Sadis, ini balasan terbaru Billy ke oknum pejabat edan dari Bali.😁
Aku dukung apa yang akan dia lakukan.😂👍🔥
Untuk pejabat edan, sadarlah kamu sudah buat makin banyak orang benci Bali.
Maha besar Allah dengan segala ciptaan nya🥹
Ternyata Allah menciptakan ASI sedahsyat itu.
Itulah sebab nya surga di telapak kaki ibu.
Selagi masih ada ibu mu BAHAGIAkan lah🤍
Penculik jadi presiden, dirjen, direktur BUMN, koruptor menjabat lagi, dan nyiram air keras GAK dipecat jadi tentara meski sudah disebut TERORIS oleh PRESIDEN !!!
Sementara anak-anak muda ditolak kerja karena SKCK atau jejak digital postingan medsos.
Untuk warga X kami dari org Kalimantan minta tolong di up di setiap pemberitaan yg kami posting karna itulah yg terjadi sekarang ini.
KAMI CAPEKKKK kasian petugas pemadam sampai bbrp org yg meninggal 😭🏳️
Hanya mengingatkan, sekarang bahkan Badan Bahasa aja dibungkam oleh rezim.
Di level tata bahasa pun Prabowo antikritik.
SS unggahan Badan Bahasa ini bahkan udah hilang sejak kemarin sore.
Realita jualan di alun-alun kidul Jogja
1. Izin resmi dari keraton
2. Pungli parkir kendaraan 2.5jt/hari di nego 1jt/hari
3. kasih makan 10 orang preman
4. DISURUH KASIH MAKAN TIGA POLISI 🤡🚩
5. Mau pake listrik bayar lagi
Jogja loh wes umr kecil, banyak pungli 😤👎
kok sampe sekarang prabowo masih blum ngucapin belasungakawa ke para korban atas tenggelamnya kapal virgo ya? dia lagi mempraktikan mindfulnes in the era of bad news kah?
Jujur, yang bikin kami penasaran bukan isi videonya sendiri, melainkan fakta bahwa video Maudy yang baru 100k views di YouTube bisa sampai dihujat jutaan orang di berbagai medsos…
Setelah nonton, isinya memang menurut kami cukup divisive.
1. Kemasannya salah alamat:
Format video cozy vlog. Sarapan santai pakai cottage cheese sambil ngukur takaran protein harian, tapi disajikan buat audiens yang lagi kalang kabut buat jaga dapurnya tetap ngebul.
2. Bias yang “bias”:
Negativity bias itu nyata. Tapi ia berguna buat ngoreksi persepsi yang melenceng dari keadaan. Kalau situasinya memang sedang buruk, label negativity bias mengubah persepsi yang akurat jadi kekeliruan kognitif.
3. Nasihat subjektif dipaksakan untuk semua:
Garis batas stoik soal “yang dalam kendaliku” itu relatif. Orang dengan 1 juta subscriber punya kendali berbeda dibanding orang yang terpaksa hirup asap karhutla.
—
Tapi di sisi lain, setengah akhir video sebenarnya memuat beberapa tips yang valid.
1. Kurasi sumbernya, bukan kurasi isunya:
Maksudnya bukan nutup mata, tapi milih beberapa kanal yang ngasih konteks utuh. Cukup baca dari situ. Bukan nyerap potongan-potongan yang lewat di feed, yang justru paling gampang simpang siur pas satu isu lagi rame.
2. Tahu kapan harus berhenti:
Begitu kamu udah paham duduk perkaranya, kamu gak wajib baca konten ke-15 soal isu yang sama. Berhenti di situ bukan berarti gak peduli. Kamu udah dapat isinya. Sisanya cuma ngulang, dan yang keulang itu efeknya jadi bising di kepalamu.
3. Imbangi asupannya:
Algoritma bakal terus nyodorin yang serupa. Sekali kamu banyak buka satu jenis kabar, feed kamu bakal ngunci di situ. Imbangi dengan aktivitas lain.
—
Kritik netizen memang sah.
Tujuannya Maudy memang baik (menyikapi kabar buruk).
Tapi jalur yang dia sajikan valid buat orang yang kabar buruknya terpampang di layar.
Sedangkan buat rakyat jelata yang kabar buruknya di depan mata, kesannya tone deaf.
Kebanyakan dari kita berdiri di tengah dua kutub tersebut.
Jadi walau tujuannya sama, tapi jalurnya tetap kamu yang harus tentukan sendiri.
dibully sampe dibilang "you deserve that" (mendapat bully an itu) sampe unfoll hampir semua temen satu sekolah dia dan dibikin trauma sampe ga attend graduation & proomnight di posisi doi yang udah mondar mandir dapet puluhan prestasi & awards itu gila sih😭🥺