Ini berlangsung sejak pemerintah kerap lepas tangan terkait kesejahteraan guru. Mereka tahu gaji guru kecil, tapi mendiamkan itu.
Jadi intervensi Pemerintah itu cuma buat MBG, buat guru mah bodo amat. Kualifikasinya kalo perlu dibuat setara nabi dengan gaji yang sekecil kecilnya.
Fun Fact
- Anggaran MBG 2026 = Rp335 T
- Tunjangan guru non-ASN = ~Rp14 T
Selisihnya hampir 24x lipat
Andai aja anggaran sebesar itu dikonversi ke kesejahteraan sama pengembangan guru dan tenaga pendidik, mungkin skor PISA kita bisa ningkat kali ya
Guru PNS mengalami banyak pemotongan, yang ngajar di 3T mengeluh tunjangan daerah turun, padahal mengambil resiko bawa keluarga ke perantauan dengan anak istri, dan yang PPPK seperti guru PNS, tunjangan daerahnya seret, terdampak efisiensi buat MBG, karena transfer ke daerah oleh pusat juga seret, tidak beda jauh guru Paruh waktu, gajinya mirip-mirip honorer kadang di bawahnya, beda status doang, ngandelin TPG, begitupun guru honorer sudah tidak bisa digaji pake dana bos kalau sudah TPG, artinya sebagian besar guru, PNS, PPPK, Paruh waktu dan Honorer serta guru swasta yang lulus PPG tapi gaji minim, hanya mengandalkan TPG, ternyata,TPG nya telat secara nasional berbulan-bulan, begitupun guru Non ASN (Honorer & Swasta) yang belum TPG, bisa dapat dana BOS hanya 20% bagi negeri dan 40% bagi swasta--Kalau gurunya makin banyak di sekolah itu--maka dibagi makin kecil kayak telor dadar, diaduk dan dibagi rata--memang ada tambahan namanya insentif/BSU, katanya 300-400 ribu perbulan cairnya sekali setahun tapi ngitungnya 7 bulan-- gak tau bulan lainnya, untuk cair harus lewat ular tangga, bisa belok tidak terdata, belum beli materai terus buka rekening lagi, bolak-balik bank, bensin, parkir, dan itupun belum tentu cair, nah itu kalau sekolah di bawah naungan Kemdikdasmen, kalau di Kemenag, guru madrasah bisa lebih telat lagi, dan belum tentu itu bisa bayar tagihan sebelumnya karena TPG telat BSU/Insentif telat dan dana BOS juga telat, yang ada ancur keuangan guru, boro-boro beli kebutuhan pokok, telat TPG 3 bulan hasilnya hutang + denda + bunga belum tentu terbayar dan ternyata buat bayar ongkos mengajarnya saja tak ada.
Nah, untuk memahami kondisi ini, cobalah baca paragraf di atas dalam satu nafas tanpa jeda.
Kekurangan guru SD sekarang makin tinggi. Di Jakarta, beban kerjanya dari 45-90 jam/minggu. Karena kekurangan guru ditanggung guru eksisting/tersedia. 90 jam memang gak masuk akal, yaitu caranya 2 kelas di gabung. DKI kekurangan sekitar 8 ribu guru, Jabar 6 ribuan. Secara nasional kita kurang sekitar 500 ribu guru. Baru mau ada rekruitmen 2027, tiap tahun pensiun guru sekitar 60 ribu.
Calon guru membludak, tak tahu ditempatkan dimana. Lulusan kependidikan sulit dapat kerja. Karena rekruitmen CPNS guru, 7 tahun tidak dibuka. 5 tahun jokowi + 2 tahun Prabowo.
Kayaknya guru hebat yang dibahas disini mungkin sudah tidak ada karena burn out.
Ini mereka soal reformasi pendidikan dan fasilitas "aja" loh bisa semasif ini.
Di indo udah lapangan kerja dikit, regulasinya payah, presiden dan wapresnya plenger, dan ditambah masalah lingkungan. istg this is the level of protest we should have or we should be angrier malah
Karena memang penghasilan mereka hanya dari TPG. "Gaji" dari BOS, baik nasional maupun daerah, sudah dihentikan semenjak ybs mendapat TPG.
Pemerintah bilang TPG langsung ditransfer dari pusat tiap bulan. Verifikasi dan validasi data yg melebihi verifikasi KPU sudah dilakukan. Sudah masuk bulan Oktober, dan ada yg TPG-nya belum cair sejak Juli.
Program prioritas presiden urusan pendidikan harusnya menjadi daya dukung dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan, bukan sebaliknya. Maka hasilnya akan terbalik.
Siswa SR dengan fasilitas yang baik, malah banyak yang kabur, dan MBG bukannya menjadi daya dukung nutrisi malah jadi keracunan masal yang terus menerus terjadi.
Bener please ga usah dirayain hari guru itu. Tpgnya dulu bayarin. Hari guru cuman bikin drama tau. Please viralin ini juga dong guru guru. Jangan mau kalah sama sppg yg playing victim itu. Karena kita lah korban sebenernya
Padahal tahun lalu gembar-gembor paling berjasa karena mengambil-alih mekanisme transfer tunjangan profesi guru sehingga bisa cair TIAP BULAN, tidak seperti daerah yg 3-6 bulan sekali. Eh, ternyata? Podho wae..
Ini semua karena apa?
YTTA
Kemarin juga diceritain BBGTK, ada pemangkasan dana dari sekian puluh M menjadi 400juta saja, sehingga peningkatan kompetensi guru kemungkinan hanya bisa dilakukan secara daring asinkron sepanjang tahun.
400jt buat operasional aja nggak cukup.
Jahat banget kalian.
BGN sama Kopdes masih bisa foya-foya
Polisi di Cilegon mengadakan latihan pengendalian huru hara yg lokasinya di tengah jalan protokol. Kemudian polisinya nembakin gas air mata. Sekitar 200 m dari lokasi latihan, ada sekolah Al Hadid. Para siswa malah menghirup asap gas air mata yg bikin mata perih dan sesak napas.
@DivHumas_Polri bilangin anggota lu agak pinter dikit jgn bodoh di ambil semua. Taukan kenapa kanjuruhan pd meninggal?
pelajar dki datangi gedung mk
mereka mengugat soal syarat pendidikan capres dan cawapres
mereka heran kenapa harus ujian dan punya ijazah asli supaya bisa daftar kuliah
tapi calon wapres boleh pakai surat penyetaraan saja
mereka merasa aturan ini tidak adil dan tidak jelas
mereka menggugat ke mk dengan alasan pasal 28d uud 1945: semua orang berhak kepastian hukum dan perlakuan yang sama
yang mereka minta ke mk
kata "sekolah lain yang sederajat" diganti jadi "sekolah menengah atas yang sederajat"
kesetaraan sma harus ditentukan pemerintah dengan aturan yang jelas
calon pemimpin wajib bawa bukti tamat, bukan hanya bukti ikut kuliah