Kaget tiba-tiba Netflix rilis dokumenter kasus Ferdy Sambo!
Judulnya SKENARIO SANG JENDERAL atau GENERAL MAYHEM: THE KILLING OF BRIGADIER J (versi internasional).
Sutradaranya Rob Sixsmith yang bikin THE RAINCOAT KILLER dan ICE COLD: MURDER, COFFEE, AND JESSICA WONGSO.
Dear @PSM_Makassar
Apakah dengan sponsor tunggal di jersey kamu dapat uang banyak seperti Bali United? Saya rasa tidak
Apakah estetika di Jersey bisa membuat gajian dan operasional semusim terjamin? Sudah jelas tidak mungkin
Daripada mempertahankan estetika, mending buka keran sponsor sebanyak-banyaknya
Tapi begini, sebenarnya tidak kurangji sponsor/pengusaha mau bantu ini klub
Tapi masalahnya, managemen suka jual mahal + tidak inisiatif juga jemput bola
Bagaimana sponsor mau melirik kalau kelakuan begini terus
Belum lagi soal tunggak gaji sama kena terus banned FIFA
Kalau begini terus klub ini tidak akan kemana-mana
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Hanya kebobolan 1 gol. Ga perlu analisis jago-jago. Semua orang awam pun tahu kapasitas Cubarsi di lini belakang Spanyol. Pemain muda seringnya ada di pos yg lebih ke depan, namun Cubarsi mendobrak tren itu sbg ball playing defender
🚨🚨🚨 | FIFA resmi mengumumkan bahwa Marc Cucurella akan dihitung sebagai pemain Chelsea sepanjang Piala Dunia 2026, bukan Real Madrid.
Hal ini karena Cucurella mulai turnamen saat masih terdaftar resmi sebagai pemain Chelsea. Semua penampilannya di kompetisi ini akan dicatat atas nama klub Inggris tersebut, meskipun ia sudah pindah ke Real Madrid selama turnamen berlangsung. 🏆
📸 | @oluwabaronn
🚨 CONFIRMED 🚨
Operator kompetisi sepakbola Indonesia, I.League resmi merilis jadwal gelaran turnamen resmi pendamping Liga, yakni Indonesia League Cup 2026/27.
Turnamen yang akan diikuti oleh klub kasta tertinggi dan kasta kedua liga Indonesia tersebut bakal dimulai pada 3 November 2026.
Jadwal sudah disesuaikan dengan agenda turnamen antar klub (kompetisi Asia/turnamen regional) serta agenda Timnas Indonesia.
MAKIN CINTAAA SAMA KAMU @ileague_id
❤️❤️❤️❤️❤️
NEXT. DRAFT JADWAL LIGA!
SEMOGA DIBERI KELANCARAN JALANNYA TURNAMEN YANG PALING DINANTIKAN INI 🙏🙏
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Menganulir Gol Mesir ke Gawang Argentina adalah Keputusan yang Salah
Sebuah analisis dari pakar perwasitan dan mantan wasit Premier League, Graham Scott via The Athletic.
✅Keputusan menganulir gol Mesir adl keputusan yang salah. Benturan Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez dlm proses terjadinya gol Ziko pada menit ke-67 merupakan kontak fisik yang wajar dan seharusnya dinilai seperti itu, alih-alih dianggap sbg sebuah pelanggaran.
✅Insiden itu juga terjadi hampir 100 yard (sekitar 91 meter) dari gawang, dan Argentina punya setiap kesempatan untuk merapatkan barisan dan bertahan, tidak heran jika Mesir merasa dirugikan karena gol tersebut akhirnya dianulir setelah peninjauan VAR.
✅Jika kita melihat insiden tersebut, memang ada sedikit kontak, baik kaki-ke-kaki maupun tarikan baju sekilas, tetapi tidak ada pelanggaran yang cukup berat di sini hingga layak membuat VAR mengintervensi untuk membatalkan gol. (GAMBAR 1)
✅Bagi Scott, ini adalah intervensi yg sangat mencengangkan dan bentuk penyalahgunaan wewenang yang masif dari tugas VAR. Seharusnya, VAR hanya mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious errors).
✅VAR secara rutin memeriksa fase serangan sebelum terjadinya setiap gol dan dalam kasus ini, peninjauan akan ditarik mundur hingga momen perebutan bola (turnover of possession).
✅Agar sebuah gol dapat dibatalkan, harus ada pelanggaran yang jelas, dan hal itu tidak ada di sini. Sebagai aturan umum yang praktis, semakin lama waktu dan semakin jauh jarak antara sebuah benturan dengan terjadinya gol, maka dugaan pelanggaran tersebut harus semakin serius.
Namun, tidak ada pelanggaran yang berarti di sini, dan tidak ada hal yang mendekati ambang batas bagi VAR untuk ikut campur.
✅Dengan logika yang sama, klaim penalti Mesir atas dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sesaat sebelum gol kemenangan Argentina, sudah tepat untuk diabaikan. Ada sedikit kontak kecil pada sepatunya, tetapi tidak cukup kuat untuk membuat Salah terjatuh. Itu bukan sebuah pelanggaran.
Lagian kepikiran apa Roberto Martinez & Portugal ini… mau menang vs Spanyol (yang dominan soal penguasaan bola), tapi masang penyerang yang udah nggak kuat lari kenceng di momen transisi. Main 90 menit full pula 😂. Kalau full main mode spam crossing, sih, masih masuk akal.
🚨🔵 BREAKING: Marco Palestra to Chelsea, here we go! Verbal agreement in place between all parties.
Atalanta to receive package over €55m fee plus sell-on clause, long term deal to Italian talented RWB.
Chelsea hijack Inter move and get new talent for Xabi Alonso.
5 tuntutan bem ui:
1. Menghentikan pemborosan APBN
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Menghentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Menurut gue ya, cara rekrut pelatih based on CV dan track record di klub sebelumnya itu udah pendekatan yang paling masuk akal. Walaupun emang belum teruji di level atas.
Penunjukkan Iraola ini menurut gue tepat, karena dia uda buktiin dirinya di Bournemouth dengan resources yang jauh dari mewah. Dia bawa tim yang secara skuad bukan siapa-siapa jadi kompetitif di Premier League musim demi musim. Musim lalu bahkan timnya dipretelin sama manajemennya tapi dia tetep bisa survive bahkan nyaris bawa BMTH lolos ke UCL.
...pun dengan United yang waktu itu nunjuk Ten Hag juga gue rasa udah bener, dasarnya masuk akal. Juara di Ajax mungkin hal biasa, banyak pelatih bisa lakuin itu. Tapi ide dan gaya main yang dia bawa ke Ajax itu yang bikin gue dan banyak orang apresiasi dia lebih. Terlebih dia bisa bawa timnya ke semi-final UCL, dengan squad value yang berkali-kali lipat di bawah lawan-lawannya di Eropa. Based on CV dan rekam jejak, menurut gue keputusan datengin dia udah tepat. Perkara berhasil atau enggaknya itu udah lain soal.
Potter juga buat gue jadi contoh sekaligus peringatan. Impressive banget di Brighton, tapi begitu masuk ke klub dengan ego lebih besar dan tekanan jauh lebih tinggi, dia gak bisa survive. Tapi apakah salah cara rekrutnya? Gak juga menurut gue, itu risiko yang emang ada di setiap pilihan.
Intinya, urusan berhasil apa enggaknya nanti itu soal lain. Yang penting menurut gue, dasar pemikirannya udah bener dulu. Karena pada akhirnya gak ada yang bisa ngejamin pelatih mana pun bakal sukses di klub baru. Yang bisa lo kontrol cuma kualitas keputusannya, bukan hasilnya.
Kemarin udah nonton full interview Pak Mirwan di konten Helmy Yahya, terus mikir daripada ngarep pemain Indonesia yang direkrut Como, lebih baik minta Como ngajarin manajemen klub-klub top Indonesia (yang mampu) bagaimana cara kelola klub profesional yang benar dengan segala kerumitan sistemnya, ini lebih 'ngefek' buat sepakbola Indonesia secara umum, apalagi Indonesia punya 'privilage' orang dalam di Como.
Kadang saya berandai-andai kalau COVID-19 ga terjadi, apa jadinya PSM di bawah Bojan Hodak.
Tapi abis itu saya teringat. Di realita alternatif itu Tavares ga ke PSM & musim ajaib 2022/23 juga ga terjadi 😇