak ada teguran dari Gubernur.
Tidak ada intervensi dari Kemendagri.
Tidak ada reaksi dari siapapun dalam hierarki pemerintahan yang seharusnya mengawasi.
Dan ini yang paling menyakitkan:
Muhamad Milal siswa SD yang tew4s pergi ke sekolah pagi itu seperti biasa.
Dia tidak tahu bahwa pagi itu akan menjadi yang terakhir.
Dewi Handayani pedagang yang berjualan di depan sekolah itu pergi kerja pagi itu untuk mencari nafkah.
Dia juga tidak pulang.
Dan orang yang menabrak mereka dua minggu setelah ditetapkan tersangka dilantik sebagai pejabat baru oleh pemerintah daerah yang kata-katanya berbicara tentang transparansi dan pelayanan publik yang berdampak.
Dampak apa yang dimaksud?
Dampak kepada siapa?
Dan ini yang paling relevan dengan konteks yang lebih besar:
Prof. Siti Zuhro dari BRIN sudah bilang:
nawait menjadi pejabat di Indonesia sudah bukan untuk mengabdi tapi untuk mencari kaya dan mempertahankan posisi.
Mahfud MD sudah bilang:
hukum di Indonesia sudah menjadi sandiwara.
Dan kasus Pandeglang ini adalah bukti paling konkret dan paling tidak bisa dibantah dari kedua pernyataan itu.
Tersangka menewask4n an4k SD.
Dua minggu kemudian dilantik jadi Staf Ahli Bupati.
Bupatinya berpidato tentang transparansi dan inovasi.
Tidak ada yang menghentikan ini.
Ini bukan anomali.
Ini adalah sistem yang bekerja persis seperti yang dirancang untuk melindungi orang dalam,
bukan untuk melindungi rakyat.
Negeri ini sedang dalam kondisi di mana tersangka pembunuhan karena menabrak kerumunan anak SD sampai dua orang tewas bisa dilantik jadi pejabat dua minggu setelah ditetapkan tersangka.
Dan tidak ada satu pun mekanisme pengawasan yang bekerja untuk menghentikannya.
Bupatinya berpidato tentang inovasi dan transparansi.
Gubernurnya diam.
Kemendagrinya diam.
Semua diam.
Yang tidak diam hanya keluarga Muhamad Milal
siswa SD yang tidak akan pernah pulang ke sekolah lagi.
Dan sistem yang seharusnya memberi mereka keadilan justru mempromosikan orang yang mengambil nyawa anak mereka.
Apakah ini negeri yang sedang kita pertahankan?
apakah sudah tidak ada keadilan untuk rakyat biasa?
yang kenal sama dua orang ini bisa hubungi Threads kakanya ainikhnrstndi ‼️
BANTU UP DONG🥹‼️
papah saya kehilangan uang sebesar 31.454.000 saat tarik tunai di swalayan di daerah Pembangunan, Garut. modusnya mesin ATM diganjal terus ada 1 orang laki' menghampiri papah saya dengan modus menolong dan oleh orang itu ATM papah saya ditukar. Pelaku entah 2 orang (cowo yg pake kemeja) entah 3 orang bersama ibu' itu. udah diurus oleh pihak kepolisi an tapi gadapet informasi apa' sampe sekarang. mau di urus ke pihak bank kata kepolosian gausah katanya ribet.
UNTUK KALIAN YANG DI JAWA DENGAR INI.....TOLONG KALIAN JAGA BAPAK INI JANGAN SAMPAI KENAPA², INI SERIUS ⚠️⚠️⚠️
Petani di Desa Selosabrang, Kec. Bejen, Kab. Temanggung, Jateng, menolak pembangunan batalyon TNI (22/5).
Menurut mereka, hal itu bisa merusak lahan pertanian dan membuat mereka semakin miskin. Padahal, desa mereka sendiri sudah diapit dua perusahaan besar, yakni PT UFI dan PT Perkebunan Nusantara (karet).
koyok e samsat kota bukae yo mek 1/2 hari yo…
jane bayarane separuh ae… koyok wong tani kerjo d sawah bedug moleh yo bayarane swparuh tapi tandange mulai jam 6 isuk
Gada bedanya dg MBG 😏
Dana segaban digelontorkan u/ makan yg blm tentu bergizi
Tapi bangunan sekolah dibiarkan rusak & gaji guru semakin ga jelas..
Ini, KDMP dibangun megah, tp jalan yg dilalui rusak parah..
Ironinya rakyat terpaksa hrs iuran mandiri & memperbaiki jalan sendiri.
Pemerintah ke mana?
Sibuk urus MBG & KDMP
Desa Jatisaba, Kec Cilongok, Kab Banyumas.
💚 Brunei nih boss… negara Islam, pajak 0%, sekolah gratis, welfare kuat, gaji guru juga tinggi (bisa 50 jutaan) . tapi lucunya jarang dibahas, orang2 lebih sibuk ngeglorify singapore, korea, etc etc