Kalau soal nafsu saya kasih tahu ya, laki-laki itu bisa beli, murah, gampang, nggak pakai ribet. Kalau soal lapar, laki-laki bisa ke warung, nasi padang ada, pecel lele ada, nggak perlu nunggu kamu masak. Dan kalau soal rumah berantakan, baju numpuk, piring kotor, laki-laki bisa sewa pembantu, tinggal bayar, beres selesai.
Terus kamu nanya, jadi laki-laki nikah buat apa? Nah sini saya kasih tahu ya, banyak perempuan di luar sana salah paham. Ini bukan soal nafsu, ini bukan soal makanan, ini bukan soal cari orang untuk bersih-bersih rumah. Kalau cuma itu ngapain nikah, mending hidup sendiri, iya kan lebih hemat, iya kan nggak ada drama.
Yang laki-laki cari itu beda, yang nggak bisa dibeli, nggak bisa disewa, nggak ada di warung. Ini adalah soal tempat pulang, tempat pulang paling nyaman ketika laki-laki lagi selelah-lelahnya, lelah kerja, lelah dihajar dunia, lelah pura-pura kuat di luar sana. Dan tempat pulang itu adalah kamu, iya kamu, wanita yang paling dicintainya.
Sering kali orang salah mengartikan senyuman & kesabaran kita sebagai kelemahan. Padahal, diamnya seseorang sering kali adalah cara terbaik untuk menjaga harga diri
Berhenti membuang energi untuk orang yang tidak tahu cara menghargai ketulusan. Batasan diri itu penting!