Jokowi telah menyerahkan ekonomi ke Oligarki demi bangun dinasti kekuasaan
Oleh : Muhammad Said Didu
Fakta Rezim Jokowi telah menyerahkan ekonomi Indonesia kepada Oligarki (40 orang terkaya di Indonesia).
Selama 10 tahun berkuasa, rezim Jokowi telah “menyerahkan” penguasaan ekonomi dari rakyat/Negara ke Oligarki dengan kenaikan kekayaan Oligari sebesar 163 %, dengan data sbb :
1) *kenaikan kekayaan oligarki 2014-2024 sebesar 163%*, dari $95,22 milyar menjadi $250,67 milyar
2) *Prosentase penguasaan ekonomi oleh Oligarki naik 67%,* dari 10,7% menjadi 17,9% terhadap PDB.
3) Kenaikan PDB 57%, dari $890,9 milyar menjadi $1.402,8 milyar
4) Dengan kekayaan Oligarki yang makin melambung maka Oligarki bisa membeli kekuasaan dan itulah yg dilakukan oleh rezim Jokowi selama 10 tahun terakhir, termasuk membeli penegak hukum dan Parpol.
5) Karena Oligarki mendapatkan karpet merah selama rezim Jokowi, maka geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) berupaya terus ingin melanjutkan rezim Jokowi.
Ditemukan bukti baru di jurnal UGM. Wisuda @UGMYogyakarta asli di tahun 1985 dilakukan di bulan Mei, Agustus dan Desember .
Sementara wisuda UGM palsu (UPP ) dilakukan di bulan November spt ijazah jokowi 😂🫣
JANGAN SAMPAI INDONESIA TIDAK TAHU INI 👇
Delvi Nurfadillah (20), gadis asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, meraih medali emas pada ajang MMA Championship 2026, di China.
The most important 3 minutes on POLIO you'll ever hear...Dr Suzanne Humphries, MD
"The early vaccines caused more polio than it prevented. The iron lung didn't go away, it's now called a ventilator. Today's cases of Transverse Myelitis are the same pathology as Polio."
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
https://t.co/kpYIBvozPf
#editorialmediaindonesia
Tiga Termul memberikan kesaksian secara jelas dan tegas, bahwa Ijazah Jokowi palsu.
Harusnya pak Jokowi melaporkan mereka dengan tuduhan: membocorkan rahasia negara.
Seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) dilaporkan mengalami perundungan dari seniornya saat menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang. Selain dibully, korban juga dimintai uang dengan nominal besar yang harus dikumpulkan setiap bulan.
"Besarannya rata-rata kalau enggak salah Rp 15 juta per bulan," ujar Dirjen Kesehatan Lanjutan, Azhar Jaya, di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (15/1).
Menurut Azhar, uang tersebut dikumpulkan melalui bendahara dan kemudian digunakan untuk berbagai keperluan senior. Akibat kasus perundungan ini, Kementerian Kesehatan membekukan sementara PPDS Ilmu Kesehatan Mata di RSUP dr Mohammad Hoesin. Lamanya pembekuan bergantung pada kesiapan pihak rumah sakit dan Fakultas Kedokteran Unsri dalam memenuhi tuntutan perbaikan dari Kemenkes.
"Tergantung daripada FK dan (RSUP) Mohammad Hoesin melaksanakan sekitar 19 item-item perbaikan yang harus mereka lakukan. Kalau cepat ya cepat, tapi kalau lambat ya mohon maaf lebih lama juga," kata Azhar Jaya.
Sebanyak 19 item perbaikan tersebut merupakan langkah pencegahan agar perundungan tidak terulang, di antaranya penertiban grup WhatsApp, pengetatan aturan jaga, serta pelarangan pengumpulan uang yang tidak resmi dan tidak diketahui pihak fakultas maupun rumah sakit.
📸: Dok. kumparan/Ryan Iqbal.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
#newsupdate #update #news #videonews #unsrri #ppds #kedokteran #palembang #dokter #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Guru besar dan pimpinan kampus yang datang dari berbagai daerah tidak diberikan kesempatan untuk bertanya maupun menyampaikan aspirasi kepada presiden.
#Tempodotco
"Berdasarkan hasil survei, kurang dari 4% siswa yang menyatakan membutuhkan program makan siang gratis."
Jadi ratusan triliun itu bisa dipakai untuk program lain YG LEBIH BERMANFAAT.
##
Ekonom: Anggaran Program MBG Harusnya Hanya Rp8 Triliun