Kecam Pernyataan Presiden
Kamis, 30 Juli 2026, koalisi masyarakat sipil mengadakan aksi di depan Pos Bloc, Kota Medan. Aksi kali ini menyikapi pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berkenaan dengan ‘londo ireng’. Menurut hemat kami, pernyataan tersebut sangat keliru. Pernyataan tersebut dapat menjadi legitimasi bagi kelompok tertentu untuk menghilangkan kepercayaan publik terhadap jurnalis, aktivis dan akademisi.
🚨📢 "PR KITA BELUM SELESAI, TEMAN2!" ✊
Reza Sudrajat, guru honorer asal Karawang sekaligus pemohon uji materi di MK, menegaskan bahwa putusan MK bukanlah akhir dari perjuangan.
"Nasib kesejahteraan guru, anak-anak yang keracunan, hingga mahasiswa yang terancam DO akibat mahalnya biaya kuliah masih belum selesai," tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mengawal penggunaan anggaran negara agar uang rakyat tidak digunakan secara sewenang-wenang.
✊ Peduli?
🔁Bagikan dan terus kawal. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian.
📹watchdoc_insta
📈 Guru BEM UI
Mahasiswa melakukan aksi demo kawal putusan MBG di depan Mahkamah Konstitusi (MK) namun tak ada pemberitaan media nasional.
Sedang tidak baik-baik saja, dukung perjuangan Mahasiswa.
Ga bermaksud nakut-nakutin, tapi kalian harus tau fakta-fakta berikut:
1. Gubernur BI mundur
2. Rupiah kembali tembus 18k
3. MBG dan Kopdes terus"an menggerus APBN
4. Minyak dunia menuju 120 dollar per barel
5. Arus keluar modal asing terus berlanjut
6. Pemerintah mengintervensi BI untuk cetak uang guna menutup defisit APBN
7. Ribuan P3K terancam dirumahkan
8. Pemerintah libatkan babinsa untuk kepatuhan pajak masyarakat
9. Outlook peringkat kredit Indonesia diturunkan dari stabil menjadi negatif oleh Moody's Ratings
10. Gelombang PHK masih terus terjadi
11. Mall-mall banyak yang dipagarin
Sekali lagi gue ga bermaksud nakut-nakutin kalian
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, dilaporkan ke Polres Tangsel + Bareskrim atas tuduhan "menghina Presiden" dan "menghasut MBG."
Pelapor, pengacara Firdaus Oiwobo, mengaku sendiri di Instagram:
"Saya ini memang tukang lapor. Alhamdulillah udah banyak yang dipenjara atas laporan saya."
Tiyo merespons:
"Momentum ini bagus bagi yang ingin mempersembahkan loyalitasnya kepada Pak Presiden."
Di demokrasi yang sehat, kritik dijawab dengan argumen
.
Di sini, kritik dijawab dengan nomor LP.
Indonesia is dangling unprecedented legal protections for investors in President Prabowo Subianto’s sovereign wealth fund, a move analysts warn could attract money with questionable origins and further erode the reputation of Southeast Asia’s largest economy. Read more: https://t.co/x0UMGQ8e4a
📷️: Dimas Ardian/Bloomberg
Ibu, terim kasih ya atas pengabdiannya selama ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya tau pasti ibu merasa sedih, bahkan saya yang gak ada di posisi Anda ikutan sedih.
Tapi, bu, boleh ga kalo aku doain pemerintah yang dzolim itu biar cepetan mati dan masuk neraka karna udah jahat ke orang-orang sepertimu?