@tanyakanrl Bukan, bukan kamu yg gagal nder. Tapi dia yang salah mengartikan kalo bahagia itu dicari di pasangan. Seakan2 bahagiain dia itu adalah tugas pasangannya. Salah kaprah.
Harusnya pasangan itu tempat kita berbagi kebahagiaan yg sudah dipunya/ditemui dalam diri.
Mau bahas yg ringan dulu hari ini soalnya lagi libur hehe 😆
Independent Woman / Wanita Mandiri sering tidak suka lelaki yang terlalu banyak memberi nasihat (terutama unsolicited advice) karena beberapa alasan psikologis dan emosional utama. Ini bukan berarti mereka anti-nasihat sama sekali, tapi nasihat yang berlebihan dan tidak diminta cenderung terasa mengganggu.
setara yang aku maksud ketika menemani seseorang untuk berproses, kita juga harus ikut berproses, dan kita hanya butuh pasangan yang grow up together, bisa diajak kerjasama, komunikasi, deeptalk, tukar pikiran dan saling support. bukan yang "aku emang gini orangnya, iya aku emang selalu salah"
💭 "Jangan lukain diri kamu sendiri gini. Kalo butuh temen curhat, ada aku ya"
Akhirnya aku beraniin buat cerita tapi hal penting yang aku ceritain diabaikan dan aku dibilang gajelas. Emang paling bener dipendem sendiri
“Jangan demo, bikin macet”
“Yang demo fomo doang”
Tone deaf final boss.
Lu nggak tau apa hak-hak dasar yang lu nikmati sekarang itu juga hasil demo-demo di masa lalu? Dongo.
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
makanya kalo punya hubungan itu tumbuh bareng, bukan salah satunya aja yang dipaksa berubah jadi versi yang lu mau. some of you spend so much time analyzing other people’s flaws that u’ve CONVINCED yourselves ure the only person in the relationship who doesnt need to change