@pandji berita ini bakalan di framing buzzer 02 buat nyudutin mahasiswa narasinya bakalan ga jauh - jauh dari " Mahasiswa gapunya akhlak " , " Mahasiswa anti diskusi " Dll
Ini adalah postingan paling konyol dan bodoh yg pernah aku baca, moga aja abangnya di korea gak kena masalah gara" konten ini. #Knetz satu ini cuma translate asal-asalan, trus dengan gampangnya fitnah abang ini. Padahal jelas-jelas abangnya lg kerja di Korsel, dan kalau konten ini viral bisa jadi masalah buat pekerjaannya.
Biar kuperjelas, cilor itu nama makanan. Dan saat seseorang bilang "cilor mau cilor" saat berdebat adalah untuk membuat lawan bicara marah karena sang pengucap udah malas berdebat. Ini biasanya di ucapin pas satu pihak udah ngomong panjang lebar pas debat terus pihak kedua udah males meladeninya, makanya pihak kedua bilang "cilor mau cilor". Tujuannya agar pihak pertama marah dan perdebatan berhenti.
Gak ada hubungan seksual apapun dalam konteks ini, toh kata ini keluar pas indo lg debat sama Knetz kan. Lagian abangnya di video cuma baca komen-komen dari #SEAblings, bukan ngomong langsung ke seseorang.
Kayaknya akun ini bikin konten emang bertujuan buat jatohin abangnya, orang Korea emang terkenal rasis sama imigran dari Asia Tenggara. Kemaren mereka coba jayohin No Na tapi gagal, sekarang malah nyerang orang biasa. Moga abangnya baik-baik saja.
#SEAblingsAgainstRacism
Secara komparatif, kelas pengusaha Indonesia jelek, bodoh, dan gaptek.
Alasannya, mereka muncul bukan lewat kompetisi Darwin, tetapi lewat kroni-kronian.
Salah satu keluarga terkaya adalah keturunan maling yang dulu merampok kayu bulat di Jawa Tengah bareng Kolonel Soeharto.
Setelah Reformasi, terjadi deindustrialisasi dan commodity boom dan sepertinya tren ini malah semakin parah. Kelas pengusaha pribumi yang muncul malah lebih busuk, lebih rampok, lebih malas, dan lebih gaptek.
Ciri khas pengusaha-pengusaha payah, bodoh, dan gaptek ini adalah sangat sibuk di parpol dan politik, karena hanya dari situlah mereka bisa mendapat uang, proyek, dan tanah. Mereka tidak bisa untung lewat cara lain.
Hari ini lebih dari separuh anggota DPR adalah pengusaha semacam ini.
Misal, barangkali ada pengusaha perusahaan pesawat yang kualitas maskapainya sungguh jelek dan menyedihkan, sehingga satu-satunya cara bertahan adalah menjadi waketum partai dan mendirikan monopoli lewat situ seperti mafia.
Beberapa seperti di Cilegon malah secara langsung merampok pengusaha dan bisnis yang datang. Mereka secara praktis sudah bukan lagi pengusaha, melainkan preman yang hanya bisa merampok dan memalak. Entah mengapa preman-preman semacam ini malah iseng masuk ke asosiasi-asosiasi pengusaha.
Mereka tidak mampu dan tidak mau berkompetisi dan berinovasi di pasar yang bebas. Alasannya karena mereka payah, bodoh, lamban, tidak kreatif, dan gaptek.
Orang-orang payah dan lamban seperti ini akan langsung dilindas gepeng oleh kegesitan dan kecerdikan kelas pengusaha, kelas STEM, dan kelas manajerial China dari China, yang lahir dari tiga kombinasi maut antara neraka kompetisi Darwin yang tanpa ampun, dukungan kebijakan industri, dan sistem pendidikan.
1. Gagasan campur aduk.
2. Premis kabur, kesimpulan absolut.
3. Kata² spt : "cemoohan", "kelewat batas", "level akidah", dipakai tanpa definisi operasional.
4. Gelar S. H., M. H., seharusnya sudah "terlatih" disiplin berpikir, pun harusnya memahami pemisahan isu, presisi istilah, & konsistensi logika.
__________________
Kalimatmu melompat dari tambang ke akidah, spt orang yg kehabisan argumen, lalu berlindung di "wilayah suci", tanpa definisi, tanpa batas, pun tanpa logika "objektif" dijadikan stempel moral, dan "kelewat batas" jadi vonis final.
Dari narasimu, justru kamu sedang memosisikan salat sbg simbol rapuh, yg konon luluh lantak di panggung komedi.
Padahal, yg retak bukan akidah, yg rapuh bukan salat, tp keberanian membedakan kritik dari penistaan, keimanan dari kepanikan, & nalar dari amarah.
__________________
O ya, satu hal :
OBJEKTIF, BUKAN OBYEKTIP.
.
.
@muannas_alaidid Yang jadi cemoohan itu orangnya bukan sholatnya....masak sholatnya sudah 5 waktu, tapi masih suka menipu, masih suka ngentit harta rakyat, masih suka menerima upeti dari pegawai yang melanggar......Mestimya dengan sholat yang benar akan menjauhkan orangnya dari perbuatan mungkar.
“Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita maafin koruptor, wapres kita?? Gibran” - Pandji Pragiwaksono.
Gokil ini Mens Rea, kerenn 👏