Saya coba lacak jejak leluhur Presiden kita lima generasi ke atas berdasar kliping berita, iklan, arsip dan buku-buku lawas. Banyak data-data detail dan informasi baru yg mungkin keluarganya pun enggak tahu.
Jadi alih-alih marah, presiden harusnya berterima kasih pada kami para "londo Ireng" ini yg menyusun historiografi keluarganya selengkap mungkin. ๐ซฐ
Bisa dibaca di sini:
https://t.co/ad7V9gb6wa
*Maaf kalau gak sempurna, saya developed microsite-nya sendirian ๐ตโ๐ซ
Aku ketemu teman lama.
Terus dia bilang,
โGi, lihat berita-berita sekarang kenapa orang jahat lebih banyak menang dalam kehidupan dibanding orang baik?โ
Aku senyum, lalu jawab,
โYaa Mungkin karena orang baik memang enggak hidup buat menang.โ
Karena kalau kita pakai Menang dengan standar duniawi, menang itu sering berarti harus ambil lebih banyak, ambil lebih dulu, ambil semuanya.
Gak peduli cara, gak peduli konsekuensi.
Tapi orang yang hatinya baik biasanya jalan dengan cara yang berbeda.
Mereka datang dengan tulus.
Mereka sayang tanpa banyak hitung-hitungan.
Mereka tetap jujur walau kadang rugi.
Mereka enggak suka main belakang.
Mereka enggak sibuk menghitung siapa yang lebih banyak memberi.
Dan mereka enggak butuh melihat orang lain jatuh untuk merasa dirinya hebat.
Jadi ya, mungkin orang baik memang terlihat seperti kalah.
Sering kecewa.
Sering terlalu percaya.
Sering kasih kesempatan ke orang yang sebenarnya enggak layak.
Tapi mereka pulang dengan sesuatu yang enggak semua orang punya.
Hati yang tetap bersih.
Perasaan yang tetap hangat.
Dan kemampuan untuk menyayangi lagi tanpa berubah menjadi pahit dan getir.
Orang baik mungkin jarang terlihat menang di depan orang banyak.
Tapi mereka bikin orang lain merasa aman.
Mereka bikin hidup terasa lebih ringan.
Mereka bikin dunia jadi sedikit lebih manusiawi.
Jadi kalau begitu,
sebenarnya siapa yang sedang menang?๐
Gue kenal seseorang yang dibayarin espresso sama engineer Anthropic gara-gara layar laptopnya kelihatan pas lagi nongkrong di coffee shop.
Dia lagi buka bot Polymarket.
Awalnya si engineer cuma ngelirik bentar.
Terus langsung berhenti scrolling.
โItu bukan trading app biasa kan? Lu jalanin pake apa?โ
Orang ini jawab:
Claude Code.
4 repo open-source.
Biaya total sekitar $25/bulan.
Engineer itu langsung duduk.
Katanya dia kerja di tim agent Anthropic.
Mereka biasa stress test Claude buat kasus kayak gitu.
Terus dia lihat dashboardnya.
86 juta trade.
Semua wallet.
Semua entry dan exit.
Dia mulai ngerti.
โJadi lu kasih Claude raw wallet dataโฆ terus suruh dia nyari trader yang konsisten profit?โ
Dan ternyata iya.
Bukan nebak market.
Bukan gambar garis di chart.
Cuma nyari siapa yang udah terbukti sering benar.
Prompt-nya simpel:
Cari wallet dengan:
lebih dari 100 trade
win rate di atas 70%
ranking berdasarkan profit
Claude scan 14 ribu wallet cuma dalam beberapa menit.
Ketemu 47 wallet yang dianggap high signal.
20 wallet teratas profit gabungannya lebih gede dibanding 13 ribu wallet lain di bawahnya.
Dan di situ engineer itu langsung sadar sesuatu.
AI gak harus lebih pintar dari market.
AI cuma perlu tahu:
siapa yang paling sering benar.
Mayoritas orang masih pakai AI buat:
bikin caption
ngerangkum artikel
bantu kerja kantor
Padahal value aslinya jauh lebih besar.
AI sekarang mulai jadi mesin filter probabilitas.
Karena market modern terlalu besar buat diproses manusia manual.
500 market.
Ribuan wallet.
Jutaan transaksi.
Manusia capek duluan.
AI enggak.
Bot itu bahkan gak trade sebagian besar market.
Ratusan market langsung dieliminasi sebelum sempat dilihat manual.
Dan justru itu edge-nya.
Bukan trade lebih banyak.
Tapi membuang market jelek lebih cepat dibanding orang lain.
Terus dia tunjukkin sistem exit-nya.
Kebanyakan whale ternyata exit sebelum settlement.
Jadi botnya:
copy whale โ
ambil momentum โ
cabut lebih cepat dari mereka.
Engineer Anthropic itu diem cukup lama.
Terus bilang:
โIni literally skenario yang biasa kita simulasiin internal.โ
Dan mungkin itu bagian paling gilanya.
Teknologi yang dulu cuma dipakai hedge fund dan quant deskโฆ
sekarang bisa dijalanin siapa aja yang punya:
laptop
API murah
repo open-source
rasa penasaran
Barrier terbesar sekarang bukan modal.
Tapi ngerti cara pakai AI buat mengambil keputusan lebih cepat dari manusia lain.
Motor Kamu Pernah Mogok Jam 1 Pagi?
Jadi, Abang baju putih motornya mogok tengah malam, lalu manggil teknisi.
Awalnya diminta bayar 145, tapi pas lihat isi rekeningnyaโฆ teknisinya langsung luluh dan bilang gk usah bayar.
Dari ekspresinya, kita bisa tau kondisinya sedang sulit ๐ฅบ
๐ฅ ig/minyakhitamjalanan
@wak_bast@CentralsSC kritik wajib jangan terlalu nyaman, setengah musim produktivitas goal na ayeuna kurang dibanding tahun kemarin. rekrutan beberapa pemain kemarin cuma beberapa aja yang bagus dan nyetel bisa di bilang kebanyakan zonk