Tidak seperti biasanya, pengajian rutinan alumni Lirboyo Kemis Legi kali ini ditunda.
Ternyata Allah menyiapkan Kemis Legi yang lebih indah untuk kita semua: Lirboyo jadi ruang pertemuan para kiai, ulama dan masyayikh yang melahirkan kebijaksanaan dan kedamaian.
Tidak seperti biasanya, pengajian rutinan alumni Lirboyo Kemis Legi kali ini ditunda.
Ternyata Allah menyiapkan Kemis Legi yang lebih indah untuk kita semua: Lirboyo jadi ruang pertemuan para kiai, ulama dan masyayikh yang melahirkan kebijaksanaan dan kedamaian.
Selain karena NU sudah keramat sejak lahir, hari ini Lirboyo memperlihatkan keramatnya lagi (dan lebih besar). Pertemuan bersejarah para kiai, ulama dan masyayikh terjadi di Lirboyo hari ini. Semua mata nahdliyin tertuju ke sana. Semua menginginkan lahirnya kebaikan2 di sana.
“Wes tuwek, tukaran.”
Begitulah dawuh Romo Yai Anwar dlm salah satu acara.
Beliau berpesan kod seluruh alumni agar tidak larut dalam perselisihan yg tdk bermanfaat.
“Beliau sibuk ngaji, beliau sayah, beliau harusnya beristirahat di ndalem. Tapi demi keutuhan organisasi, beliau rela rawuh agar semuanya lekas membaik.
Kok tetep wae gak manut, berarti pancen wes kebacut.”
Jika anda sedang sholat fardlu ataupun sunnah kemudian mendengar orang yang minta tolong karena terbakar atau akan tenggelam maka engkau wajib membatalkan solatmu untuk menolongnya.
Bagaimana melakukan sholat wajib dikalahkan dengan kewajiban menolong orang yang dalam keadaan bahaya mengancam jiwa ? Ya memang demikianlah hukumnya. Saya yakin tuan-tuan sudah memahami.
Begitulah empati dalam hukum. Saudara-saudara kita yang ada di Sumatra sedang membutuhkan bantuan. Tidak cukup dalam sekala prinadi saja namun sekala negara. Dalam masalah bencana yang sudah sedemikian dahsyat tidaklah elok para pejabat ribut tentang status bencana, nasional atau bukan. Yang jelas bencana semenyedihkan tersebut adalah keadaan darurat. Sampai sholatpun wajib dibatalkan sebagaimana keadaan di atas. Apalagi hanya sekedar dana negara yang itupun dari hasil pajak mereka dan bencanapun disebabkan dari kesalahan kebijakan pejabatnya. Maka seberapapun dana yang dibutuhkan untuk saudara-saudara kita korban bah banjir lumpur dan kayu harus dan wajib dipenuhi dan diprioritaskan meskipun dengan mengurangi atau menghapus dana untuk program yang lain. Al-dlaruraatu tubikhu al-makhdlluraati.
Foto; https://t.co/P7OKVFGYuB
Dulu, dari yang pernah saya baca, Mbah As'ad pernah menyatakan mufaraqah dari Gus Dur yg waktu itu menjadi Ketum PBNU. Tapi kemudian beliau juga menegaskan bahwa beliau “tetap NU”.