Risiko sebagai Nakes di negeri londo ireng
Risiko infeksi, risiko tertular, risiko kelelahan, risiko susah liburan, risiko dimarahin atasan, risiko kambing hitam bpjs, risiko google review, risiko di tag di grup, risiko viral, risiko juga gajinya 😔
Yang saya tahu yaaa setelah itu mereka:
- Input ke Epus
- nginput data CKG
- nginput data gizi
- dan berbagai macam sistem lainnya
Coba kak @NakesPuskesmas
Dan @akuperawattutik boleh tambahin yaaa
PKM PKM kita itu bebanya boleh dibilang OVERLOAD...
Lihatlah betapa jomplangnya tagihan RS (kiri) untuk pasien, dan yang dibayar (kanan) oleh BPJS.
Gila ini BPJS makin dzolim aja ke Faskes dan para Nakesnya 😔
Sc: rizky13k
Utk bapak ibu yg bercerai, please, jangan tambah luka anak² kalian dg hal bodoh seperti mengeluarkan anak di bawah umur dr Kartu Keluarga! Selasa kmrn sy terpaksa CERAMAH di depan sepasang suami istri yg telinganya pingin bgt sy jewer dan puntir! Jadi, ada salah satu siswa sy yg namanya dikeluarkan dr KK bapak kandungnya. Walas, yg kebetulan sedang mendata berkas utk siswa penerima PIP, kaget, dong, dan berinisiatif manggil bapaknya ke sekolah. Sdh dijelasin oleh walas dan staf TU yg ngurus PIP,
tapi si bapak ini sempat ngeyel awalnya. Akhirnya walas ke ruangan sy, minta sy yg jelasin. Sy tanya lah, "Kapan F dikeluarkan dr KK bapak dan apa alasannya?" "Sekitar 3-4 bln lalu. Soalnya aktenya di Tunggul, di alamat ibunya. Jadi biar dia masuk KK ibunya." "Bapak ngomong langsung ga ke ibunya, kalau F mau dipindah KK-nya?" Bapak itu menggeleng, "Sy ngomong ke F aja, bu. Kata F, ibunya ga mau masukin F ke KK-nya."
Sesak dada sy dengarnya! Apalagi lihat F yg nunduk nahan air mata, sumpah, pengen bgt sy cubit ginjal bapaknya itu! Ini bapak ibunya sama ngawurnya! FYI, ini anak memang ga tinggal dg bapak atau ibunya, dia tinggal dg neneknya dari kecil. "Kalau bapak udah tahu, mantan istri bapak ga mau masukin F ke KK-nya, knp bapak tetap keluarin F dari KK? Bapak itu bapak kandungnya, lho, punya tanggung jawab ke anak!" Si bapak diam. Sy lanjut ngomel lagi. "F itu kan dapat PIP, hrs buka rekening di bank.
Di bank pasti ditanya KK. Gimana F bs bikin rekening, kalau datanya ga nyantol di KK mana pun?" Si bapak makin nunduk. "Tahun dpn F kls 12, nah, gimana caranya nanti F bisa dapat ijazah kalau dia ga ada KK? Bapak tahu, kalau sekarang e-ijazah itu baca data anak dari Dapodik dan data kependudukan? Operator dapodik gmn mau input data kalau F ga punya KK, pak? Bapak mau tanggung jawab kalau sampai data F bermasalah karena Bapak keluarin dia dari KK? Jangan nuntut sekolah, ya, pak! Yg salah bapak!"
Emosi bener sy! "Udah, gini aja, pak. Sekarang masukkin lagi F ke KK bapak. Secara agama dia tanggung jawab penuh dr bapaknya!" Kali ini walas yg ngomong, dg nada bicara yg gemas² kesel jg. "Sy panggil istri sy ke sini dulu, ya, bu. Biar dijelasin jg ke istri sy." Oalaaaaaa, rupanya ibu tiri ini yg jd kompornya! Sementara anak si ibu tiri ini justru masuk ke KK bapaknya F, diurus sm bapaknya F, lha kok anak kandungnya malah dikeluarin dr KK, dititip ke neneknya pula! Bapak macam apa coba?
Istri bapaknya F ini pun awalnya ngeyel, dg alasan yg sama, aktenya kan di Tunggul. Dia bilang, katanya kalau aktenya di sana, KK-nya juga harus di sana. Sy skak, "Kalau gitu, orang ga boleh pindah tempat tinggal, dong, Bu? Kayak sy nih, akta sy yg ngeluarin dukcapil Cilacap karena lahir di sana. Berarti kalau ngikut alasannya ibu, sy ga bisa gitu bikin KK Serang padahal sy tinggal di Serang? Kan, ga gitu, bu! Lagian, di KK emang ada alamatnya, bu? Data yg hrs sama antara KK dan akta lahir itu,
data kelahiran, tempat lahir, tanggal lahir, nama anak, nama bapak kandung ibu kandung. Bukan alamat!" "Sy pikir, begitu dikeluarin dr KK sy, langsung diurus sama orang tuanya, bu. Jadi...." "Emang bapak bukan orang tuanya F, bu? Ibu kandungnya doang gitu yg orang tuanya?! Ibu paham kan, di agama tanggung jawab anak itu di bapaknya?!" Aish....bikin emosi si ibu ini! Long story short, F akhirnya masuk lg ke KK bapaknya. Di hari itu jg, bapaknya sy minta utk urus ke kecamatan.
Sebelum mereka berdua pulang, sambil salaman sy bilang ke si ibu, "Yg ikhlas, ya, bu!". Gemes sayaaaaa!! Setelah mereka pulang, sy peluk F lamaaa. Ga tega lihat dia nahan nangis! Semoga Allah tinggikan derajatmu, ya, F, dan bahagiakan mu selamanya meski bapak ibu kandungmu (plus ibu tirimu) begitu!
cc : hesti_edityo
Baru selesai rapat sosialisasi aturan BPJS yang baru. Jujur, ada satu poin yang bikin saya garuk-garuk kepala.
Pasien datang membawa surat rujukan dari FKTP. Ternyata kalau diagnosis di rumah sakit tidak sesuai dengan diagnosis yang ditulis FKTP, pasien bisa diminta kembali lagi ke FKTP.
Padahal... bukankah salah satu alasan pasien dirujuk ke rumah sakit karena fasilitas pemeriksaan di FKTP terbatas? Atau karena kasusnya memang belum jelas sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dan dokter yang lebih kompeten di bidangnya?
Kalau sejak awal diagnosis di FKTP sudah pasti, mungkin banyak kasus memang tidak perlu dirujuk.
Yang paling kasihan ya pasien. Sudah datang jauh-jauh, antre, berharap mendapat kepastian, tapi malah berpotensi diminta bolak balik hanya karena diagnosis berubah setelah dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap.
Diagnosis itu proses. Semakin lengkap pemeriksaannya, semakin mungkin diagnosis berubah. Itu bukan berarti dokter sebelumnya salah, tapi memang ilmu kedokteran bekerja seperti itu.
Semoga implementasinya nanti tetap memberi ruang bagi kondisi klinis pasien, bukan sekadar mengejar kesesuaian administrasi. Karena yang sedang kita urus bukan hanya berkas, tapi orang yang sedang sakit.
Orang Indonesia tuh datang ke dokter bukan buat diperiksa.
Mereka datang buat... negosiasi.
Serius.
Saya pernah nanya,
👨⚕️: Keluhannya apa, Bu?
👱♀️: batuk dok
👨⚕: udah berapa hari?
👱♀️: Dua minggu dok.
👨⚕️: Nanti saya kasih obat nya ya.
👱♀️: Jangan yang sirup ya dok.
👨⚕️: Lho kenapa?
👱♀️: Saya gak cocok.
👨⚕️: Oke... berarti obat ini aja.
👱♀️: Jangan yang bikin ngantuk ya.
👨⚕️: Siap.
👱♀️: Jangan mahal juga.
👨⚕️: ...
👱♀️: Jangan yang pahit.
👨⚕️: ...
👱♀️: Kalau bisa sekali minum langsung sembuh.
...
Bu...
Itu nyari suami atau nyari obat?
Banyak banget kriterianya ...
Kasihan industri farmasi.
Bertahun-tahun riset.
Yang dicari masyarakat Indonesia...
obat yang murah, gak pahit, gak ngantuk, diminum sekali langsung sembuh.
Itu bukan obat.
Itu mukjizat 😭
Baru kali ini lewat operasi katarak JELAS banget 🤩
Entah knp malah satisfying liatnya. Berasa plong gitu pas matanya jd bersih 😭
Btw pasien ditusuk2 gini matanya dlm kondisi sadar yagesya 🤣
Ga nyeri kok, kan dibius pastinya, tp lokal.
Tonton deh wkwk