Titik balik..
Selama masih bernafas, apa yang dilakukan, sedikit saja, baik atau buruk, pasti terbalaskan..
Diinginkan, disengaja atau tidak sama sekali, sama..
Apa yang ditanam menjadi apa yang didapatkan..
Bebas pilih, mau tanam yang baik atau buruk, suka-suka pastinya..
Senang sama diri sendiri yang mau diajak kerjasama. Selalu berhasil menyelesaikan target harian sesuai rencana. Semoga jauh dari rasa malas dan selalu menunda-nunda.
Dari sekian juta cangkir kopi yang pernah terasa, baru kopi siang ini yang berbeda, entah karena si pengaduk atau memang aku yang belum pernah sesering ini bepergian jauh..
Rasanya hanya ingin seterusnya seperti ini, mengejar ridho orang tua, ditemani berbagai jenis rasa kopi..
Tentang rasa..
Tak ada lagi perjalanan, sudah sampai tujuan.
Tak ingin dan berharap kembali pulang, karena yang dibutuhkan seluruhnya ada disini.
Tak pernah jiwa terobati seperti ini..
Tak ada kata yang bisa jadi rujukan..
Gelas yang pecah telah tergantikan..
Melintasi waktu..
Jarum jam tetiba belari, detik menjadi tak terlihat..
Menghitung ulang percepatan takdir, tak maju dan tak mundur, sesuai..
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti..
Aku pun merasa yang sama..
Ketika daun layu dibasahi oleh air hujan yang tetiba jatuh..
Begitu pula jiwa terombang ambing dalam perahu kecil penuh lubang yang berakhir di pantai harapan..
Membuat api unggun, menatap langit berbintang, bersuka cita sisa hidupnya bahagia..
Tentang mimpi, renjana, cinta, dedikasi, dan pengabdian pada ibu pertiwi. Terima kasih atas segala yang kau persembahkan, Eyang. Teriring doa damailah selamanya, karyamu abadi, selamanya menginspirasi.. #RIPHABIBIE