Salah satu alasan gua ogah bela ๐ฎ๐ท krn ๐ฎ๐ท juga banyak dibela liberal terutama liberal indon
Salah satu alasan bela negara gulf krn gua tau liberal ga akan bela mereka
Waktu gw masih semangatยฒnya ngehajar rezim mulyono sampek masuk ruang interogasi satreskrim dan pulang bonyok tapi sialnya ga masuk berita, lu tau ga siapa yang paling kenceng teriak 'hajar pandemo pak polisi'
Kaum lu koplok!!!
Orang-orang dengan label "Anti persekusian" mana mau nyorot beginian. Karena bagi mereka tidak menjual banget.
Mereka hanya menampilkan konflik antar agama biar bisa menjual akun mereka.
Banyak perusahaan besar beroperasi di Jabar (pabrik, industri), tapi mendaftarkan NPWP induk di Jakarta. Akibatnya, pajak perusahaan (PPh, dll.) mengalir ke DKI Jakarta, sementara Jabar menanggung beban: infrastruktur rusak, polusi, limbah, dan dampak sosial.
Kalau bener pake uang sendiri, malah jadi gak tertib administrasi. Ini mah jadi nyampur-nyampur mana agenda pribadi dan mana agenda kenegaraan. Ketika semua yang terkait kebijakan, harusnya pakai APBN supaya jelas pertanggung jawabannya.
โJakarta kayak sekarang itu aja puluhan tahunโ statemen ini benar tapi kurang tepat. Jakarta sampe hari ini bisa segitu besar karena aspek kebutuhan dasarnya diprovide sama pusat karena Jakarta Ibukota Negara. Nah kebutuhan itu dipenuhi supaya orang mau โinvestasiโ.
Udah dijelasin berkali-kali, tapi gak mau didengerin. Antara bebal, sok tahu, emang punya intensi menyesatkan dengan berbohong terus.
.
Proyek diaudit BPKP dipaksa nerusin pas masih audit, mau ngejeblosing masuk penjara.
40 kota setara jakarta itu bukan berarti dalam 5 tahun bisa bangun pencakar langit sebanyak ini.
1. Membangun transportasi publik yang mapan
2. Infra dasar
3. Ruang publik
4. Perizinan terpadu
Serta hal-hal lainnya yang membuat sebuah kota berkembang cepat dengan sendirinya.
Ini lah kalau cuma mentoq di screenshot judul tanpa isi berita. Padahal isi beritanya adalah kebutuhan secara lengkap perkiraan pembiayaan kalau infra dasae mau dipenuhi semua. Pembiayaannya bisa APBN/APBD/KPBU atau lainya. Screenshot lengkap di twit berikutnya
Ngapain bikin 1 kota dari nol? Demand gaada? Gausah muluk2 40 kotaโฆ
Lu fokus tiap tahun lempar 100 triliun ke tiap kota ini, selama 5 tahun.
- Medan
- Surabaya
- Batam
- Pontianak
- Makassar
Lu bakal liat bedanya.
Non-Indians may not know this, but one of the many reasons why Indian Muslims are hated, abused, and looked down upon in their own motherland is that they are always wearing perfume.
They are stereotyped as "aankhon mein soorma, banyan mein attar" (kohled eyes, perfumed vests).
Anies di DKI dulu lawannya juga DPRD DKI yang disupport Presiden, bahkan sempet lawan Oligarki yang dibantu Luhut pas ada reklamasi.
Masih lawan Bani Ahok dan harus deal dengan FPI, serta 'katanya' dosa politik beliau yang bawa-bawa agama dan Pribumi itu.
Masih bisa jalan
Setara Jakarta = punya sistem transportasi publik yang baik. Bbrp kota metropolitan (kyk Surabaya) malah pny PDAM lbh bagus dr Jakarta.
Brp biaya CAPEX transportasi publik yg perlu dikeluarkan?
Sekitar 5%APBD. Kalau 40 kota & pakai duit pusat, ini lbh murah dr 1 thn IKN.
Bikin kota dongeng dari 0 ya jelas kebanyakan mimpinya
Tapi mengusahakan supaya 40 kota yg sudah ada, dengan jutaan warganya, bisa merasakan akses transportasi, hunian dan jaringan utilitas, serta layanan publik setara Jakarta, benar-benar ajeg dgn realitas dan kebutuhan nyata.