• Valent @muhammadvalent_
(Ketua Lakpesdam NU Maroko 24/26)
• Matsna @matsnammar_
(Mahasiswa Universitas Moulay Ismail, meknes)
• Aiman @almazienii
(Mahasiswa Darul Hadits Al Hassania, Rabat)
—
sampai bertemu 👋🏻
dan barang siapa yang bersandar hanya kepada Allah SWT maka ia tidak akan pernah Miskin, tidak akan pernah Hina, dan tidak akan pernah Tersesat
- Cukup Satu
Coretan di Hari Jum’at📜 #11
—
Barang siapa yang bersandar kepada Harta, maka ia akan Miskin.
Barang siapa yang bersandar kepada Harga diri, maka ia akan Hina.
Barang siapa yang bersandar kepada Akal, maka ia akan Tersesat.
Kalo kata neuropsikologi “ketika kamu berbohong, itu sama artinya kamu sedang membenturkan hati nuranimu ke tembok”
Jadi, jujur aja deh manteman, apakah kalian juga setuju kalau kelapa sawit itu juga pohon meski ada daunnya?..
- awk🧠
📜Coretan di Hari Jum’at #10
—
“Yaudah si jujur aja”
Selain baik menurut agama dan kemanusiaan, neuroscience tuh ternyata juga menganjurkan kita buat jujur, hah? Emang kenapa?
Nah ketika kita jujur, prefontal cortex atau bagian di otak yang tugasnya mikirin dan buat mengambil keputusan/tindakan itu bakal lebih relax dan efeknya bikin hormon stress jadi menurun.
Al-Baihaqi meriwayatkan hadis ini dalam _Syu‘ab al-Iman_ hal. 256 vol. 2 (8389). Sanadnya dinilai da‘if oleh al-‘Iraqi karena terdapat perawi yang lemah. _Wallahu a’lam_
#9
Diriwayatkan dari Said ibn Al-Musayyib (secara mursal), bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Puncak kecerdasan setelah beragama (dengan baik) adalah berlemah lembut kepada semua manusia dan berbuat baik kepada setiap orang, baik orang baik atau orang buruk”
📜Coretan di Hari Jum’at #8
—
ليسَ الفَتَى مَن يَقولُ كانَ أَبِي
إنَّ الفَتَى مَن يَقولُ ها أَنَا ذا
“Bukanlah pemuda sejati dia yang berkata: ‘Ayahku dulu begini dan begitu.’
Pemuda sejati adalah dia yang berkata: ‘Inilah aku sekarang.’”
- Sayyidina ‘Ali bin Abi Thālib
📜Coretan di Hari Jum’at #7
—
عن زيد بن ثابت ؓ قال رسول الله ﷺ من كانت الدُّنيا همَّه، فرَّق اللهُ عليه أمرَه، وجعل فقرَه بين عينَيْه، ولم يأْتِه من الدُّنيا إلَّا ما كُتِب له، ومن كانت الآخرةُ نيَّتَه، جمع اللهُ له أمرَه، وجعل غناه في قلبِه، وأتته الدُّنيا وهي راغمةٌ
Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah SWT mencerai-beraikan urusannya, kefakiran mengunggunya, dan dunia tak akan datang padanya kecuali apa yang telah tertulis (di lauhul mahfudz) untuknya.