dr. Tifa: "Jokowi Melaporkan dr. Tifa kenapa beliau itu duduknya di loket layanan kehilangan... jangan-jangan kehilangan ijazah"
Ngejelasin secara rasional ke emak-emak kritis emang bikin repot apalagi kalau engga nguasai materi... ha ha ha ruwet ๐๐๐
-Kini kami Dwitunggal-
Sejak awal langkah ini dimulai, ketika jalan masih gelap, ketika suara-suara kebenaran terasa seperti berbisik di tengah badai yang paling menguatkan kami, saya dan Rismon, yang waktu itu masih waras, adalah Mas Roy.
Ia tidak sekadar hadir. Ia mengayomi.
Ia tidak sekadar berbicara. Ia menguatkan.
Dalam setiap tekanan, setiap gempuran, setiap tudingan yang datang tanpa henti dari berbagai arah, Mas Roy berdiri seperti dinding yang kokoh.
Setahun ini bukan waktu yang pendek. Rangkaian hari-hari panjang yang menguras tenaga, emosi, bahkan keyakinan terdalam.
Namun di tengah itu semua, Mas Roy tetap tegak, dengan stamina yang seakan tak habis, dan mental yang tak retak.
Namun ada satu hal yang sering luput dilihat orang, saat kita sedang letih dan lemah. Mas Roy yang selalu ceria, yang tawanya berderai-derai.
Ringan, lepas, seolah ingin mencairkan segala beban yang kami pikul bersama.
Tawa dan cerianya bikin kami naik semangat.
Ia hampir tak pernah berkata tidak.
Selalu ada โiyaโ di setiap permintaan, di setiap kebutuhan, di setiap kelelahan yang kami rasakan.
Dan lebih dari itu,
ia selalu berusaha menyenangkan semua orang.
Di tengah kerasnya perjuangan, ia memilih menjadi pribadi yang hangat.
Di tengah gelapnya tekanan, ia memilih menjadi penerang yang sederhana: tawa, kehadiran, dan kesediaan.
Ia benar-benar Abang.
Bukan hanya karena usia. Tapi karena jiwa.
Dan kiniโฆ
ketika Rismon memilih jalannya sendiri, meninggalkan ruang perjuangan yang pernah kita isi bersama, ada kekosongan yang tak bisa dipungkiri.
Sunyi itu nyata.
Namun perjuangan tidak boleh berhenti.
Kini kami berdiri sebagai Dwitunggal.
Bukan karena segalanya menjadi lebih ringan, justru sebaliknya.
Tapi karena kami tahu, amanah ini tidak boleh jatuh.
Dari tiga, menjadi dua.
Dari ramai, menjadi lebih senyap.
Namun justru dalam kesenyapan itu, tekad kami mengeras.
Mas Roy, tetap Abang yang sama.
Dengan tawa yang tak pernah benar-benar padam,
dengan hati yang selalu berkata โiyaโ,
dengan niat tulus untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingnya.
Dan saya, akan tetap melangkah.
Dengan segala luka, dengan segala pelajaran, dengan segala kesadaran bahwa perjuangan ini tidak pernah tentang jumlah, tetapi tentang keteguhan.
Karena pada akhirnya,
yang bertahan bukan yang paling banyak,
tetapi yang paling setia pada kebenaran.
Aksi tolak program MBG di Papua terus berlanjut.
#MBGPembawaBencana
โKami pelajar, siswa dan siswi di Kabupaten Deiyai tidak membutuhkan makanan gratis, yang kami butuhkan adalah pendidikan yang memadai dan gratis" (Yohanis Kotouki)
27/2/2025
#GerakanMakzulkanGibran
Rismon Dkk Dijadikan Tersangka Karena Mengusut Ijazah Gibran Yang Bisa Memupus Harapan Dinasti Jokowi..
Kita dukung rismon dkk putus Kerakusan Jokowi berkuasa tanpa peduli aturan dan etika..
Politikus yang termahal itu Anies Baswedan
mau kalahkan saja petinggi Negara Main Gawe Cawe uang Negara dan
gerakan TNI Porli dan aparat Desa untuk lawan anies.
Anies Baswedan for 2029 RI
@aniesbaswedan
Gerakan perubahan bukan berkelanjutan rezim ini.
@ke_gemini22020@DokterTifa DPR petugas partai bersuara atas nama partai bukan rakyat, gak pernah DPR peduli sama rakyat, yang ada peduli sama individunya masing masing, peduli kalau bagian 5tahun sekali bagian mau pemilihan, emang negara ini udah kacau balau