rakyat indonesia harus turun ke jalan untuk menyeret paksa jokowi ke pengadilan
jangan biarkan hukum indonesia diinjak-injak seenaknya oleh manusia hina sehina-hinanya dan rendah serendah-rendahnya itu
Sadis! Modus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) makin vulgar. Kejagung tetapkan Brigjen Pol LMI jadi tersangka ke-7 atas skandal bisnis ompreng (food tray). Calon mitra diperas beli wadah makanan lewat perusahaannya dengan harga selangit demi dapat approval titik pelayanan. Benar-benar biadab, program sosial dijadikan ajang palak massal.
Video : tribun
99 Tahun PNI: Api Marhaenisme yang Tak Pernah Padam
4 Juli 1927. Soekarno yg berusia 26 tahun. Bersama Tjipto Mangoenkoesoemo, Sartono, Iskaq Tjokrohadisuryo, Sunaryo, Budiarto, Anwari & Samsi, mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia — 1 tahun kemudian bertransformasi: Partai Nasional Indonesia (PNI)
Waktu itu Soekarno melihat organisasi2 yg ada bergerak setengah hati, sebagian masih berharap pada belas kasih kolonial. PNI lahir: "non-kooperasi" menolak berjasa sama dgn penjajah Belanda.
Masak ga panik?
Paniklah 🥱
Menhut Akui Terima Amplop dr Bupati Kuansing, Klaim Sudah Dikembalikan.
“Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan dengan map, ya. Dan ketika beliau pergi, saya baru sadar dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut. Saya tidak tahu isinya apa, tapi saya tidak, merasa tidak memiliki hak terhadap amplop tersebut,”
Kasus2 gitu banyak
Terima, kembalikan
Buktinya ga tau isinya apa?
Buktinya kembalikan apa?
Klo niat ga terima ya panggil, sanksi lah.. jelas2 modus suap kok...
Kita lihat aja KPK sekuat apa ato cm angguk2 spt biasa 😏
Saran saya sederhana, kalau Jokowi menolak hadir di persidangan, maka seluruh rakyat yg ingin melihat ijazah asli Jokowi sebaiknya serempak silaturahmi ke rumah Jokowi, tunggu didepan pintu sampai Ijazah ditunjukan, gitu aja beres!!.
GILA!!! 9 JUTA HEKTAR SAWIT TIDAK BAYAR PAJAK DI ERA JOKOWI
Mafia langsung setor ke solo.
Pantasan birahi kekuasaan makin gila nih orang. Udah pantas di hukum nepalkan mereka sekeluarga serakah semua.
Seorang lelaki bernama Joko widodo yg pernah jadi presiden 10 tahun sedang melaporkan beberapa org warganya ke polda metro jaya karena mereka mempertanyakan keaslian ijazahnya.
Ini real, bukan konten🤣🤣🤣
Peristiwa tanggal 17 Mei 2026, 02.00 WIB Dini hari, diduga 1 Pleton TNI mencuri belasan ekor lembu di Dusun Labuhan Pinang, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, milik seorang janda bernama Boru Naga.
Saya Sidang Perdana Ijazah Jokowi
Kamis 2 Juli 2026
Lalu Ujian Tertutup Doktor
Jumat 3 Juli 2026
Yang pertama, temenin yuk rame-rame kita ke PN Jaktim
Yang kedua, semoga ngga ada Polici yang ngintipin saya Ujian
Mohon doanya yaaa
30 April 2025.
Tanggal dimana seseorang yang ada di foto ini datang ke POLDA Metro Jaya dan melaporkan saya dengan pasal yang tak tanggung-ganggung hukumannya: 8 tahun dan 12 tahun!
Namun anehnya, orang itu ternyata datang ke kantor polisi.
Lalu membuat laporan… di meja pelayanan kehilangan.
Dan di situlah semua orang waras se Indonesia tercengang.
"Kehilangan apa yang dia laporkan? "
Atau...
Apa yang sebenarnya sedang “dihilangkan”?
Waktu berjalan.
Hari berganti minggu.
Minggu berganti bulan.
Bulan berganti tahun.
Narasi liar mulai tumbuh, tapi tanpa arah. Tanpa pegangan.
Semua orang menebak.
Lalu terjadilah 26 Juni 2026.
Hari dimana saya dinyatakan bebas dari penahanan selama proses sidang atas pasal-pasal bengis setahun lalu.
Pada tanggal itu saya diberi kesempatan melihat beberapa barang bukti.
Dan seketika segala teka-teki 450 hari runtuh.
Saya hanya bisa berucap:
"MasyaAllah ta barakallahu".
Di detik itu semuanya, tiba-tiba masuk akal.
Ternyata, ini bukan hanya tentang sesuatu yang hilang.
Ini tentang sesuatu yang dibuat seolah-olah hilang.
Sebuah konstruksi.
Sebuah skenario.
Sebuah langkah kecil, yang jika dilihat sekilas tampak remeh,
tapi jika disusun dalam satu garis waktu, menjadi sangat presisi.
Sekarang coba kita ulang adegannya.
Seseorang datang ke kantor polisi.
Memilih meja pelayanan kehilangan.
Mencatat sesuatu sebagai “hilang”.
Pertanyaannya bukan lagi:
“apa yang hilang?”
Tapi:
“kenapa itu harus dinyatakan hilang… pada saat itu?”
Karena setelah saya melihat potongan bukti itu…
Saya tidak lagi melihat foto ini sebagai kejadian biasa.
Saya melihatnya sebagai:
titik awal dari sebuah narasi yang dirancang.
Dan jika satu titik awal saja sudah tidak jujur,
maka seluruh cerita setelahnya…
patut dipertanyakan.
Ini bukan tentang satu orang.
Bukan tentang satu laporan.
Ini tentang bagaimana kebenaran bisa dibentuk,
pelan, rapi, administratif,
tanpa suara.
Sampai suatu hari, ketika semuanya sudah terlalu jauh,
orang baru sadar, semua adegan yang dipertontonkan, adalah fiksi.
Seperti berkali-kali saya katakan, peristiwa ini sesungguhnya tidak harus dipaksakan menjadi sidang pengadilan.
Akan malu kita semua senegara.
Betul-betul malu.
Ini bukan Gibran...bukan!
Ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester.
Well spoken, data bagus lengkap, penjelasan meyakinkan, bicaranya penuh percaya diri tajam, kritis & selalu based on data