Di periode SBY dan Jokowi, trading halt cuma terjadi dua kali.
Pada saat krisis ekonomi global 2008 dan Pandemi Covid-19.
Di periode Prabowo, trading halt terjadi LIMA KALI termasuk hari ini padahal tidak ada krisis dan pandemi.
Emang pure goblok aja😂😂😂😂😂😂
Disaat Kalhutra terjadi dimana-mana, perekomian tersendat. Kelompok yang paling rentan akan mengalami penderitaan paling parah. Kelompok yang paling rentan ini, bisa karena mengalami ispa, tidak punya ongkos untuk mengungsi ke tempat tanpa asap, tau karena kondisi ekonomi yang sangat rentan, atau keduanya.
Kehadiran negara biasanya terlihat ketika pemerintah memberikan insentif khusus supaya roda ekonomi, atau setidaknya ada untuk makan sehari-hari. Mereka semestinya mendapatkan insentif, bersama kelompok rentan lainnya, sehingga ada jalan, kelonggaran, supaya mereka bisa tetap hidup meski dalam keadaan sesak.
Masalahnya para guru, yang juga terkena ISPA dari kalhutra, juga terkena bencana kebijakan, justru tunjangannya tidak kunjung cair. Bukannya memberi tambahan insentif, justru tunjangan yang rutin pun hilang ditengah bencana.
Gue jarang banget bereaksi berlebihan, tapi kali ini jari gue langsung gercep ngetik.
Mbak Adilia, saya guru di Jakarta dan sudah sertifikasi seperti ibu Mbak Adilia. Alhamdulillah, yayasan tempat saya bekerja juga menyejahterakan saya. Tapi saya aja nggak berani ngetik seperti itu. Astaghfirullah… Memangnya semua guru punya status dan kondisi yang sama seperti ibu Mbak Adilia?
Menurut Mbak Adilia, guru honorer itu berada di luar sistem dan aturan. Jadi, kalau belum sejahtera, jangan menyalahkan pemerintah.
Lah, kok begitu?
Begini, kalau pemerintah sudah melakukan pemerataan fasilitas pendidikan, baik sarana maupun prasarana, lalu pemerataan guru juga sudah terlaksana, barulah kita bisa mempertanyakan kenapa masih ada guru honorer. Jangan dibalik logikanya.
Guru honorer itu ada karena banyak sekolah di pelosok kekurangan guru. Bahkan, mungkin bukan sekadar kekurangan, tetapi hanya guru honorer yang masih bersedia mengabdi di sana dengan tulus.
Tolonglah, jangan sok tahu kalau belum memahami persoalannya secara luas dan menyeluruh.
Sumpah, gue geram banget! Kalau ibu Mbak Adilia diminta mengabdi di daerah 3T untuk menggantikan para guru honorer supaya guru honorer nggak ada lagi, memangnya beliau mau?
Kami yang jadi guru dan sudah sejahtera karena bertugas di pusat kota pasti punya rasa hormat setinggi-tingginya kepada para guru honorer yang mengabdi di daerah.
Lah, ini yang bukan guru malah berani banget berkomentar seperti itu. Padahal, bisa jadi yang dia tahu cuma guru PNS. Kalau bukan PNS, berarti honorer!
Ckckck.
Recap tuduhan kepada Guru per-2026 :
Guru penyebab PISA jeblok
Guru penyebab keracunan
Guru penyebab anak kekurangan nutrisi
Guru penyebab ada pembulian
Guru penyebab KPI rendah
Guru penyebab APBN/D bengkak
Guru penyebab Presiden minta duit
Mental zionis mentok atas
🤝
Para guru yang tidak kunjung cair TPG berbulan-bulan, sudah hancur harga dirinya karena berhutang kesana kemari, namun tetap dituntut mengajar dengan bermartabat. Mungkin sepatu mereka klimis, seragam mereka lancip, tapi perut tidak bohong, lambung tegang, pikiran kesana-kemari, sambil senyum masam, berharap para murid tidak mengenali kenyataan yang terlalu pahit ini.
Jangan rayakan hari guru di bulan Oktober ini. Kita semua layak untuk mogok secara nasional. Ini bukan kondisi normal.
Ole gelud sambil meluk
Verdonk nampar
Nathan nenangin preman Timnas
Wak haji Oratmangoen gelud
Shayne juga gelud
Trio jangkung (Bagot, Mitchi, Vickery) bingung mau ngapain
KEVIN DIKS: TERNYATA BEGINI RASANYA JADI BANG JAY😭😭😭
Tunjangan Profesi guru, bagi guru yang gajinya pas-pasan, fungsinya seperti gaji pokok. Ketika terlambat, maka kebutuhan pokok terlambat. Tentu kebutuhan pokok tidak bisa ditunda, dalam beberapa kasus, TPG/ Sertifikasi guru terlambat, mereka terjerat pinjol.
Pemerintah tahu, OJK juga tahu. Ini bukan soal tahu tidak tahu. Semua orang tahu ini efek samping digunakannya anggaran pendidikan untuk MBG. Cuma takut mengatakannya.
"Yg keracunan sampai hari ini dari 3 koma sekian juta dibawah 200 orang. Yg rawat inap hanya 5 orang, jadi bisa dikatakan yg keracunan 0,005. Berarti keberhasilan MBG adalah 99.99%" - Prabowo
That’s an evil president! WALLAHI, WE’RE FINISHED
Still the best man to ever coach the Indonesia NT.
Defense rapi, transisi counter attack.
Lawan Malaysia di eranya diaspora cuma ada Elks tapi dibantai tuh Harimau Malaya.
Kok kepikiran mecat die? @PSSI 😹😹😹
Prabowo tidak berani menyebut angka upah minimum guru. Terima kasih mas Andromeda, pertanyaan ini sangat penting ditanyakan kepada Presiden. Dan akhirnya kita tahu, komitmen beliau untuk upah minimun guru memang tidak ada.
Kenapa ya guys sejak anakku lahir, hasrat buat main game jadi hilang?
Udah jalan 9 bulan ini PS di rumah ga kesentuh sama sekali hahaha
Rasanya pengen habisin waktu luang setelah kerja buat main sama anak aja 🥹❤️
INDONESIA FEDERAL ATAU INDONESIA RUNTUH
Bayangkan saja kalau ucapan Prabowo benar wak, Indonesia bubar 2030.
Tapi awak lebih memilih jalan tengah daripada ikut-ikutan bubar wak🙏
Kembali ke sistem federal adalah SATU-SATUNYA jalan untuk mencegah Indonesia runtuh, jika tidak terjadi Indonesia bubar jauh lebih baik dari pada seperti sekarang
Lihatlah gambaran dibawah indahnya kalau Indonesia jadi federal (atau bahkan kalau akhirnya bubar). Betapa meriah warna-warni keragaman yang muncul, tidak lagi dimonopoli dua warna yang selama ini dijadikan tameng suci untuk mengeruk, menghisap, dan memperkosa daerah-daerah lain wak.
Setiap daerah punya ciri, adat, dan sistemnya sendiri. Tapi kita dipaksa seragam, dipaksa jadi DESA ala di Jawa. Dulu di era Suharto bangke, seluruh Indonesia dipaksa pakai sistem desa, padahal Aceh sudah punya mukim, Sumbar punya nagari, Bali punya desa adat. Apa yang cocok di satu tempat belum tentu cocok ke semua tempat. Hasilnya? Penyeragaman bodoh yang hanya menguntungkan pusat.
Kalau kita federal, wah, jauh lebih waras wak.
Pemerintah pusat cuma urus hubungan luar negeri, pertahanan, keuangan-fiskal, dan kehakiman. Selesai.
Militer tidak bisa lagi cawe-cawe ke mana-mana.
Polisi langsung di bawah presiden negara bagian.
Rakyat pasti lebih tentram, lebih hidup sesuai karakternya masing-masing.
Tapi tentu saja oligarki dan penguasa pusat tidak suka.
Karena kalau federal, makin sulit mereka memperkosa daerah semau-maunya wak.
Jadi pilih saja:
Tetap diperkosa sambil menunggu bubar 2030,
atau berani federal sekarang dan selamatkan Indonesia dengan cara yang lebih bijak.