This is a day full of battles!
This is one shared dream we must conquer together!
This is #PERSIBDAY 💙
Together we fight for a glorious ending!
#WeArePERSIB
#PERSIB tidak pernah melupakan sejarah. 14 Maret 1933 hingga saat ini terdapat perjalanan panjang yang harus dihargai dan diberikan sebuah makna yang mendalam 💙
#WeArePERSIB
Prabowo Singgung Lagi Distribusi MBG di Sumbar dan Aceh
“Buktinya saya kalah di Sumatera Barat, benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat. Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kami bangun Aceh habis-habisan,” ucapnya.
@persib Mencaplok Pemain Naturalisasi,
Terlihat Menyebalkan tapi Tak Melanggar Aturan
Kalau dipikir-pikir, Langkah Persib memborong pemain naturalisasi memang terlihat menyebalkan. Rasanya seperti melihat orang kaya beli mobil listrik, ehh dapat diskon dan pajaknya kecil. Sah, tapi bikin dongkol.
Ada kesan mengakali,
tapi bukan mengakali aturan, melainkan niat baik di balik aturan itu sendiri.
Sepak bola lokal diharapkan jadi ladang pembinaan, tapi malah jadi panggung pemain hasil impor passpor.
Bagitulah kata hati beberapa warga desa sukamandi, yang saya coba tulis...
Namun,
sebagaimana sering terjadi di negeri ini, yang salah bukan pemainnya, bukan pula klubnya, melainkan desain kebijakannya.
Regulasi kita,
membatasi pemain asing, membuka kran naturalisasi.
Tapi, tak diimbangi pengembangan pemain usia dini.
Bahkan piala liga pun, kita tak ada.
Jika kita melihat fenomena ini dari kacamata fans Badak Lampung FC, kita akan merasa, bahwa Persib bertindak rasional.
Sangat rasional.
Bahkan terlalu rasional untuk sistem yang tidak siap.
Ketika kualitas pemain lokal timpang antarposisi, klub mana pun akan mencari jalan pintas yang legal.
Ini bukan akal-akalan, ini stratehi ekonomi politikh didalam sepak bola. Jangan salahkan pelaku, karna aturan memang memberi celah ke arah sana. Jangan terlalu di ini in, lah. pokoknya.
Kita ingin liga membina pemain lokal, tapi klub jelas punya target, dan ingin selalu kompetitif, wajar kan?. Jadi, Persib memang terlihat menyebalkan. Tapi tidak melanggar aturan.
Kritik ke Persib, itu wajar.
Namun ingat, mereka sudah taat aturan.
Coba kita koreksi keatas, dan mencegah konflik horisonal.
Koreksi sistem yang selalu longgar.
“Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kami sudah kerahkan, ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus.”
— Prabowo Subianto addresses the Sumatra disaster during the cabinet meeting.