Jebakan Middle-Low Class :
• Beli iPhone pakai paylater.
• KPR rumah 25–30 tahun.
• Kredit motor demi gengsi.
• Kredit mobil di luar kemampuan.
• Pinjol buat liburan.
• Nikah mewah sampai ngutang.
• Ngopi mahal tiap hari, tabungan minim.
• Gaji naik, gaya hidup ikut naik.
• Beli barang karena FOMO, bukan karena butuh.
• Liburan pakai kartu kredit.
• Semua serba dicicil.
• Rela lembur cuma buat bayar cicilan.
• Tabungan darurat nol, cicilan banyak.
• Investasi paling besar: cicilan
• Terlihat mapan di luar, finansial megap-megap di dalam.
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
KEINGET CERITA TEMEENNN😭. Di deket rumahnya ada orang kaya.. setiap bulan puasa mendekati lebaran suka bagi-bagi sembako gituh rutin pokoknya tiap tahun.
Tiba si orang kaya ini meninggal.. gak ada yang nerusin bagi-bagi sembako, eh rumahnya di demo dong😭
Dibilang “mana hak kami, kewajiban kalian tiap bulan puasa kasih kami” 😭😭😭
Gak ngerti sama konsep berpikir petugas SPBU di postingan ini. Kalo pake debit kenapa gak didebit aja senilai pembeliannya? Kenapa didebit 60 rb terus ngasih kembalian tunai 40rb???
Tebak coba SPBU apa itu... 😏😏
Mengenal Kanker Ginjal yg Menyerang Alm. Vidi Aldiano
Diketahui diagnosa awal Vidi mengidap kanker ginjal stadium 3 pada Desember 2019, sempat jalani operasi pengangkatan ginjal sebelah kiri di Singapura, tapi ternyata sel kanker kembali muncul dan menyebar lagi di tubuhnya di tahun 2021-2023.
Penyebab Kanker Ginjal sendiri ada beberapa hal:
> Merokok: Zat kimia rokok masuk ke darah & tersaring ginjal
> Obesitas: Berat Badan picu perubahan hormon yg merangsang tumbuhnya tumor
> Hipertensi: Tekanan darah tinggi berdampak langsung ke risiko kanker ginjal
> Genetik: Riwayat keluarga, seperti Von Hippel-Lindau (VHL)
> Zat kimia Asbes
Tweet ini saya buat dengan harapan kita semua punya awareness lebih untuk menghindari hal hal seperti ini dengan cara yg dianjurkan Rasulullah, yaitu dengan mengambil hikmah dari setiap kejadian termasuk kematian seseorang untuk dijadikan pelajaran buat kita.
Makadari itu saya sering banget dan nuntut orang disekitar saya (terutama yg saya sayangi) untuk berolahraga, sebagai bentuk ikhtiar kita menjaga kesehatan tubuh yg udah dikasih oleh Tuhan
Kalau kalian gimana nieh cara menjaga kesehatan tubuh? Olga? Atau makan makanan sehat? 👀
“Isi ulang freon” adalah scam terbesar yang dinormalisasi di Indonesia.
Mbak ini kena Rp 1.125.000 buat isi freon doang.
Freon itu ga habis. Sistem AC itu tertutup. Kalau freon habis berarti ada kebocoran.
Solusinya? Tambal kebocoran, bukan isi ulang freon terus-terusan.
Tapi banyak tukang AC yang ga bilang ini ke kalian. Kenapa? Lo balik lagi 6-12 bulan, bayar lagi buat isi ulang.
Business modelnya dari ketidaktahuan customer wkwk
Dalam satu tahun, rumah tangga di Indonesia mengalami kerugian Rp 1.7 Triliun gara2 oknum yang minta isi freon.
Gue bikin website simpel https://t.co/aLsWE3m79H yang isinya kurasi tukang service AC jujur yang ga minta isi freon.
List ini berdasarkan rekomendasi temen2 di social media dan komunitas
Kiper Nantes, Anthony Lopes berpura-pura cedera agar rekan setimnya yang muslim bisa buka puasa
Berdasarkan regulasi sepakbola Prancis, Ligue1 tidak lagi mengijinkan pertandingan dihentikan sebentar untuk berbuka puasa
Sederhana Tapi Sepakbola Punya Cara
Namanya RIO HARYANTO, pembalap F1 pertama dari Indonesia. Sekarang, dia jadi pengusaha percetakan. Seperti saya 😀.
Meski begitu, percetakannya dan percetakan saya seperti langit dan bumi. Jauh sekali. Di kantornya saja, ada lift sampai lantai 7. Hehe...
Percetakannya bernama PT Solo Murni, produsen buku tulis KIKY. Coba perhatikan bajunya di foto ini, ada logo KIKY di sana.
Dia melanjutkan usaha yang dirintis sang ayah sejak 1976. Bagi anak 90-an pasti akrab dengan Buku Tulis KIKY yang desainnya keren banget di zamannya.
Di dalam kantor marketing, terdapat banyak Al Quran hasil cetakan PT Solo Murni. Di bawahnya, ada foto Rio bersama sang ayah dan ibunya di Masjidil Haram.
Sukses selalu mas Rio Haryanto...