Polisi resmi menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka. Hal itu diungkap Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, dalam konferensi pers bersama DPR dan Jampidsus di Kejagung, Jakarta, Sabtu (11/7).
"Kita telah melakukan pemeriksaan terhada[ 15 saksi, dua ahli, termasuk telah lakukan beberapa penggeledahan. Kita sudah lakukan gelar perkara. Berdasarkan gelar perkara, kita sudah menetapkan dua tersangka, saudara DR yang diduga melakukan tindak pidana pencucian uang, yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi," ucap Totok.
#cnnindonesia #cnnindonesiacom #Peristiwa
Doa Rasulullah untuk para pejabat ;
โYa Allah, siapa saja yg menjabat dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulitย urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa saja yg menjabat dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.โย (HR Muslim & Ahmad)
Prabowo : Catat Rekam Kalau PRABOWO SUBIANTO Jadi Presiden Indonesia
Kesehatan Gratis
Subsidi Listrik
Subsidi BBM
Sekolah Gratis
MBG
Angkutan kota kota besar kita kasih subsidi 100%
Sebanyak itu Yang Realisasi Cuma MBG
karna cuan besar & menguntungkan rekan sejawat ๐๐ซต
Roy Suryo dan Dokter Tifa
Menolak 2 opsi yg ditawarkan kubu @jokowi
Restoratife justice dan
Plea Bargaining
Lanjut ke sidang
Dan Jokowi harus menunjukkan
Ijazahnya ๐ฅ
Kepolisian satu satunya institusi penegak hukum di negara ini yg bisa masuk kesemua jenis tindak pidana.
Sialnya segala pelanggaran prosedural penegakan hukum yg dilakukan kepolisian dilaporkannya juga kepolisian.
Jeruk makan jeruk.
Bahkan ada seorang polisi yang memperkosa dan dipenjara tapi setelah bebas dia tetap berdinas lagi.
Aturan perundang-undangan hadir untuk memberikan ruang sekalipun kita melakukan kejahatan yg sudah ada alat buktinya, tetap berlaku AZAS PRADUGA TAK BERSALAH hingga hakim memberikan putusan yg memberikan kekuatan hukum tetap.
Penangkapan Roy Suryo Dan Dokter Tifa Bukti Penyidik Tidak Paham KUHP Dan KUHAP Yang Baru
Ulil Amrik buang-buang makanan didiemin.
Ulil Amrik mabok didiemin.
Ulil Amrik ngerusak alam didiemin.
Ulil Amrik korupsi didiemin.
Giliran kita bersuara malah dilawan sama mereka.
Mereka ini sebenernya anteknya siapa?
Yang akan selalu ditakuti di negara ini ternyata adalah anak-anak muda yang berkumpul, berdiskusi, lalu berdiri memegang poster perlawanan dan berteriak dengan lantang tanpa rasa takut. Setiap era, selalu lahir anak anak muda baru dengan semangat yang membara.
Pemimpin partai komunis ateis pemuja logika yg beakhir dgn mualaf .
ketika sudah memeluk islam ia dapat serangan dan dikucilkan oleh kawan intelektualnya
Namun di saat ia mengalami tekanan atas pilihan kayakinan barunya ,ia tetap bertahan bahkan membela agamanya dgn menulis buku tentang islam โจ
PERNAHKAH ANDA MENYADARI INI?
1. mall tidak memiliki jendela - agar kamu tidak sadar bahwa di luar sudah mulai gelap.
2. bar tidak memasang jam - agar kamu lupa waktu dan betah berjam-jam tanpa menyadarinya.
3. supermarket menaruh susu di pojok belakang - agar kamu harus melewati puluhan lorong... dan akhirnya membeli lebih banyak barang.
4. restoran cepat saji menggunakan musik yang ceria dan cepat - agar kamu makan lebih cepat dan segera pergi (sehingga pelanggan berikutnya bisa menempati kursimu).
5. kafe memutar musik yang lambat dan santai - agar kamu tinggal lebih lama... dan memesan lebih banyak.
gila, kan? semuanya disengaja.
Guys, ada satu pertanyaan yang Mahfud MD lempar di podcast terbarunya dan jawabannya bikin gue diam cukup lama.
Bagaimana Indonesia di mata Prabowo
dan bagaimana Indonesia di tangan Prabowo?
Dan untuk menjawab itu, Mahfud MD buka sebuah buku yang ditulis Prabowo sendiri tahun 2017.
Dan hasilnya jujur mengejutkan.
Apa kata Prabowo tentang Indonesia sebelum jadi presiden?
Buku itu judulnya panjang:
Pandangan Strategis Prabowo Subianto Paradoks Indonesia:
Negara Kaya tetapi Masih Banyak Rakyat yang Hidup Miskin.
Dicetak 2017.
Dijual bebas, dibagikan ke menteri dan kepala daerah sebagai referensi visi presiden.
Mahfud buka halaman demi halaman.
Dan ini yang tertulis di sana.
Halaman 13: Indonesia seperti ini sedang menuju kehancuran.
Halaman 19: Keputusan politik lah yang bisa menentukan Indonesia kaya atau miskin.
Halaman 111: Demokrasi kita ini mau diperkosa dan bahkan sudah diperkosa. Kita butuh pendekar demokrasi di negeri ini.
Halaman 112: Tugas besar kita ada dua: pastikan supremasi hukum, dan kejar dan tangkap koruptor.
Halaman 113: Kalau Anda merobek-robek hukum, Anda harus siap menghadapi risiko. Siapa menabur angin, dia akan menuai badai.
Halaman 117: Koruptor tidak boleh melanglang buana bebas. Kita harus dorong penegak hukum mengejar mereka sampai ke ujung dunia.
Halaman 124: Saya mantan prajurit TNI. Sumpah saya adalah membela seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana saya bisa melanggar sumpah saya?
Dan satu lagi yang paling diingat banyak orang.
Di halaman 128, Prabowo menulis: Minta ampun politik ini. 14 dari 15 politisi yang saya temui semua bohong.
14 dari 15.
Kalau dihitung: 93,3%.
Lalu Mahfud tanya apakah sekarang angka itu sudah berubah?
Dan jawabannya tersirat dari seluruh diskusi adalah: belum ada bukti yang menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Soal demokrasi ini yang paling keras disampaikan Mahfud.
Bulan ke-18 pemerintahan Prabowo.
Dan Mahfud bilang terang-terangan: Demokrasi sekarang lemah dibandingkan masa-masa sebelumnya.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang diam.
Tidak ada satu pun pertanyaan berarti soal keputusan-keputusan besar presiden.
Contohnya: perjanjian reciprocal trade dengan Amerika yang bisa merugikan Indonesia menurut Pasal 11 ayat 2 UUD, harus dapat persetujuan DPR. Tapi DPR diam. Yang ribut justru rakyat di luar.
Board of Peace kesepakatan internasional yang melibatkan ideologi, geopolitik, dan uang Rp17 triliun DPR diam lagi.
Impor 105.000 mobil Mahindra dari India padahal Prabowo sendiri pernah berjanji di hadapan publik bahwa Indonesia akan punya mobil buatan sendiri. DPR diam. Mobilnya sudah datang.
Soal hukum ada satu istilah yang dipakai Mahfud: autocratic legalism.
Hukum dibuat bukan untuk melindungi rakyat tapi untuk membenarkan kehendak penguasa. Tanpa diskusi yang memadai. Tanpa partisipasi yang bermakna.
Dan penegakannya?
Tebang pilih.
Di era sebelumnya, empat menteri aktif masuk penjara. Sekarang satu mantan menteri pun kontroversialnya luar biasa, lebih banyak warna politik daripada warna hukum.
Soal korupsi angkanya berbicara.
Corruption Perception Index Indonesia pernah mencapai angka terbaik dalam sejarah reformasi di 2019 skornya 40. Setelah itu turun terus. Sekarang kembali di angka 34.
Pagar laut kasus yang melibatkan 16 desa, pasti melibatkan pejabat BPN di beberapa kabupaten, mungkin sampai tingkat kementerian kasusnya tiba-tiba senyap. Yang kena hanya seorang kepala desa.
Undang-undang perampasan aset yang dijanjikan keras-keras di atas panggung di hadapan puluhan ribu buruh sampai sekarang tidak ada kabar.
Tapi Mahfud juga jujur soal yang bagus.
Stabilitas keamanan membaik.
Terorisme tidak muncul selama pemerintahan Prabowo berjalan. Koruptor tetap ditangkap meski ada kesan tebang pilih. Lebaran kemarin lancar transportasi, kebutuhan pangan, keamanan perjalanan semuanya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Kita tidak boleh jadi nihilis menganggap semua yang dilakukan tidak ada nilainya. Banyak yang sudah dilakukan Prabowo. Tapi kita juga harus mengingatkan hal-hal yang belum dilaksanakan dengan benar.
Dan ini kesimpulan yang paling gue catat dari seluruh diskusi ini.
Semua orang yang mengkritik pemerintahan Prabowo hari ini sebenarnya sedang mengulang apa yang pernah Prabowo tulis sendiri di bukunya.
Orang yang menuntut supremasi hukum sedang menjalankan komitmen halaman 112.
Orang yang menuntut koruptor dikejar sampai ke ujung dunia sedang mengutip halaman 117.
Orang yang menuntut demokrasi dijaga sedang memperjuangkan apa yang Prabowo sebut sebagai pendekar demokrasi" di halaman 111.
Jadi kalau kritik-kritik itu dianggap musuh maka yang dilawan bukan kritikus. Yang dilawan adalah visi Prabowo sendiri.
Mahfud menutup dengan satu kalimat yang sederhana tapi berat.
Tempat kembali kita adalah konstitusi dan penegakan hukum. Kalau tidak ikut hukum semua berbuat sendiri, kacau negaranya.
Masih ada 3,5 tahun. Masih ada waktu.