PESAN INDAH PAUS FRANCIS
● Sungai tidak minum air mereka sendiri
● Pohon tidak memakan buahnya sendiri
● Matahari tidak bersinar untuk dirinya sendirinya
● Bunga tidak menyebarkan keharumannya untuk diri sendiri.
Hidup untuk orang lain adalah aturan alam. Kita semua dilahirkan berempati peduli untuk dapat saling membantu.
Hidup itu baik ketika kita bahagia; tetapi jauh lebih baik ketika kita dapat membahagiakan orang lain.
Mari kita semua ingat bahwa setiap perubahan warna daun itu indah dan setiap situasi kehidupan yang berubah bermakna, keduanya membutuhkan penglihatan yang cermat jelas.
Jadi jangan mengomel atau mengeluh, marilah kita mengingat bahwa nyeri adalah tanda bahwa kita hidup.
Masalah adalah tanda bahwa kita kuat dan doa adalah tanda kita tidak sendirian!
Jika kita dapat mengakui kebenaran ini dan mengkondisikan hati dan pikiran kita, hidup kita akan lebih bermakna, berbeda dan berharga!
*POPE FRANCIS'S BEAUTIFUL MESSAGE*
● Rivers do not drink their own water
●Trees do not eat their own fruit
● The sun does not shine for itself
● Flowers do not spread their fragrance for themselves.
Life for others is a rule natural. We are all born empathetic and caring to be able to help each other.
Life is good when we are happy, but it is much better when we can make others happy.
Let us all remember that every change in the color of the leaves
is beautiful and every changing situation in life is meaningful. Both of which require clear, careful vision. So don't grumble or complain. Let us remember that pain is a sign that we are alive.
Problems are a sign that we are strong and prayer is a sign that we are not alone.
If we can acknowledge this truth and condition our hearts and minds, our lives will be more meaningful, different and valuable!
Pesan ini saya dapatkan di WAG
#PausFransiskus
#PausFransiscusKeIndonesia
Majalah TEMPO edisi khusus "10 tahun Jokowi" hilang di pasaran, dicetak lagi hilang lagi, ternyata ada yg borong.
Dan TEMPO pun melawan dgn bikin akses gratis edisi itu. 👇
TEMPO edisi khusus 10 Tahun Jokowi...bebas akses.. 👇
https://t.co/5fnIMo5krC
Kalo mau support dengan beli majalahnya bisa ke https://t.co/B95eCtljuY
Weekend-an daripada sendirian atau kesepian mending langsung gas marathon The Tyrant di Disney+ Hotstar guys. Cuma 4 episode tapi seru banget. yang suka thriller berdarah dan jedar jedor udah langsung cus nonton.
NASIB MASYARAKAT ADAT
Tangis warga masyarakat adat pecah mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun yang menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Sorbatua Siallagan (65). Sepanjang hidupnya tinggal di rumah kayu berlantai tanah, Sorbatua diminta juga membayar denda Rp 1 miliar, uang yang tak pernah dia bayangkan.
Sorbatua yang mempertahankan hutan adatnya dinyatakan bersalah karena menduduki konsesi kawasan hutan milik PT Toba Pulp Lestari. Sorbatua berdiri tertunduk lesu mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Dessy Ginting dengan hakim anggota Anggreana E Roria Sormin dan Agung CFD Laia di Simalungun, Rabu (14/8/2024).
Jerni Elida Siallagan, anggota masyarakat adat Oppu Umbak, mengatakan, warga adat merasakan miris atas hukum di negara ini. Mereka dipaksa bersalah karena mempertahankan tanah ulayatnya.
”Bapak Sorbatua tinggal di rumah kayu berukuran 4 meter x 5 meter dengan lantai tanah. Namun, diminta membayar Rp 1 miliar dan harus dipenjara selama dua tahun karena mempertahankan tanah adat,” kata Jerni.
Sahabat Kompas dapat membaca artikel selengkapnya di sini https://t.co/SlztQi70NZ
#MasyarakatAdat #AdadiKompas
@yozariam Mungkin Takut anak buahnya Bernasib sama kayak yang di Bangladesh
Buat yang gak tau, Selepas Hasina Kabur ke India banyak Polisi yang Dihajar Massa gara gara banyak yang Brutal ke Demonstrator.
Reza Rahadian ini udah kayak dolby atmos: All around you. Tiba-tiba nongol aja pas Aksi Kamisan.
Waktu ditanya wartawan, "Gak capek Bang?"
Jawabnya, "Biasa aja. Lebih capek yang demo."
#KawalPutusanMK
Lihatlah kawan-kawan
Kala BAPAK dan KAKAKNYA sibuk MEMBEGAL dan mengangkangi Konstitusi
Kala RAKYAT sedang BERTERIAK dan MERINGIS, Kaesang dan Istrinya lagi HEPI HEPI di luar negeri
Tak ada MALU-MALUnya PAMER di media sosial, seolah2 kejadian di negeri sendiri hanyalah teriakan BUDAK yang "nanti juga diam sendiri"
Hilang SIMPATI kepada keluarga ini. Makin dikritik makin TENGIL, makin ANGKUH dan tak peduli dengan protes rakyat di kolom komentar instagramnya
Baru kemarin ada bapak Ojol yang meninggal karena kelaparan, eh anak dan menantu presiden PAMER ROTI MAHAL Rp 400.000
Silahkan nikmati rotinya, foya-foya dengan Private jet, abaikan saja rintihan rakyat yang perutnya melilit karena diiris oleh rasa LAPAR
Ketika Iriana Jokowi joget2, Erina Gudono lagi FLEXING, Kaesang makin Tengil, Gibran lagi BODO AMAT, Jokowi lagi ketawa2
Ibu ini tak peduli dengan perihnya gas air mata, pentungan dan resiko luka demi memperjuangkan SESUAP NASI (bukan roti 400 ribu) agar anak-anaknya tidak mati kelaparan
(Ini moment 1 menit sebelum massa dipukul mundur secara paksa) ga tau nasib ibu ini dan dagangannya gimana, semoga sehat2 ya bu