Dua buah UFO di wilayah Gambir, Jakarta Pusat
13 Mei 2026
21:29 WIB
📷: Rheza
"Kedua objek bergerak lambat beriringan dari kanan ke kiri.
Durasi penampakan lima menitan.
Saya tdk mendengar suara dari kedua objek.
Warna objek putih agak kuning.
Kedua objek terbang tinggi banget"
🇮🇷🇺🇸| Trump mengatakan Iran telah memberi tahu AS bahwa negara itu berada dalam "kondisi runtuh".
Ini mulai membosankan dan berulang-ulang. Setidaknya buatlah kebohongan yang lebih baik…
orang yang sudah menikah lalu berzina adalah pengkhianatan ganda terhadap Allah, pasangan dan juga anak. kalau mau menimbang dampak sistemik dari zina muhshan, they indeed deserve hudud (death penalty). hudud exist untuk lindungi masyarakat dari kerusakan nasab, keluarga dan fondasi masyarakat. bukan hal sepele, kerusakannya berat. hudud juga ngasih efek jera (deterrence) yang kuat, jadinya orang takut berbuat hal tersebut. di sistem hukum sekuler, deterrence ini gak ada atau sangat lemah, makanya jadinya “biasa aja” dan dampak kerusakannya terus berulang.
-dimulai dari dampak psikologis, korban selingkuh sering kali kena trauma berat, contohnya kena PTSD, depresi kronis, kecemasan yang parah, bahkan suicidal thoughts atau bahkan sampe melakukan itu. yang paling ancur biasanya anak-anaknya, mereka ngerasain betrayal dari orang tua yang seharusnya jadi tempat aman. akibatnya? trust issues seumur-umur, low self esteem, struggling buat bangun hubungan sehat, anger issues, dan punya risiko lebih tinggi buat mengulang pattern ini pas dewasa. jadinya trauma yang diturunkan antar generasi
-sistemically, infidelity itu salah satu pemicu utama perselisihan yang berujung ke perceraian, bikin broken home naik. anak-anak yang terdampak lebih rentan melakukan kenakalan remaja, kena masalah mental, prestasi sekolahnya drop, bahkan bisa terjerumus kriminalitas jangka panjang
-divorce akibat zina juga bikin daya ekonomi household langsung turun drastis. banyak ibu yang jadi single parent dengan penghasilan kecil, sementara biaya hidup anak dan rumah tangga tetep tinggi. akhirnya tugas negara buat ngasih bantuan sosial, kesehatan mental, dan program kesejahteraan makin berat.
jadi ya, it make sense mereka deserve death penalty, soalnya luka yang ditimbulkan gak pernah sembuh total dan dampaknya nyebar kemana-mana ke anak, keluarga, sampe jadi beban moral ekonomi sosial masyarakat luas
kalo ga kerja di Jakarta, gua ga akan tau hal ini..
- jalan kaki harus cepet
- harus lebih sering egois dan bodo amat
- hati2 karena banyak yg muda dua
- kemana2 bawa e-money
- naik tj/krl, hamper sama kayak leg day
- transport umumnya murah dan senyaman itu
- ke mall, udah kayak tempat jalan sehari2
- banyak yg ga sholat
- selingkuh di kantor terang2an
jadi pinter itu bisa dipelajarin, literally semua orang bisa kejar knowledge, intelligence, bahkan experience.
tapi “jadi manusia yang bener” itu beda level. gak semua orang punya awareness buat respect orang lain dan bersikap proper.
makanya adab itu always di atas ilmu. karena akhirnya yang dilihat bukan cuma kamu tau apa, tapi kamu treat orang lain kayak apa.
Reality check.
Cowo dan cewe jaman sekarang sama sama jadi korban podcast / konten relationship yang bias dan terlalu oversimplify suatu hal yang kompleks.
Disatu sisi, tontonan cewe tentang provider men dan kisah cinta orang lain yang isinya diroyalin.
Di sisi lain, tontonan cowo tentang istilah if he wanted to he would yang mereduksi effort yang udah mereka kasih selama ini.
Orang pacaran, bukannya komunikasi satu sama lain, malah disuruh ambil kesimpulan dari sosial media. Jadinya ya, mau menang sendiri terus.
@kodosunofficial kata gw mah gk ush di pikirin, org2 sosmed terutama yg anon mah cuma berisik di sosmed, biasanya loser di real life.. banyak minta gk masuk akal? cut off aja. simple, msh banyak kok cewe waras yang cantik2 malah. di real life cewe cantik justru lbh friendly drpd you know....
@18fesss Jauh lebih susah
Karena laki-laki dinilai dari semua aspek harus lebih unggul dari cewek—tinggi badan, muka, fashion, ekonomi, jabatan, kendaraan, gaji, ilmu, mental, keluarga, seni, hobi, keutuhan fisik, tambang, kebun sawit, ijazah, lahan di IKN, pemilik SPPG, mandor KDMP dll