I started dying when I saw how many goalies the kiddos had ๐
But this is brilliant!
3 Japanese National Team players vs 100 elementary school kids!
So fun!
KTP gue hilang 3 minggu lalu.
Gue udah pasrah bakal antri panjang, bolak-balik kantor, minta surat ini itu.
Temen gue bilang, "Siap-siap aja. Itu prosesnya lama."
Ternyata gue selesai dalam 1 hari.
Tanpa calo. Tanpa titip siapapun.
Dan ada satu hal yang 90% orang gak tau soal ini.๏ฟผ
Sehari setelah turunnya Soeharto tentara mulai bergerak memukul mundur mahasiswa yang masih bertahan dan membuat barikade di Gedung DPR/MPR.
Aparat mengerahkan truk-truk militer dan bus untuk mengangkut pulang para mahasiswa.
๐ฝ๏ธ BBC
The story of the man who almost accidentally spoiled the US Army plan to eliminate Osama Bin Laden with a tweet, 15 years ago Today.
With a couple of software projects on the go, Sohaib Athar was making the most of the late-night calm to get some work done.
As his wife and son slept, he heard the whir and chop of rotor blades above the two-story house where they lived. Strange, he thought, for an aircraft to be flying so low over a residential area at this hour. He checked the time: it was well past midnight.
Abbottabad, a former colonial garrison town nestled in the green hills of northern Pakistan, is a small city known for its trees, parks and the countryโs top military academy.
Athar and his family moved there in 2009 to get away from the heat, grime and occasional terrorist attacks in Lahore, a traffic-clogged metropolis on the plains of Punjab.
And he didnโt know it then, but with that one sentence, he had become the first person to report on a blockbuster news story that would grip the world.
Begpacker berkeliaran lagi di Jakart
Kalau kalian ketemu bule ngemis, ga usah dilayani sama sekali, coba ajak ke kantor polisi, pasti ga akan mau.
Modusnya macam-macam: sesimpel kehabisan duit, kecopetan, kerampokan, modus semua. Kecuali anda lihat langsung ybs celaka atau perlu pertolongan darurat, abaikan saja permintaan mereka, sama sekali jangan digubris, "nasehati" kalau perlu, seperti yg beberapa kali saya lakukan, di Jakarta, KL, Saigon, dan Bangkok, modusnya sama semua, pernah ketemu yang mabok bau alkohol berani-beraninya minta uang.
Kita ke LN harus visa ini itu, bawa uang cukup, kok sebaliknya bule kere mau memanfaatkan kebaikan org Indonesia/SE Asia.
Jangan dilayani dan beri teguran bila anda bisa.
Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya.
BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab".
Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu?
BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal.
Secara bisnis, ya, mereka rugi.
Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan?
Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"?
1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi.
2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai.
3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan.
4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri.
Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem".
Itu namanya kegagalan sistem!
Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan.
Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah.
Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban".
Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit.
Rencana masa depan yang sederhana, bukan?
Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya.
Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya?
Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana.
Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
Di Eropa nyetir 4 jam udah pindah negara.
Indonesia :
Nyetir 4 jam di Pulau Jawa udah pindah provinsi.
Nyetir 4 jam di Pulau Sumatra masih di satu provinsi.
Nyetir 4 jam di Pulau Kalimantan masih di satu kabupaten.
Nyetir 4 jam di TB Simatupang jam pulang kantor masih dalam satu kecamatan.
Jackie Chan said this scene terrified him more than almost anything else in his career.
He spent days standing on a rooftop, staring down 20 stories, trying to convince himself to jump.
Sliding face-first down a 45-degree glass wall with hidden cable.