keinget wisuda kemarin, aku ngrengek ke keluarga ku karena ga dibeliin bunga.
aku udah bayar ukt & living cost sendiri, ngurusin semuanya, nyiapin penginapan, nyelesaiin skripsiku sambil triple job, lulus cepet dll tapi seikat kangkung pun ga dapat😔
ngeliat orang lain mah udah dibayarin kuliah, dikasih uang jajan, sidang dirayain, wisuda dibayarin, sedangkan gweh😔 minta bunga aja kudu ngrengek dan sebel sebel dulu huhuhu
semoga kedepannya aku bisa dapetin semuanya tanpa perlu begging, aamiin☹️🩷
Taufik Hidayat ini namanya sudah banyak disebut para korban. Modusnya macam-macam. Dari pengakuan yang masuk..ada yang kenal lewat aplikasi dating, FB, sampai TikTok. Yang bikin merinding, beberapa korban mengaku dia punya fetish aneh dan selalu membawa senjata saat bertemu. Bahkan ada yang mengaku dipaksa membuat tato nama dirinya. Geser sampai slide terakhir, ada bukti laporan korban tahun 2025. Tapi orang ini disebut sering pindah-pindah kos dan selalu lolos.
cc : tascecebella2308
Pengen banget jadi istri yang bawa limpahan rejeki buat suamiku, maaf ya syg sampe skrg kayaknya keberuntungan itu ngga bisa aku bawa kekeluarga kita .. ♥️
🚨BURONAN INDONESIA 🚨🚨🚨
Tolong kalian sebarkan ini. Si biawak ini adalah terduga pelaku penganiaya berat cewek dibandung Jawa Barat. Ayo bantu tegakkan keadilan buat para korban.
ADILI IDOLA edisi Fedi Nuril tayang 21 Mei di Netflix!
Jutaan orang bakal nonton Fedi di-roasting abis2an lalu dengan epic membalasnya di akhir. Dan terlontar kata-kata yang selama ini gak bisa dia katakan di publik 😂
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Di kelas, bendahara sibuk nagihin uang pada seluruh siswa. Ia nggak mau tau, uang harus kekumpul.
Suatu hari, ketua kelas bikin acara makan-makan pakai uang yang dikumpulkan. Kebetulan, acara makan makan itu dimasak langsung di sekolah, nyerap pekerja dan juru masak.
Semua anggaran itu, ya, dari uang khas yang dikumpulkan.
Esoknya, ketua kelas koar-koar soal kegiatan makan-makan itu. Ia dengan sesumbar bilang semua berkat dia, sekelas bisa makan enak dan ngasih kerjaan ke juru masak.