“who gave birth to me? whose fault is it that I'm like this? It was yours that I've been paying for it. People out there avoid me, they're scared of me, and they mock me but my mother is the one who truly hates me and looks down on me….I’ve never asked for this life” —Big World
Alhamdulillah… ini bukti kecil kalau kebaikan yang diviralkan bisa berdampak besar 🙏
Pak Rudy Dermawan, guru Bahasa Jepang yang sempat viral di berbagai media sosial (termasuk saya yang ikut bantu menyebarkan), akhirnya mendapatkan respon luar biasa positif.
Bayangkan… hampir 1000 chat masuk ke WhatsApp pribadinya 😳
Dari pagi sampai malam beliau sampai kewalahan membalas satu per satu.
Jujur, ikut senang banget bisa jadi bagian dari ini.
Karena dari viral ini, ekonominya ikut terbantu lewat penjualan PDF yang beliau buat sendiri.
Semoga ini baru awal…
Semoga ke depannya makin banyak yang beli bukunya, ikut kelas online-nya, dan makin banyak orang terbantu 🙌
Karena kadang, satu share kecil… bisa mengubah hidup seseorang.
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Simbol Salib Merah menurut gue dalem banget sih, cuma orang TOLOL yang tega babat hutan setelah liat simbol ini.
Menurut kacamata gue, rakyat Papua ga ngerti harus minta tolong ke siapa lagi agar hutan (kehidupan) mereka gak dirusak oleh negara, sehingga mereka mengekspresikan "hopeless" itu menjadi Salib Merah.
Ini kalo diulik lebih dalam pake kacamata Karl Marx yang agama adalah candu, bakal lebih ngena karna menurut gue emang dalem banget maknanya.
Asli jahat banget nih negara sama korporasi, masa kerja di perusahaan sawit digaji 2 juta dipotong 1 juta buat keperluan makan. Pekerja nerima 1 juta doang per bulan bisa buat apa njir?
Belum lagi soal tanah satu hektar yang diharhai cuma 300 ribu, kelen gila kah? Satu hektar loh masa cuma 300 ribu ya Allah😭