To the passionate defenders of Indonesian politicians: please take a step back.
Politicians are public servants, not figures to be worshipped.
Their actions should be evaluated with reason and evidence, not with emotion.
I’m tired of people calling MDIS a “shophouse campus.”
Did you even check the facts before you said that?
MDIS is not some new school in a small rented building.
It was founded in 1956, and it is one of Singapore’s oldest not-for-profit professional institutes for lifelong learning.
Its main campus on Stirling Road sits on three hectares of land and cost S$35 million to build.
It has computer labs, life sciences labs, engineering workshops, fashion studios, a psychology lab, a media hub with TV and radio studios, and even a nursing lab.
There is also an amphitheatre and sports facilities like a gym and badminton courts.
Students can even live on campus, because the MDIS Residences@Stirling hostel can hold about 1,700 people.
Does that sound like a shophouse to you?
You can have your own opinion about private schools, but please don’t make up a label that isn’t true.
Herbenick, Debby, et al. "Prevalence and Demographic Correlates of 'Rough Sex' Behaviors: Findings from a U.S. Nationally Representative Survey of Adults Ages 18–94 Years." Archives of Sexual Behavior, vol. 54, 2025, pp. 3435–69, https://t.co/NsUvhngAzT.
Perkiraan waktu baca: ±17 menit
Jurnal ini hanya mengukur berapa banyak orang dewasa di Amerika Serikat yang melaporkan pernah melakukan atau mengalami sepuluh perilaku tertentu saat berciuman atau berhubungan seks.
Jurnal ini tidak mengukur apakah perilaku itu diinginkan, dinikmati, seberapa keras dilakukan, atau cedera apa yang ditimbulkannya.
......
Catatan akademis: temuan ini tidak otomatis berlaku untuk semua orang, tempat, waktu, atau kasus.
Datanya hanya mencakup orang dewasa Amerika Serikat yang tidak tinggal di institusi dan mampu mengisi survei berbahasa Inggris atau Spanyol, dan dikumpulkan pada Desember 2022 hingga Januari 2023.
Jumlah peserta TGNB+ relatif kecil, kelompok biseksual dan panseksual digabung, dan hanya sepuluh perilaku yang ditanyakan.
Penyederhanaan bahasa dalam postingan ini tidak menghapus syarat, batas sampel, metode, dan pengecualian yang tertulis di jurnal.
Latar belakang
Definisi "rough sex" beragam, sehingga istilah ini tetap ditulis dalam bahasa aslinya.
Menurut jurnal, istilah ini umumnya merujuk pada menjambak rambut, menggigit, memukul pantat, menampar, mencekik (biasanya berupa penekanan leher), membekap, dan memanggil pasangan dengan sebutan kasar yang merendahkan, sebagai bagian dari aktivitas seksual.
Praktik ini disebut makin umum di kalangan dewasa muda di beberapa negara dan banyak tampil di media populer serta pornografi.
Penulis menjelaskan bahwa praktik ini bisa menambah kenikmatan dan kedekatan bila dilandasi kepercayaan.
Namun, seks jenis apa pun yang dilakukan tanpa persetujuan atau melewati batas pasangan bisa menimbulkan bahaya fisik dan psikologis, dan yang disetujui pun bisa berujung cedera, bahkan kematian dalam kasus langka.
Data nasional tentang hal ini masih sedikit, sebagian sudah lama, jarang memisahkan peran pelaku dan penerima, belum ada yang mengukur pengalaman tanpa persetujuan, dan minim untuk minoritas seksual maupun minoritas gender.
Apa yang diteliti
Penelitian ini bersifat pemantauan dan tidak berangkat dari teori tertentu.
Tujuannya memperkirakan berapa banyak orang dewasa Amerika Serikat berusia 18 tahun ke atas yang pernah terlibat dalam sepuluh perilaku: menjambak rambut, menggigit, menampar wajah, menampar area kelamin, memukul pantat pelan, memukul pantat cukup keras hingga berbekas, mencekik, meninju, memanggil dengan sebutan kasar, dan membekap.
Perilaku ini dibandingkan menurut gender, kelompok usia, orientasi seksual, peran (melakukan atau menerima), dan ada tidaknya persetujuan.
Cara meneliti
Data berasal dari National Survey of Sexual Health and Behavior (NSSHB) 2022, gelombang kedelapan dari survei nasional yang berjalan sejak 2009.
Survei diisi secara daring dan rahasia oleh anggota Ipsos KnowledgePanel, yaitu panel yang dibentuk dengan memilih alamat secara acak dari data layanan pos Amerika Serikat, bukan panel tempat orang mendaftar sendiri.
Dari 14.019 orang dewasa yang diundang, 8.742 (62,4%) setuju ikut dan 8.666 mengisi lengkap.
Data diberi bobot statistik agar susunan peserta menurut usia, gender, wilayah, pendapatan, ras, etnis, pendidikan, dan bahasa menyerupai populasi. Peneliti hanya menerima data tanpa identitas.
......
Data remaja akan dibahas di makalah lain.
Setelah data yang tidak lengkap dikeluarkan, tersisa 9.029 orang dewasa (angka berbobot) berusia 18–94 tahun, dengan rata-rata sekitar 48 tahun: 4.562 perempuan, 4.346 laki-laki, dan 121 TGNB+, yaitu peserta yang mengidentifikasi diri sebagai transgender, gender nonbiner, atau tidak sesuai norma gender dengan cara lain.
Sebanyak 89,5% menyebut diri heteroseksual, 4,6% biseksual atau panseksual, dan 3,3% gay atau lesbian.
......
Istilah "rough sex" tidak pernah dipakai dalam pertanyaan.
Peserta ditanya tentang tiap perilaku dalam tiga kerangka: yang pernah mereka lakukan kepada pasangan, yang pernah dilakukan pasangan kepada mereka dengan izin atau persetujuan, dan yang pernah dilakukan kepada mereka tanpa izin atau persetujuan.
Mencekik dijelaskan sebagai memakai tangan, lengan, atau benda untuk menekan atau meremas leher.
Membekap dicontohkan sebagai menutup mulut atau hidung dengan bantal atau tangan.
Perbedaan antarkelompok diuji secara statistik dan disebut bermakna bila nilai p kurang dari 0,05.
Temuan: melakukan kepada pasangan
Sepanjang hidup, 47,8% perempuan, 60,8% laki-laki, dan 71,1% peserta TGNB+ pernah melakukan setidaknya satu dari sepuluh perilaku itu kepada pasangan.
Dalam setahun terakhir, angkanya 29,5%, 39,2%, dan 49,0%.
Pada perempuan, yang paling sering adalah menggigit (31,2%), memukul pantat pelan (29,5%), menjambak (27,4%), mencekik (9,2%), dan menampar area kelamin (8,6%).
Pada laki-laki, yang paling sering adalah memukul pantat pelan (53,0%), menjambak (39,6%), menggigit (33,1%), menampar area kelamin (18,2%), dan mencekik (15,8%).
Pada peserta TGNB+, yang paling sering adalah menggigit (62,5%), menjambak (56,8%), memukul pantat pelan (55,4%), mencekik (38,8%), dan memukul pantat hingga berbekas (37,4%).
Temuan: menerima dengan persetujuan
Sepanjang hidup, 53,8% perempuan, 45,8% laki-laki, dan 72,3% peserta TGNB+ melaporkan pasangan pernah melakukan setidaknya satu perilaku itu kepada mereka dengan persetujuan.
Dalam setahun terakhir, angkanya 34,6%, 26,5%, dan 51,1%.
Pengalaman terbanyak pada perempuan adalah dipukul pantat pelan (43,5%), pada laki-laki digigit (29,8%), dan pada TGNB+ dipukul pantat pelan (63,4%).
Pernah dicekik saat berhubungan seks dilaporkan 41,3% peserta TGNB+, 15,8% perempuan, dan 7,2% laki-laki.
Secara keseluruhan, perempuan lebih jarang melakukan perilaku ini kepada pasangan dibanding laki-laki dan TGNB+, sedangkan perempuan dan TGNB+ lebih sering menjadi penerima dengan persetujuan dibanding laki-laki.
Temuan: menerima tanpa persetujuan
Sepanjang hidup, 19,6% perempuan, 15,9% laki-laki, dan 35,3% peserta TGNB+ pernah mengalami setidaknya satu perilaku itu tanpa izin atau persetujuan.
Dalam setahun terakhir, angkanya 8,5%, 7,4%, dan 15,5%.
Pengalaman terbanyak pada perempuan adalah dipukul pantat pelan (11,4%), pada laki-laki digigit (9,2%), dan pada TGNB+ dipanggil dengan sebutan kasar (25,1%).
Dicekik tanpa persetujuan dialami 20,2% peserta TGNB+, 5,0% perempuan, dan 2,4% laki-laki.
Perbedaan menurut gender bermakna untuk semua perilaku tanpa persetujuan, kecuali dijambak dalam setahun terakhir.
......
Untuk peserta TGNB+, abstrak jurnal mencantumkan 67,3%, 69,5%, dan 33,5% bagi tiga angka seumur hidup di atas, sedangkan bagian hasil dan tabel mencantumkan 71,1%, 72,3%, dan 35,3%. Postingan ini memakai angka dari bagian hasil.
Perbedaan menurut usia
Secara umum, perilaku ini lebih sering dilaporkan oleh kelompok usia yang lebih muda.
Misalnya, pernah mencekik pasangan dilaporkan 24,0% perempuan usia 25–29 tahun, tetapi hanya 0,6% perempuan usia 60 tahun ke atas.
Pada laki-laki, angkanya 31,9% di usia 30–39 tahun, dibanding 2,2% di usia 70 tahun ke atas.
Pernah dicekik dengan persetujuan dilaporkan 40,6% perempuan usia 25–29 tahun, dibanding 1,0% perempuan usia 60 tahun ke atas.
Dicekik tanpa persetujuan dialami 7,4–9,5% perempuan usia 18–49 tahun, tetapi 0,9–2,0% perempuan usia 50 tahun ke atas.
......
Perbedaan menurut orientasi seksual
Secara umum, minoritas seksual lebih sering melaporkan perilaku ini dibanding heteroseksual.
Pada perempuan, setiap perilaku yang dilakukan kepada pasangan lebih sering dilaporkan oleh perempuan biseksual/panseksual dan lesbian, kecuali meninju, yang tidak berbeda.
Contohnya, pernah mencekik pasangan dilaporkan 31,0% perempuan biseksual/panseksual, 20,9% lesbian, dan 7,5% heteroseksual.
Perempuan biseksual/panseksual juga paling sering menjadi penerima dengan persetujuan, misalnya dicekik (55,0%, dibanding 17,7% lesbian dan 13,0% heteroseksual).
Pada laki-laki, perbedaan hanya muncul pada sebagian perilaku.
Pernah mencekik pasangan dilaporkan 27,9% laki-laki biseksual/panseksual, 21,7% gay, dan 15,1% heteroseksual, sedangkan menjambak, menampar area kelamin, dan memukul pantat pelan tidak berbeda.
Untuk pengalaman tanpa persetujuan, sekitar 1 dari 3 perempuan biseksual serta 1 dari 4 laki-laki gay dan biseksual/panseksual melaporkan setidaknya satu pengalaman.
Di antara peserta TGNB+, tidak ada perbedaan bermakna antara yang saat lahir ditetapkan perempuan dan yang ditetapkan laki-laki, kecuali dalam menjambak dan menggigit pasangan pada setahun terakhir.
Keterbatasan
Penulis menyebut beberapa keterbatasan.
Sepuluh perilaku ini masih merupakan daftar terbatas, dipilih karena pertimbangan beban peserta dan biaya.
Peserta hanya orang dewasa Amerika Serikat yang tidak tinggal di institusi dan dapat mengisi survei dalam bahasa Inggris atau Spanyol.
Jumlah peserta TGNB+ kecil, sehingga tidak dirinci per subkelompok atau orientasi seksual.
Survei menanyakan persetujuan, tetapi tidak menanyakan apakah perilaku itu diinginkan, perasaan dan kenikmatan peserta, dalam hubungan seperti apa perilaku itu terjadi, kapan persetujuan diberikan, ataupun apakah peserta pernah melakukannya kepada orang lain tanpa persetujuan.
Kelompok biseksual dan panseksual digabung, keras-ringannya perilaku serta dampaknya pada tubuh tidak diukur, dan analisis menurut ras atau etnis tidak dilakukan.
Penulis juga mengakui bahwa contoh sebutan kasar dalam kuesioner mungkin lebih sering ditujukan kepada perempuan dan laki-laki minoritas seksual, sehingga bisa mempengaruhi hasil.
Arti temuan menurut jurnal
Penulis menilai pola gender ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dan mungkin menunjukkan bahwa rough sex di budaya arus utama cenderung mengikuti peran gender tradisional.
Perbedaan usia mungkin berkaitan dengan penggambaran praktik ini di media dan media sosial, informasi keliru di internet (misalnya tentang cara "aman" mencekik), teknologi untuk mencari pasangan, dan akses pornografi lewat ponsel.
Tingginya pengalaman dengan persetujuan pada perempuan biseksual/panseksual perlu diteliti lebih lanjut, karena ada penelitian yang menemukan bahwa orang bisa menyebut pencekikan "disetujui" meski tidak dibicarakan sebelumnya atau dilakukan demi menyenangkan pasangan.
Namun, hal ini juga mungkin mencerminkan keterbukaan terhadap variasi seksual.
......
Penulis menekankan bahwa mencekik saat berhubungan seks biasanya dilakukan sebagai bentuk pencekikan, yang berisiko menyebabkan stroke, henti jantung, kolapsnya saluran napas, kerusakan laring, hilang kesadaran, dan cedera otak.
Karena itu, mereka menyarankan pemantauan nasional yang berkelanjutan, pendidikan bagi tenaga kesehatan agar dapat membahas hal ini tanpa mempermalukan pasien, pendidikan tentang pentingnya persetujuan yang jelas dan tegas, serta keterlibatan lembaga kesehatan masyarakat dalam menangani pencekikan saat berhubungan seks dengan cara yang tidak menstigma dan akurat secara medis.
......
Singkatnya, survei nasional terhadap 9.029 orang dewasa Amerika Serikat ini menemukan bahwa banyak orang pernah terlibat dalam setidaknya satu dari sepuluh perilaku "rough sex".
Angkanya lebih tinggi pada usia muda, minoritas seksual, dan peserta TGNB+.
Hampir separuh perempuan, sekitar 6 dari 10 laki-laki, dan sekitar 7 dari 10 peserta TGNB+ pernah melakukannya kepada pasangan.
Yang tidak boleh terlewat: 19,6% perempuan, 15,9% laki-laki, dan 35,3% peserta TGNB+ pernah mengalaminya tanpa persetujuan.
Penulis meminta perhatian khusus pada pencekikan saat berhubungan seks karena risikonya serius.
Ingat, ini potret Amerika Serikat pada 2022–2023, bukan gambaran untuk semua orang di mana pun.
Pratt, Nicola, and Dina Rezk. "Securitizing the Muslim Brotherhood, Legitimizing State Violence and Renewing Authoritarianism in Post-Arab Spring Egypt." Security Dialogue, accepted for publication 17 Dec. 2018. Author's Accepted Manuscript, Warwick Research Archive Portal, https://t.co/rJt3otjFL9.
Perkiraan waktu baca: ±11 menit
Jurnal ini meneliti bagaimana Muslim Brotherhood dibingkai sebagai ancaman sehingga kekerasan negara terhadapnya diterima luas di Mesir.
Jurnal ini tidak mengklaim bahwa kritik terhadap Morsi tidak berdasar; penulisnya justru menyebut banyak kritik itu beralasan.
......
Disclaimer akademis: Postingan ini meringkas satu kajian kasus tentang Mesir, terutama peristiwa 2012–2013 dan beberapa tahun sesudahnya, sehingga temuannya tidak otomatis berlaku untuk semua orang, negara, waktu, atau kasus lain.
Penulis sendiri memakai kata "mungkin" saat menarik kesimpulan yang lebih luas.
Penyederhanaan bahasa di sini tidak menghapus syarat, batas cakupan, cara kerja, dan pengecualian yang tertulis di jurnal.
Apa yang dipertanyakan
Pada Juli 2013, militer Mesir menyingkirkan Mohammed Morsi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.
Pada 14 Agustus 2013, aparat keamanan membunuh lebih dari 800 warga sipil, mungkin sampai 1.000 orang, dan hampir tidak ada protes dari dalam negeri.
Sasarannya adalah Muslim Brotherhood dan pendukung Morsi.
Nicola Pratt dan Dina Rezk bertanya bagaimana kekerasan sebesar itu bisa diterima luas oleh rakyat Mesir, dan apa perannya dalam memulihkan pemerintahan otoriter setelah pemberontakan 25 Januari 2011.
Teori dan cara meneliti
Penulis memakai teori securitization dari Copenhagen School.
Securitization adalah proses ketika suatu masalah atau kelompok digambarkan lewat kata-kata sebagai existential threat, yaitu ancaman terhadap keberadaan.
Jika gambaran itu diterima "audiens yang berarti", tindakan "luar biasa" di luar politik normal menjadi bisa dijalankan.
Teori ini lahir dari kasus Eropa, sehingga penulis mempertajamnya untuk negara tidak demokratis.
Mengikuti Juha Vuori, tindakan luar biasa dipahami sebagai pelanggaran atas aturan main yang selama ini dipakai rezim untuk memerintah.
Mengikuti Antonio Gramsci, masyarakat sipil dipahami sebagai ruang tempat negara dan pihak bukan negara bertemu, bukan wilayah yang terpisah dari negara.
Penulis menelusuri peristiwa sejak kemenangan Morsi pada 30 Juni 2012 hingga Agustus 2013 dan sesudahnya, memakai pemberitaan media, laporan hak asasi manusia, rekaman bocor, dan karya peneliti lain.
Mereka juga menganalisis dua pidato Jenderal Abdel Fattah El-Sisi sebagai "securitizing moves", yaitu langkah untuk membenarkan tindakan luar biasa.
......
Aturan main yang dimaksud adalah "authoritarian bargain", semacam tawar-menawar ketika rakyat menyerahkan kebebasan politik dan mendapat jaminan sosial serta keuntungan ekonomi.
Menurut penulis, kekerasan negara dulu diarahkan terutama kepada lawan yang menggugat tawar-menawar itu.
Agar rezim tetap bisa memerintah, pelanggaran aturan ini harus dianggap sah oleh cukup banyak warga (critical mass).
Temuan utama
Tokoh utama yang membangun gambaran Muslim Brotherhood sebagai ancaman bukan pejabat negara, melainkan aktivis muda, pegiat hak asasi, partai oposisi, seniman, wartawan, dan tokoh media.
Banyak di antara mereka anti-militer sekaligus anti-Morsi.
Penulis menilai banyak kritik terhadap Morsi beralasan, misalnya soal konstitusi yang dipaksakan, pembungkaman media, dan kegagalan merangkul oposisi.
Masalahnya ada pada cara kritik itu disampaikan, yang membuat kelompok ini tampak sebagai ancaman luar biasa.
Setelah deklarasi konstitusional 22 November 2012, Morsi dijuluki "Firaun baru Mesir".
Konstitusi baru lolos referendum dengan 63 persen suara, tetapi hanya 33 persen pemilih yang datang.
......
Kampanye Tamarod diluncurkan pada 28 April 2013 dengan target 15 juta tanda tangan untuk menuntut pemilu dipercepat.
Kampanye ini tampil sebagai gerakan akar rumput, tetapi belakangan muncul bukti bahwa ia berjalan dengan restu militer dan didanai lewat rekening Kementerian Pertahanan yang diisi Uni Emirat Arab.
Pada 30 Juni 2013, jutaan warga turun ke jalan.
......
Pada 3 Juli, El-Sisi mengumumkan penurunan presiden.
Pada 23 Juli, ia meminta "semua orang Mesir yang jujur" memberi tentara dan polisi "mandat" menghadapi kekerasan dan potensi terorisme.
Menurut penulis, pidato ini membelah warga "jujur" dari pelaku kekerasan yang dipahami sebagai Muslim Brotherhood.
Pada 26 Juli, jutaan orang turun mendukung tentara.
Pada 14 Agustus, polisi membubarkan aksi duduk di Lapangan Rabaa dan Nahda dalam operasi sekitar 12 jam yang menewaskan sedikitnya 817 orang, mungkin lebih dari 1.000.
......
Sesudahnya, penindasan meluas ke kelompok hak asasi, wartawan, buruh, dan mahasiswa.
Sebuah komisi hak asasi Mesir mencatat sedikitnya 1.500 penghilangan paksa antara 2014 dan 2018.
Penulis menyebut ini "authoritarian bargain" baru, yaitu kebebasan politik ditukar dengan keamanan.
Keterbatasan studi
Jurnal ini tidak memuat bagian khusus tentang keterbatasan.
Namun, kajiannya bertumpu pada satu kasus, penulis menyebut apa yang "mungkin" disumbangkan kasus ini bagi teori, dan pendekatannya disebut melengkapi, bukan menggantikan, analisis kelembagaan dan materialis.
Arti temuan menurut jurnal
Penulis menyimpulkan bahwa penerimaan luas atas kekerasan ini menandakan securitization yang berhasil.
Pihak bukan negara bisa memimpin pembentukan gambaran ancaman, sehingga pembagian tegas negara dan masyarakat ala Eropa terlalu menyederhanakan.
Securitization juga bukan hanya pemutusan dari "normal politics" (politik normal), tetapi bisa menjadi bagian penting dalam membangun kembali politik normal itu setelah masa transisi.
......
Singkatnya, setelah Morsi diturunkan, operasi polisi pada 14 Agustus 2013 menewaskan sedikitnya 817 orang, dan banyak warga menerimanya.
Menurut Pratt dan Rezk, ini terjadi karena Muslim Brotherhood lebih dulu digambarkan sebagai ancaman, terutama oleh media, seniman, aktivis, dan oposisi.
Militer lalu meminta "mandat" rakyat dan mendapatkannya.
Kritik terhadap Morsi tidak dianggap salah; yang disorot adalah cara kritik itu dibingkai.
......
Bagian yang belum dibahas rinci adalah sejarah hubungan rezim Mesir dengan Muslim Brotherhood sejak Nasser, krisis tawar-menawar lama sejak 1990, kaitan Tamarod dengan berbagai tokoh, dan rincian penindasan sesudah 2013; saya bisa melanjutkannya bila diperlukan.
Febrie Adriansyah diduga mencuci uang hasil korupsi lewat 29 perusahaan.
Sebagian besar perusahaan tersebut tidak memiliki aktivitas bisnis yang riil.
#TempoPlus
https://t.co/tEQCXZ4zJO
Proyek Berkaitan dengan Negara pada Entitas Grup Arsari (Data per 9 Oktober 2026)
Perkiraan waktu baca (tempo hati-hati): sekitar 5 menit.
Disclaimer akademis: tulisan ini disusun dari berita media dan keterbukaan informasi perusahaan yang terbuka untuk publik.
Ini bukan audit, bukan salinan kontrak asli, dan tidak berisi penilaian hukum atau etika.
......
Dalam tulisan ini, "proyek terafiliasi pemerintah" berarti proyek yang berdiri di atas kontrak atau izin dari negara (misalnya kontrak bagi hasil migas atau PSC) atau yang pembelinya adalah BUMN.
Hashim Djojohadikusumo adalah pendiri Grup Arsari.
Ia juga menjabat Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan serta adik Presiden Prabowo Subianto (Kompas TV, 2026).
Ada dua proyek dengan angka paling jelas.
Yang pertama adalah Blok Duyung di Natuna Barat.
Melalui PT Nations Natuna Barat, Arsari membeli 75% hak partisipasi non-operator dari West Natuna Exploration Limited (WNEL), anak usaha Conrad Asia Energy, sementara WNEL tetap memegang 25% dan tetap menjadi operator (https://t.co/2kN3thDxLo, 2026a).
Harga pembeliannya US$16 juta yang dibayar dalam tiga tahap, dan Nations menanggung 100% biaya pengembangan Lapangan Mako serta modal kerjanya (Indonesia Business Post, 2026).
Tahap pertama sebesar US$5 juta dibayarkan setelah semua syarat pengalihan terpenuhi, menurut pengumuman Conrad tanggal 23 Februari 2026 (https://t.co/2kN3thDxLo, 2026a).
Biaya proyek Mako diperkirakan US$320 juta, dengan target produksi pertama pada kuartal IV 2027 (https://t.co/V1ZGp5I9mE, 2026).
Hubungan proyek ini dengan negara terlihat dari sisi pembeli gas.
Seluruh gas Mako akan dijual ke PLN Energi Primer Indonesia, anak usaha PLN, sampai Januari 2037, dengan volume hingga 111 miliar Btu per hari (Offshore, 2025).
Urutan waktunya perlu dicatat: perjanjian jual beli gas itu diteken Conrad pada Juli 2025, sedangkan perjanjian masuknya Nations baru diumumkan pada November 2025 (Empyrean Energy, 2026).
......
Proyek kedua adalah Blok Natuna D-Alpha. PT Nations Petroleum ditetapkan sebagai pemenang lelang penawaran langsung melalui Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026 (Fortune Indonesia, 2026).
Komitmen pasti tiga tahun pertamanya US$103,3 juta dan bonus tanda tangannya US$200.000.
Isinya antara lain survei seismik 3D seluas 591 km² serta pengeboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi (Investor Trust, 2026).
Dari total komitmen enam blok pada lelang yang sama, yaitu US$141,51 juta (https://t.co/2kN3thDxLo, 2026b), hitungan menunjukkan porsi D-Alpha sekitar 73%.
Luas blok ini 10.291,03 km² dengan potensi gas 222 TCF, tetapi kandungan CO2-nya di atas 70% (Fortune Indonesia, 2026).
......
Cara menalar data ini perlu dibuat terpisah.
Ada proyek yang punya angka kontrak terverifikasi, dan ada proyek yang baru sebatas minat atau rencana.
Dua blok migas di atas masuk kelompok pertama.
Sebaliknya, untuk proyek air bersih dekat IKN lewat PT Arsari Tirta Pradana, Hashim menyebut nilainya hingga US$630 juta, tetapi pada Februari 2022 belum ada kontrak yang diteken dengan pemerintah (Putri, 2022).
Tidak menemukan sumber yang lebih baru tentang status kontrak itu.
Hal yang sama berlaku untuk PLTA Kayan Cascade.
Hashim menyatakan berminat masuk ke proyek yang nilai investasinya US$17,8 miliar itu (https://t.co/2kN3thDxLo, 2024), tetapi tidak ditemukan bukti kepemilikan saham yang sudah terjadi.
Isu ini juga dilihat dari beberapa sudut pandang.
Hashim pernah menolak anggapan bahwa ia mendapat pembagian proyek dari pemerintah, dan menyatakan proyek-proyeknya di Kalimantan Timur sudah berjalan sebelum lokasi IKN ditetapkan (Karina, 2022).
Untuk D-Alpha, ada pihak yang menyebut hasil lelang ini mengejutkan karena KUFPEC dari Kuwait sudah melakukan studi bersama sejak 2025.
Namun, mekanisme penawaran langsung tetap mewajibkan syarat administratif, teknis, keuangan, dan komitmen eksplorasi (Dunia Energi, 2026).
Arsari juga membantah memiliki saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay) (Kompas TV, 2026).
......
Kesimpulannya, per 9 Oktober 2026, dua proyek yang bisa diukur dengan ketat adalah Duyung (US$16 juta untuk 75% PI, pembeli gasnya BUMN) dan Natuna D-Alpha (komitmen US$103,3 juta dari negara).
Tulisan ini punya keterbatasan.
Sumbernya sebagian besar media sekunder, bukan dokumen kontrak.
Tidak ditemukan daftar resmi semua anak usaha Arsari, sehingga mungkin ada proyek lain yang belum tercakup.
Data juga bisa berubah setelah tanggal ini.
Referensi
https://t.co/2kN3thDxLo. (2024, 30 Mei). Bos Arsari Group Hashim Djojohadikusumo incar proyek jumbo PLTA Kayan.
https://t.co/2kN3thDxLo. (2026a, 23 Februari). Arsari Group milik Hashim bayar cicilan akuisisi saham Blok Duyung.
https://t.co/2kN3thDxLo. (2026b, 18 September). Eni hingga Arsari Group menang lelang blok migas, komitmen capai Rp2,51 triliun.
Dunia Energi. (2026). [Lelang Natuna D-Alpha dan Nations Petroleum].
Empyrean Energy. (2026). RNS Number 1652T. Financial Conduct Authority.
Fortune Indonesia. (2026). Profil Natuna D-Alpha, blok gas yang dimenangkan perusahaan Hashim.
Indonesia Business Post. (2026). Hashim's Arsari Group joins West Natuna gas project.
Investor Trust. (2026, 21 September). ESDM kasih kode anak usaha Hashim bakal gandeng mitra untuk garap WK Natuna D-Alpha.
Karina, D. (2022, 9 Februari). Ini daftar proyek milik Hashim Djojohadikusumo dekat IKN. Kompas TV.
Kompas TV. (2026, 30 Juni). Arsari Group bantah Hashim Djojohadikusumo terkait dengan PT FolaPlay.
https://t.co/V1ZGp5I9mE. (2026). Latham & Watkins acts for NNB on offshore Indonesia gas buy.
Offshore. (2025, 21 Juli). Conrad confirms reallocation of offshore Mako Field gas to Indonesian utility.
Putri, C. A. (2022, 9 Februari). Adik Prabowo terlibat di proyek IKN, ini dia daftarnya. CNBC Indonesia.
Perkiraan waktu baca (tempo hati-hati): sekitar 6 menit
Disclaimer akademis: Semua orang yang disebut di bawah masih berstatus tersangka.
Status itu dilindungi asas praduga tak bersalah.
Ungkapan "kalah pamor" juga belum pernah diukur dengan data porsi pemberitaan.
Jadi tulisan ini hanya menyandingkan waktu kejadian.
Tulisan ini tidak membuktikan bahwa satu isu menutupi isu lain.
......
Angka-Angka Korupsi di Bayang-Bayang Sidang Ijazah Wapres
Perkara ini dapat dibaca sebagai sebuah jendela waktu selama 26 hari.
Gugatan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 10 September 2026, lalu sidang pertama digelar pada 21 September 2026 (Sindonews, 2026b).
Gugatan itu diajukan Denny Indrayana bersama 11 pemohon lain (https://t.co/aQVntvvbRZ, 2026).
Sembilan hakim konstitusi menyepakati putusan dalam rapat pada 5 Oktober 2026, lalu putusan dibacakan pada malam 6 Oktober 2026 dengan amar bahwa permohonan "tidak dapat diterima".
Putusan itu final dan mengikat, dan kedudukan Gibran sebagai Wakil Presiden tidak berubah (https://t.co/4L0inHriJq, 2026b).
Cara menalarnya sederhana.
Kita memakai jendela waktu yang sama, lalu melihat perkara korupsi apa saja yang bergerak di dalamnya.
Empat hari setelah gugatan masuk, KPK melakukan OTT (operasi tangkap tangan) ke-20 sepanjang 2026 pada 14 September 2026.
Dalam OTT itu KPK mengamankan 17 orang, termasuk seorang direktur jenderal di Kementerian ATR/BPN dan dua kepala kantor pertanahan (https://t.co/bfDzqh0JMm, 2026).
Dari 17 orang itu, 8 orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB (hak guna bangunan) di Kabupaten Bogor.
KPK menyita uang tunai sebesar Rp106,3 miliar dan menahan para tersangka untuk 20 hari pertama, dari 15 September sampai 4 Oktober 2026 (IDX Channel, 2026).
Uang dalam bentuk rupiah dan valuta asing itu dikemas dalam sekitar 20 koper atau kardus (https://t.co/4L0inHriJq, 2026a).
Selain itu, KPK menemukan Rp8 miliar dalam 9 koper yang diduga ditujukan untuk Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN (https://t.co/2kN3thDxLo, 2026b).
Dari tanggal-tanggal itu terlihat bahwa masa penahanan pertama berakhir 2 hari sebelum putusan MK dibacakan.
Artinya, dua proses hukum ini memang berjalan berdampingan.
......
Angka terbesar di jendela waktu yang sama datang dari Kejaksaan Agung.
Pada 29 September 2026, tujuh hari sebelum putusan MK, Kejagung menyampaikan bahwa kerugian negara dalam dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional tahun anggaran 2025 sampai 2026 ditaksir sekitar Rp10 triliun menurut hitungan BPKP.
Berkas 6 tersangka diserahkan ke Kejari Jakarta Pusat, dan jaksa punya 14 hari untuk menyusun dakwaan.
Berkas itu didukung 233 keterangan saksi dan 4 keterangan ahli (Sindonews, 2026a).
Dalam perkara ini total ada 7 tersangka, dan ada empat pengadaan di BGN yang diduga dikorupsi (https://t.co/PorvkALAVq, 2026).
Secara hitungan kasar, Rp10 triliun kira-kira 94 kali Rp106,3 miliar.
Namun perbandingan ini perlu dibaca hati-hati.
Angka pertama adalah taksiran kerugian negara, sedangkan angka kedua adalah uang tunai yang disita, sehingga keduanya berbeda jenis.
Ada juga konteks yang lebih besar.
Pada semester I 2026 KPK mencatat 12 OTT, padahal pada periode yang sama tahun 2025 hanya ada 2.
KPK juga melimpahkan 76 perkara ke pengadilan, naik dari 46 perkara (VOI, 2026).
Kejagung menyebut pengembalian kerugian negara berdasarkan putusan berkekuatan hukum tetap mencapai Rp131,52 triliun, dan Rp35 triliun di antaranya sudah dieksekusi pada 2020 sampai 2026 (https://t.co/2kN3thDxLo, 2026a).
......
Kesimpulannya, data menunjukkan ada dua perkara korupsi berskala besar yang bergerak pada pekan-pekan yang sama dengan sidang MK.
Tulisan ini punya beberapa keterbatasan.
Pertama, yang terbukti di sini hanya kebersamaan waktu, bukan hubungan sebab akibat soal perhatian publik (?).
Kedua, angka kerugian MBG adalah klaim penyidik yang belum diuji di pengadilan, dan Kejagung belum menjelaskan rincian konstruksi perkara maupun hitungan kerugiannya (IDX Channel, 2026).
Cara menghitung kerugian juga masih diperdebatkan.
Sebagai contoh, kuasa hukum seorang tersangka di perkara lain merujuk Putusan MK Nomor 28/PUU-XXIV/2026 yang mensyaratkan kerugian negara harus nyata dan pasti (https://t.co/TXjYf6dbv2, 2026).
Ketiga, penghitungan jumlah OTT bisa berbeda antarsumber.
Rangkuman media sudah menyebut 17 OTT hingga 20 Juli 2026 (Kompas TV, 2026), sementara angka resmi KPK untuk semester I hanya 12.
Referensi
https://t.co/bfDzqh0JMm. (2026, September 14). OTT ke-20, KPK tangkap 17 orang termasuk Dirjen ATR/BPN dan dua Kakantah. https://t.co/qEIucAhcjX
https://t.co/2kN3thDxLo. (2026a, Juni 24). Kejagung klaim selamatkan uang negara Rp131,52 triliun. https://t.co/Fae6JqTfBV
https://t.co/2kN3thDxLo. (2026b, September 15). KPK temukan Rp8 miliar dalam 9 koper. https://t.co/l182a0a4sI
IDX Channel. (2026, September 16). KPK sita uang Rp106,3 miliar dalam rangkaian OTT HGB di Kabupaten Bogor. https://t.co/FPXo9XhpF5
https://t.co/aQVntvvbRZ. (2026, Oktober 6). Jadwal sidang putusan MK terkait ijazah Gibran hari ini. https://t.co/c2t0kyHTkz
https://t.co/4L0inHriJq. (2026a, September 15). Sita uang ratusan miliar, KPK ungkap OTT BPN terkait pengurusan HGB Summarecon Bogor. https://t.co/wbhta18kN6
https://t.co/4L0inHriJq. (2026b, Oktober 6). MK: Gibran tetap wapres. https://t.co/pdNAV2hP1O
https://t.co/TXjYf6dbv2. (2026). Irawan Prakoso jadi tersangka korupsi kilang Petral. https://t.co/KGCtyJtL80
Kompas TV. (2026, Juli 21). 17 OTT KPK hingga Juli 2026. https://t.co/lLrfDwtrKg
https://t.co/PorvkALAVq. (2026, September 29). Kejagung ungkap kerugian negara kasus korupsi MBG Rp10 triliun. https://t.co/Nue0sOHdhg
Sindonews. (2026a, September 29). Kejagung: Kerugian negara dugaan korupsi MBG tembus Rp10 triliun. https://t.co/NOQpcPTpbu
Sindonews. (2026b, September 30). Hari ini MK gelar sidang pembuktian PHPU syarat pendidikan Gibran. https://t.co/wuw7bLaZDN
VOI. (2026, Juli 30). KPK conducts OTT 12 times until mid-2026. https://t.co/BG5I18ky8j
I have been a posting slug!
How about that launch triple header last week: Starship, Crew 13, and Heavy!!!
Terrestrial low band spectrum acquisition and FCC approval for Starlink Mobile constellation!
And I am always relieved, grateful and proud when we complete a crew mission— welcome home to Mother Earth Crew 12!
Perkiraan waktu baca (tempo hati-hati): sekitar 4 sampai 5 menit.
Disclaimer akademis: tulisan ini membahas dua kata kasar sebagai objek kajian bahasa.
Bukti yang bisa ditelusuri berasal dari kamus, basis data leksikal, dan liputan media.
Belum ditemukan naskah kuno atau kajian etimologi khusus tentang kedua kata ini.
Jadi, sebagian bagian di bawah berstatus "terdokumentasi", dan sebagian lain hanya "dugaan yang masuk akal".
Keduanya dipisahkan dengan jelas.
......
Jejak Asal Kata "Ngewe" dan "Ngentot"
Kedua kata ini memakai awalan ng-.
Dalam bahasa Sunda dan Betawi, awalan ini lazim mengubah kata dasar menjadi kata kerja aktif.
Karena itu, yang perlu dicari adalah asal kata dasarnya, yaitu éwé dan entot.
Untuk éwé, bukti terkuat datang dari bahasa Sunda.
Satu basis data leksikal menyusun tingkatan tutur Sunda untuk kata "perempuan atau istri".
Bentuk halusnya istri, bentuk biasanya awéwé, dan bentuk kasarnya bikang atau éwé.
Jadi, éwé tercatat sebagai kata benda yang berarti perempuan atau istri, bukan sejak awal sebagai kata kerja.
Bukti lapangan dari media sejalan dengan itu.
Warga Kecamatan Lelea, Indramayu, disebut masih memakai bahasa Sunda kuno dan memakai ewe untuk menyebut istri (Tim detikJabar, 2023).
Seorang praktisi budaya Sunda juga menyatakan bahwa di masyarakat Baduy, Banten, ewe dipakai untuk perempuan bersuami, dan pasangan suami istri disebut ewe salaki (Andriansyah, dalam Azis, 2023).
Dari sini muncul satu jalur nalar: kata benda "istri" diberi awalan ng-, lalu maknanya bergeser menjadi tindakan yang dilakukan dengan istri, yaitu bersanggama.
Pola pergeseran seperti ini juga terlihat pada bahasa lain di Nusantara.
Dalam bahasa Jawa, kata laki tercatat bermakna hubungan seksual sekaligus suami (Blust & Trussel, t.t.).
Kemiripan pola ini menguatkan dugaan, tetapi belum membuktikan urutan sejarahnya secara langsung.
......
Untuk ngentot, kata dasar entot sudah masuk ke kamus baku.
Kamus ini memberinya label kasar dengan arti bersetubuh atau bersanggama (KBBI Daring, t.t.).
Asal langsungnya dicatat dari bahasa Betawi, dengan makna yang sama (Wiktionary, t.t.-b).
Bahasa Betawi sendiri tergolong salah satu bentuk dialek Melayu (Yasyi, 2024).
Jadi, jalur yang terdokumentasi adalah Betawi ke bahasa Indonesia ragam kasar, dengan ng- sebagai awalan Betawi.
Asal yang lebih tua dari entot belum ditemukan dalam sumber mana pun.
Karena itu, tidak bisa disebut kata ini berasal dari bahasa tertentu sebelum Betawi.
Kesimpulannya, ngewe paling kuat berakar dari kata Sunda éwé yang berarti istri atau perempuan, lalu bergeser menjadi kata kerja.
Sementara itu, ngentot berasal dari kata Betawi entot yang maknanya sejak tercatat memang sudah bersanggama.
Keterbatasannya ada tiga.
Pertama, kesaksian tentang Baduy dan Lelea berasal dari wawancara media, bukan survei dialek yang sistematis.
Klaim bahwa kata ini sudah ada sejak zaman Pajajaran juga belum didukung naskah.
Kedua, belum bisa dibuka langsung entri kamus primer, seperti kamus Sunda-Belanda karya Eringa (1984) atau Kamus Dialek Jakarta karya Chaer.
Ketiga, kapan tepatnya kedua kata ini mulai dianggap kasar belum terdokumentasi.
Sumber media pun mengaku tidak tahu kapan pergeseran makna ewe terjadi (Azis, 2023).
Congratulations to our Chair and CEO Dr. @LisaSu on receiving the National Medal of Science, recognizing her remarkable contributions to semiconductor technology, high-performance computing and American innovation.
Penjelasan ini hanya menangkap gagasan utama homili, jadi nuansa teologis (peran Roh Kudus, Ekaristi, tafsir Surat Galatia) dan banyak pesan sampingannya tidak ikut terbawa.
Konteksnya sudah saya cek: Misa pembukaan tahun akademik universitas-universitas kepausan di Basilika Santo Petrus memang terjadwal pada 8 Oktober 2026, dan Magnifica Humanitas adalah ensiklik pertama Paus Leo XIV yang membahas martabat manusia di era kecerdasan buatan.
Perlu diingat juga bahwa ini khotbah iman, bukan argumen ilmiah: banyak klaimnya (misalnya bahwa nalar paling sehat bila bekerja dalam terang Tradisi Gereja, atau bahwa hanya jiwa manusia yang bisa mengenali makna terdalam pengalaman) berangkat dari keyakinan Katolik dan masih diperdebatkan dalam filsafat sekuler maupun diskusi tentang AI.
Inti homili ini kira-kira begini: belajar dan meneliti seharusnya tidak sekadar menumpuk pengetahuan untuk diri sendiri, tetapi menjadi pelayanan yang dijalankan bersama orang lain, berakar pada iman dan ingatan akan pengalaman yang bermakna.
Bayangkan perbedaan antara orang yang hafal ribuan resep dan seorang ibu yang memasak untuk keluarganya.
Yang pertama punya banyak data, dan mesin pencari resep bisa melakukannya lebih cepat.
Yang kedua juga pakai resep, tapi ia masih ingat rasa masakan neneknya, tahu siapa yang tidak suka pedas, dan memasak supaya semua orang di meja bisa makan bersama, termasuk tetangga yang datang tanpa diundang.
Paus mengajak mahasiswa dan dosen menjadi "ibu di dapur" itu: memakai nalar dan sikap kritis (ia membaca teguran Paulus kepada jemaat Galatia sebagai ajakan berpikir, bukan sekadar marah), tidak mudah "terpesona" oleh pengajar yang menonjolkan satu bagian ajaran sampai mengorbankan keseluruhannya, tetap ingat dari mana mereka mulai ketika rutinitas dan persaingan membuat lelah, serta membangun persahabatan dengan rekan dari berbagai benua dan tidak melupakan orang miskin yang tidak punya kesempatan belajar yang sama.
Analogi dapur ini berhenti cocok pada dua titik.
Pertama, bagi Paus "mulai dari mana" itu bukan sekadar kenangan pribadi seperti rasa masakan nenek, melainkan pengalaman iman yang ia yakini berasal dari Roh Kudus, dan analogi rumah tangga tidak bisa menjangkau dimensi itu.
Kedua, kontras "hafal resep vs memasak dengan hati" bisa terkesan meremehkan data dan teknologi.
Padahal homili ini tidak menolak riset atau teknologi; yang ditolak adalah belajar yang berhenti di pengumpulan data dan kehilangan ritme diam, membaca, serta menimbang dengan cermat.
Intelligence must draw on memory. The mind must not simply compile data — as an algorithm now does more quickly than we can — but recall lived experiences, which contain depths of meaning that only the human soul can recognize, and connect more deeply with the goodness of these experiences. Everything that is good begins “with the Spirit” and thus possesses a breath, a dynamism and a sense of communion that, once experienced, are engraved upon the heart. https://t.co/Ij21tkb3qT
Disclaimer: Penjelasan ini menyederhanakan perdebatan ekonomi yang rumit.
Yang hilang antara lain soal utang, inflasi, siklus ekonomi, dan proses politik di parlemen.
Saya tidak berhasil menemukan sumber asli untuk redaksi persis kutipan, terutama kalimat "lesson taught by past experiences", jadi kata-katanya belum terverifikasi.
Namun gagasannya memang ditulis Friedman sendiri dalam opini tahun 2003.
Kelemahan utama teksnya: menyajikan sebagai hukum umum sesuatu yang dalam penelitian ternyata hasilnya campur aduk dan berbeda antarnegara.
......
Inti gagasannya begini.
Dalam opini 2003 itu, Friedman berpendapat bahwa sejarah menunjukkan pemerintah membelanjakan seluruh pajak yang diterimanya ditambah sebanyak mungkin yang bisa ia dapatkan.
Menurutnya, yang sebenarnya tetap bukanlah besarnya belanja, melainkan besarnya defisit yang masih bisa ditoleransi secara politik.
Kalau pajak dinaikkan untuk menutup defisit, belanja akan naik lagi sampai defisitnya kembali ke tingkat yang "bisa ditoleransi" itu.
Bayangkan anak yang uang jajannya selalu habis dan tiap bulan ngutang sedikit ke warung.
Kalau uang jajannya ditambah, Friedman memperkirakan si anak tidak berhenti ngutang, tapi malah jajan lebih banyak.
Jadi satu-satunya cara mengerem menurutnya adalah memotong uang jajannya, yaitu memotong pajak.
Analogi ini tidak lagi cocok karena beberapa hal: anggaran negara diputuskan banyak pihak lewat tawar-menawar politik, bukan satu anak; negara bisa berutang dalam skala besar atau mencetak uang; dan sebagian belanja negara (jalan, sekolah, rumah sakit) bisa memang dibutuhkan, bukan sekadar "jajan".
Masalah terbesarnya, klaim "pajak naik pasti diikuti belanja naik" itu over-generalisasi.
Para ekonom menamai gagasan ini "tax-and-spend hypothesis" dan sudah mengujinya berkali-kali dengan hasil yang tidak seragam.
Satu studi atas sepuluh negara periode 1951–1996 menemukan pola pajak-mendorong-belanja di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Inggris, dan AS.
Pola sebaliknya (belanja dulu, baru pajak menyusul) ditemukan di Australia dan Afrika Selatan, Kanada menunjukkan keduanya saling mempengaruhi, sedangkan Selandia Baru dan Thailand tidak cocok dengan hipotesis mana pun.
Studi lain atas negara-negara Uni Eropa justru lebih cocok dengan hipotesis bahwa keputusan pajak dan belanja diambil bersamaan.
Ada juga pandangan tandingan dari ekonom James Buchanan: pemotongan pajak bisa malah menaikkan belanja karena layanan pemerintah jadi terasa "lebih murah" bagi warga.
Bukti empirisnya terbelah, sebagian mendukung Friedman dan sebagian mendukung Buchanan.
Satu contoh penyeimbang lagi: AS sempat mencatat surplus anggaran sekitar 1998–2001 setelah kenaikan pajak di awal 1990-an, meski itu juga dibantu ekonomi yang sedang booming.
Friedman sendiri menganggap pengecualian seperti itu sebagai kebetulan akibat pemerintahan yang terbelah.
Jadi kutipan ini lebih tepat dibaca sebagai peringatan yang masuk akal tentang godaan politisi untuk terus menambah belanja, bukan sebagai kebenaran yang berlaku di semua negara dan semua zaman.
“Higher taxes will not reduce the deficit, except for a brief interval. They will simply increase government spending. That is the lesson taught by past experiences.”
— Milton Friedman
Bayangkan masyarakat yang bebas itu seperti menara kartu: ia bisa berdiri, tapi gampang sekali roboh.
Yang menyenggolnya bukan cuma musuh dari luar, tetapi juga orang-orang yang mengaku sayang pada kebebasan, misalnya mereka yang bilang "saya cinta kebebasan, tapi harga ini harus diatur, usaha itu harus dilarang," sampai pelan-pelan kartunya habis ditarik satu per satu.
Lalu kenapa menara itu bisa berdiri dan bertahan di beberapa tempat?
Menurut Friedman jawabannya bukan karena orang-orangnya lebih bermoral, tetapi karena kebebasan ekonomi itu menghasilkan lebih banyak.
Ambil contoh dua dapur.
Di dapur pertama, satu kepala koki mengatur semuanya: siapa memotong bawang, berapa garam, kapan kompor menyala.
Di dapur kedua, setiap juru masak bebas memasak dan menjual masakannya sendiri, dan pembeli bebas memilih.
Dapur kedua hampir pasti lebih ramai, lebih enak, dan lebih murah, karena tiap orang punya alasan untuk berusaha dan belajar dari kesalahannya sendiri, sementara si kepala koki di dapur pertama mustahil tahu selera semua orang.
Karena dapur bebas itu jauh lebih makmur, orang punya alasan kuat untuk mempertahankannya, dan dari kemakmuran itulah kebebasan lain (bersuara, berkumpul, memilih) ikut terjaga, sebab rakyat yang punya penghasilan sendiri tidak bergantung pada belas kasihan penguasa.
Jadi intinya: kebebasan politik ditopang oleh kebebasan ekonomi, dan kebebasan ekonomi bertahan karena ia terbukti lebih produktif.
Perlu dicatat, pandangan ini tidak diterima semua orang.
Para pengkritik menunjuk negara seperti Singapura atau Tiongkok yang ekonominya cukup bebas tetapi politiknya tidak, dan berpendapat bahwa pasar yang dibiarkan sepenuhnya bebas bisa melahirkan ketimpangan yang justru menggerogoti kebebasan itu sendiri.
“A free society is a delicate balance, constantly under attack, even by many who profess to be its partisans. I believe that free societies have arisen and persisted only because economic freedom is so much more productive economically than other methods of controlling economic activity.”
— Milton Friedman