@bbinoona yalahhh, yg no 2 satu org bisa 50 akun, krna ak liat d komen, aku sendiri 30 akun, dankomen d sini rata² 5 atau 10 akun, yaampun dikit bngttttt
🔥🔥🔥
[#mma2026] Global TOP10 #Hearts2Hearts is currently ranked 2!
It's a close race with 1 place, only 43.258 votes apart 🔥
Vote right now!
👇https://t.co/j4e3mGvS7l
#Berriz#베리즈#GlobalTOP10
SEMANGT H2H
[#mma2026] Global TOP10 #Hearts2Hearts is currently ranked 3!
It's a close race with 2 place, only 1.205 votes apart 🔥
Vote right now!
👇https://t.co/j4e3mGvS7l
#Berriz#베리즈#GlobalTOP10
@fahrulferdynsyh@ellkijang0_o bukan cumn soal itu
yg bikin mangkin anehhh, ad org nanya agama malah di tanya gak sopan, kek... what?? kadang gue mikir, tinggal jawab aja apa susah nya? lu malu sama agama lu sndiri??
Nggak cuma soal penunggakan gaji, ibunya Aijing A2O LITE juga diduga kuat pernah menjadi sosok penting dalam sindikat kelas edukasi berkedok ilmu semu atau pseudoscience.
Saking seriusnya, isu ini sampai disorot tajam oleh media arus utama nasional di Tiongkok, NetEase Entertainment.
Mereka secara terang-terangan menyebut kalau keterlibatan ibu Aijing dalam kelas pseudoscience ini justru jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan kasus penunggakan gaji karyawannya.
Berdasarkan penelusuran jejak digital dan kesaksian para korban yang kini mulai berani speak up, platform bernama 'Ai Neng' tersebut mematok tarif yang sangat fantastis.
Bayangin aja, keluarga-keluarga biasa harus merogoh kocek hingga 38.000 RMB (sekitar Rp 83 juta) hanya untuk mengikuti program pelatihan selama tiga hari.
Parahnya lagi, modul pengajarannya sama sekali nggak berlandaskan sains. Anak-anak diklaim bisa dilatih untuk menebak warna dari belakang kepala, baca tulisan pada kartu yang dibalik hanya dengan sentuhan, hingga punya kemampuan telekinesis seperti memindahkan benda tanpa disentuh fisik.
Materi promosi lawas platform ini membuktikan kalau ibu Aijing ternyata bukan sekadar staf biasa. Ia diposisikan secara sentral sebagai dosen utama sekaligus 'Penganjur Teori Ai Neng'.
Taktik operasional yang mereka jalankan di lapangan juga dinilai sangat manipulatif. Ketika anak-anak sedang didoktrin dengan kelas tersebut, para orang tua sengaja dikumpulkan di ruangan terpisah.
Di sanalah mereka diduga diberikan tekanan psikologis semacam 'pencucian otak' agar mau terus membayar biaya program lanjutan.
Padahal, praktik dengan metode semacam ini sebelumnya sudah pernah diekspos dan dilabeli sebagai hoaks murni oleh media pemerintah Tiongkok.
plsss org Indonesia jangan sampek ikut² an
skrng bukan lagi "lah tersrh yg mau ikut dong, dia yg punya duit" hey, bukn lgi mslah ituuu, lebih baik uang kamu itu d gunakan bua hal yg baik, bukan mala bantuin org yg jls² berslah, di Indonesia masih bnyak lagi org yg lebih membthkn
Fans Aijing A2O LITE di Tiongkok kabarnya berencana patungan buat ngasih pinjaman utang ke ibunya Aijing biar kasus ini cepat kelar.
Lewat postingan di Weibo, ada seorang penggemar yang terang-terangan bersedia minjemin uang 1.000 Yuan (sekitar Rp 2 jutaan).
Dia juga ngajak akun-akun fanbase besar buat ikut mengkoordinir aksi ini.
Si penggemar menegaskan kalau uang yang terkumpul nanti jatuhnya bukan donasi, melainkan murni pinjaman.
Jadi, ibunya Aijing mau ditalangi dulu utangnya sekarang, dan baru wajib balikin uangnya ke fans kalau nanti udah punya pemasukan.
Alasan penggemar sampai ngide kayak gini karena pengen lihat Aijing bisa fokus sama kariernya, nikmatin masa-masa bahagia debutnya, dan ngedance di atas panggung tanpa harus terbebani sama skandal bisnis keluarganya.
Di sisi lain, publik tetap berharap kalau masalah ini bisa diselesaikan sendiri secara profesional dan hukum oleh pihak keluarga Aijing.
Apalagi seperti yang kita tahu, ada banyak mantan karyawan yang gajinya tertunggak dan butuh banget dana buat hidup 😌
Buat fans Indonesia mending kalian patungan buat korban bencana di Kalimantan, Papua, Aceh, Sumatra, NTT dari pada urunan bayar utang keluarga koruptor Idol K-pop yang terbukti salah.
Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di seberang lautan nampak.