KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
Ribuan guru madrasah memadati gedung DPR kemarin, kalo isu pendidikan & kesejahteraan guru tidak menjadi prioritas utama pemerintah. Kebangetan sih….
JANGAN PERNAH BERHENTI MENYUARAKAN
‼️PAPUA BUKAN TANAH KOSONG ‼️
.
.
Sejak kecil aku lahir di Papua selalu di ajarkan untuk menjaga alam karena alam yang kasih kita makan dan alam yang jaga kita.
Mereka,para guru itu lagi demo pak 😭😭bukan jumpa fans.Malah dadah .
Kalau cuma penhen dadah- dadah di mobil gitu ikut karnaval aja pak, ga usah jd presiden!!!!!!!!
Dalam sebuah podcast bersama Mahfud MD, Ahok melontarkan kritik keras terhadap penguasa saat ini yang ia nilai menunjukkan sikap angkuh dan jauh dari kepentingan rakyat.
..
..
..
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu.
BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Tanpa persetujuan Kemenkeu.
Dan kantornya distributor motor itu belum jadi.
Baca lagi.
Kantornya belum jadi.
Tapi motornya sudah ada di Indonesia.
Kronologi yang perlu lo tahu:
2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini.
Secara resmi.
Diblokir.
2026 BGN tetap beli.
21.000 unit.
Sudah masuk ke Indonesia.
Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi.
Tidak pernah dapat laporan.
Tidak pernah diminta persetujuan.
Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris.
Dan ini yang paling bikin gue speechless.
Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah:
kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun.
Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana.
Terjemahannya:
motor sudah dibeli,
distributor sudah ditunjuk, l
okasi SPPG sudah disiapkan
semua sebelum kantornya selesai dibangun.
Something fishy, kata Charles.
Dan gue setuju.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu siapa yang beli?
BGN beli 21.000 unit motor listrik.
Dari merek apa?
Importir mana?
Harganya berapa per unit?
Total anggarannya berapa?
Dua dari anggaran mana?
Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026?
Ada pos anggaran yang tidak terpantau?
Tiga siapa distributornya?
Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang.
Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis?
SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa?
Untuk koordinasi antar lokasi?
Oke, mungkin.
Tapi 21.000 unit?
Tanpa laporan ke DPR?
Ini bukan soal motor listriknya.
Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun.
Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama?
Dan ini yang paling menyakitkan:
Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya.
Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen.
Dan yang rugi? Sama seperti biasa.
Rakyat yang bayar pajak.
Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan.
Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR.
Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan.
Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Badan Gizi Nasional membeli 21 ribu sepeda motor listrik untuk operasional kepala dapur makan bergizi gratis. Pengadaan itu baru diketahui setelah viral di media sosial.
#TempoPlus
208 Triliun semua guru honorer, sementara MBG 355 Triliun...
Kalau Semua Guru Digaji Rp 5jt Termasuk Honorer, Total Anggarannya Cuma 208 Triliun Per Tahun
Dipotong 1 trliun buat MBG?
Dengan bahasa sama, ratusan triliun uang rakyat untuk MBG, klo gak diawasi; dikritisi, direweli, dibaweli, diteriaki bersama, BETAPA BODOHNYA KITA!
Makin serem
Uang sebanyak Rp 1,1 Triliyun buat Beli Laptop BGN
dari Rp 1,1 Triliyun entah berapa banyak uang yang menguap..
Kemaren Motor , kaos kaki , sekarang laptop
Beli lagi yang lain bos
Kalo dana kurang Naikin saja pajak karena Uang Rakyat masih Banyak
...Semprul