Ini kalau berita demo tidak sampai ke Prabowo atau informasinya ada yang dikurangi berarti selain emang dia yang bego dan ngeyel, orang-orang di sekitar dan pembisiknya yang memang bedebah. Tapi tetap, yang nunjuk mereka adalah Prabowo juga. Manusia ambisius yang seharusnya tidak pernah jadi Presiden.
contoh kecil algoritma perbatasan, hidup bersebelahan dengan orang yang enggan menggunakan pikiran, hanya mengedepankan konten dengan caption “RUN” “EL VISUM”
ya, memang begitu adanya, rivalitas di kota ini terbilang cukup untuk ‘tidak waras’
Bandung memang tidak dibangun dari duit Persib.
Tapi kalo kata Zen RS di salah satu tulisannya,
"Bandung juga tersusun dari kaki-kaki kecil yang terus berani main walau diteriaki Satpol PP. Bandung juga dibangun oleh anak-anak yang tetap datang walau lapangan dikunci, walau bola bolong, walau digebuk aparat, padahal hanya bermain bola plastik di Cikapayang atau Saparua pada Jumat malam. Mereka datang. Mereka main. Karena itu satu-satunya cara mereka bertahan."
Suka tidak suka, untuk mayortias warga Jawa Barat, Persib ini menjadi sebuah alat komunikasi kaum rentan di kelas bawah. Menjadi belati dari dago elos, hingga sukahaji. Menjadi identitas kolektif untuk kaum yang rentan di kehidupan sehar-hari.
Bahwa masih ada sekumpulan orang yang belum terdidik dan kelakuannya merugikan banyak pihak, itu juga harus diakui. Tapi, untuk menggeneralisir dan memukul rata dan menjadikannya satu juga saya rasa tidak adil, apalagi bijak.
Sekali lagi, Bandung tidak dibangun pake duit Persib. Tapi jangan lupa, eta jalan diponegoro arek ditutup permanen ku bapa sararia saha atuh anu naekeun awareness na tepikat teu jadi lamun lain datangna ti sebagian Bobotoh Persib? lalawora sia mah kehed.
Sudah saatnya kita berhenti saling menyalahkan dan mulai menoleh pada akar masalahnya. "kualitas sosiologis masyarakat dan profesionalisme keamanan negara."
Kita butuh pemerintah yang memiliki kemauan politik untuk mengedukasi masyarakat dan memperbaiki taraf hidup rakyat, serta pemerintah yang mau mendengar dan peduli pada hal yang terjadi di masyarakat.
Maneh arek beberewekan sakumaha tarik oge, ari masalah utamana teu beres mah nu kieu patut bakal aya deui aya deui.
Ada konsep berbagi ruang dan waktu dalam kehidupan sosial manusia. Memang, dalam kondisi ideal ada cara2 perayaan yang lebih baik. Tapi yg mereka bisa saat ini ya hanya mengambil sedikit dari kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, kamu bisa gofood setiap hari, mereka belum tentu. Mari berbagi jatah kemenangan.
Evaluasi harus dari internal sendiri, buktinya kita memang sudah kalah sebelum bertanding. Jangan lu normalisasi atau giring opini sampah yang ngak ngebangun apa-apa dalam internal lu sendiri.
Klo Manajemen Goblog ya bilang Goblog, Panpel ngak becus ya lu harus terima di kritik!
May Day secara historis adalah hari perlawanan. Di banyak negara, ini adalah hari mogok nasional. Di Indonesia, kini momentum itu dikonversi menjadi panggung legitimasi bagi penguasa.
after break up, yang setia akan butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka dan merenung.
sedangkan yang narsistik, dengan cepat mencari pengganti hanya untuk mengisi kekosongan dan memuaskan egonya.
Fans sepakbola tak pernah adil sejak dalam pikiran.
Diam saja & mungkin tertawa saat tim kesayangannya diuntungkan keputusan wasit di sebuah laga atau berisik bukan main saat ketiban keputusan wasit yang merugikan timnya.
Bisa objektif tapi dalam hati bilang "sukurin" kalau output-nya menguntungkan & menyebut "brengsek" jika merugikan.