Tesis Banalitas Otoritarianisme
"Kuliah" Cak Sukidi, intelektual Muhammadiyah, pemikir Kebhinekaan, di sebuah acara di Perpusnas minggu lalu ini viral, khususnya di kalangan mereka yang concern dengan kondisi Indonesia.
Lima argumen yang Cak Sukidi sampaikan, rasanya sudah terjadi semua. Cek list terjadinya otoritarianisme di sebuah negara. Apa saja kelima argumen itu?
Buat anda yang tidak sempat mengikuti 7 menit kuliahnya, ini saya rangkumkan.
Cak Sukidi menguraikan tesis banalitas otoritarianisme di Indonesia melalui lima mekanisme: instrumen pemilu, koalisi super mayoritas yang membuat parlemen disfungsional, persenjataan birokrasi untuk populisme menipu, persenjataan penegakan hukum, serta aliansi kotor dengan kekuatan uncivil Islam.
Disorot pelajaran sejarah kematian demokrasi melalui prosedur demokratis, dampak hilangnya check and balances, dan legitimasi resistensi politik non-kekerasan ketika kanal formal gagal.
Pembelajaran Utama
Banalitas otoritarianisme di Republik Indonesia sebagai tesis utama dengan lima argumen pendukung.
Argumen 1: Otoritarianisme bekerja melalui mekanisme pemilu; pemilu digunakan sebagai instrumen keberlangsungan otoritarianisme.
Bukti argumen 1: Institusi negara (terutama kepolisian) dipakai sebagai alat kekuasaan; aparatur negara dijadikan alat kepentingan elektoral; kebijakan negara dipakai sebagai senjata bagi kepentingan politik elektoral.
Pelajaran sejarah: Tahun 1933, Hitler terpilih secara sah dan konstitusional; empat pekan setelah berkuasa, ia membunuh demokrasi; menunjukkan demokrasi bisa mati di tangan presiden terpilih dan kekuatan pasisme/otoritarisme/komunisme/nazisme.
Argumen 2: Presiden otoriter-populis membangun koalisi super mayoritas di legislatif sehingga parlemen menjadi dysfunctional (meminjam istilah Budiman Tanurejo dalam memo BDM).
Konsekuensi argumen 2: Parlemen kehilangan fungsi check and balances dan menjadi stempel keberlangsungan otoritarianisme kompetitif; minimnya suara-suara kritis karena parlemen menjadi penghamba kekuasaan.
Argumen 3: Otoritarianisme bekerja melalui birokrasi eksekutif (weaponization of government bureaucracy menurut Stephen Levitsky dan Lucan Way/Conway dalam Foreign Affairs); birokrasi patrimonial dan korup mendukung kebijakan populis yang menipu (fraudulent populism ala William Shakespeare).
Inti argumen 3: Populisme tidak membawa kemajuan; hanya tipu daya demi kepentingan politik elektoral.
Argumen 4: The executive weaponization of law enforcement (Thomas Power); yudikatif dipakai sebagai persenjataan hukum untuk 3 tujuan: menghukum kompetitor politik; mengkonsolidasi kesetiaan; menjadikan pihak di dalam/luar kekuasaan sebagai sandera politik.
Argumen 5: Unholy alliance—aliansi kotor antara pemerintahan otoriter dengan kekuatan uncivil Islam yang meninggalkan fungsi civil Islam sebagai penopang demokrasi dan menjadi penyokong utama kekuasaan otoriter.
Quotes
"Hari ini hantu lain berkentayangan di Republik kita, hantu itu bernama otoritarianisme."-- Sukidi 《Pidato pembuka di Perustakaan Nasional》
"Sejarah memang tidak berulang, tapi sejarah memberikan pelajaran bagaimana demokrasi mati justru di tangan presiden yang terpilih melalui instrumen demokrasi."-- Sukidi (mengacu pada Timothy Snyder) 《Rujukan pemikiran Timothy Snyder dalam konteks pelajaran sejarah demokrasi》
"Populisme itu tidak akan membawa kita pada kemajuan apapun, tetapi hanya bentuk tipu daya kepada masyarakat."-- Sukidi 《Paparan argumen tentang fraudulent populism》
"Ini adalah resistensi politik terhadap kegagalan pemerintahan yang besar."-- Sukidi (mengacu pada Henry David Thoreau) 《Rujukan Henry David Thoreau tentang political resistance》
What do you think Lur?
Pengusaha lokal diduga meminta jatah 5 Triliun tanpa lelang dari investor asing PT Chandra Asli Alkali (CAA).
Perusahaan itu tengah menginvestasikan modal senilai 15 triliun untuk membangun pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichlroride (CA-EDC) yang berlokasi di Cilegon, Jawa Barat.
Stereotype “Orang Sunda Males” tuh dampak dari kebijakan. Bukan setelan pabrik.
Industri terkonsentrasi di daerah urban. Itupun diisi sama orang dari berbagai daerah.
Sementara pekerjaan di Rural (ex: Petani) juga gak bikin sejahtera.
Lalu darimana asal muasalnya?
Bali is paradise.
Until you realize who's pulling the strings.
- Police have no power
- Politicians are just puppets
- The real force? Not the Hindu gods
Here’s the full story behind the real boss of Bali:
UGM kembali memberikan klarifikasi terkait tuduhan ijazah dan skripsi palsu Joko Widodo.
Baca klarifikasi lengkapnya melalui tautan:
https://t.co/I7vSuPU1Bl
Min tolong bantu UP
Disclaimer : "Saya bertujuan ngepost ini hanya untuk mencegah kejadian yang sama Bukan untuk menjatuhkan usaha orang lain"
Semalam saya beli sate lewat shopefood semuanya terasa aman2 saja tapi emang rasanya aga sedikit aneh tp saya pikir hanya perasaan saya aja... singkat cerita bangun tidur tadi jam 07:22 sayaa mengalami sakit perut,gemetar,mual,lemas&pingsan lalu saya langsung pergi ke klinik cek lalu hasilnya saya KERACUNAN MAKANAN
Saya punya bukti saya periksa dan bukti memesan makanannya, sesudah pulang dari klinik saya cek Google saya kaget juga ternyata 3bulan lalu ada juga kejadian yang sama... Saya cari kontaknyaa tidak ada di Google.... Saya harap tolong jangan sampai ada kejadian yg sama karna tetep pembeli yang di rugikan. Apalagi saya punya penyakit lambung kronis untung kata dokternya cepet2 di periksa..... Jika ada pihak yg tidak terima atas postingan sayaa boleh DM saya ....
Dan posisikan menjadi posisi korban apalagi saya anak rantau jauh dari keluarga.
Maaf kalau ada kata2 yg salah atau kurang jelass Terimakasihhh🙏🏼🙏🏼
(Ehinilala)
@mohmahfudmd Saya tetap tidak setuju dgn artikel tsb, terutama pd komparasi dg Adolf Hitler yg, dlm ukuran apa pun, tetap jauh lbh bengis dibanding semua pemimpin Indonesia.
Rekap foto Jet sang anak mantu, yg ketangkep di temlen:
~anak mantu posting jendela dan ekor pesawat.
~netijen ngecek, jendela yg difoto bukan pesawat biasa, tp jet pribadi.
~netijen lanjut nelusuri pemilik jet, ketemu nama satu perusahaan.
~perusahaan pemilik jet ternyata satu grup dg perusahaan sponsor salah satu klub bola.
~netijen jg menemukan pemilik jet terkait dg perusahaan marketplace yg dah buka kantor di Solo.
~netijen jg nemu, perusahaan tersebut terkait dg sebuah bank yg di akta pendirinya ada nama bapaknya presiden terpilih.
Dari foto jendela terbongkar jalinan kolusi tingkat dewa.
Netijen dahsyat.