@logikafilsuf Mau nya Jersey home inggris Beckham, karna kosong jadi beli away inggris Owen 10 warna merah dan semenjak tau Owen main di Ipul jadi fans Ipul π untung gak jadi beli yang Beckham π
Massa warga di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan, Riau, membongkar paksa plang serta gapura pos jaga milik pemerintah. Mereka juga meminta personel bersenjata dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan meninggalkan lokasi. Aksi ini terekam dalam video yang diunggah akun resmi TNTN dan terjadi pada Senin (24/11).
Pengelola TNTN mengecam tindakan perusakan fasilitas negara dan mengingatkan bahwa kawasan itu dibangun untuk menjaga kelestarian hutan serta melindungi satwa liar, termasuk gajah Sumatera. Mereka menilai aksi warga mengancam keberlangsungan habitat terakhir satwa dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
Sebelumnya, ketegangan juga terjadi pada Jumat (21/11) ketika massa memaksa petugas keluar dari sejumlah pos pengamanan. Situasi ini disebut dipicu ketidakpuasan warga atas jawaban Satgas PKH dalam dialog sebelumnya. Kepala Balai TNTN, Heru Sumantoro, menyebut kemarahan massa berujung pada pengusiran tim satgas.
Di tengah kondisi memanas, pendataan masyarakat yang menguasai lahan di kawasan TNTN tetap berjalan. Per 19 November 2025, tercatat ribuan kepala keluarga dan ribuan hektare lahan telah terdata, mulai dari Bagan Limau, Kusuma, Lubuk Batu Tinggal, Lubuk Kembang Bunga, hingga Air Hitam.
πΈ: Dok. Instagram @/btn_tessonilo.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#newsupdate #update #news #videonews #tessonilo #gajah #tamannasional #riau #tntn #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Tesso Nilo harus diselamatkan sebelum terlambat. Mari bersuara untuk gajah dan seluruh satwa liar yang kehilangan tempat tinggalnya. Mereka berhak hidup aman di habitat yang sejak awal menjadi milik mereka.
#SAVETESSONILO#WeStandForTessoNilo#SelamatkanGajahSumatra
π¨5 petani Pino Raya, Bengkulu Selatan diduga ditembak oleh pihak keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (ABS). Salah satu warga mendapat tembakan di dada. Sebelum kejadian ini, para petani berulang kali mendapat teror melalui pengrusakan pondok dan tanaman warga.
Atas kejadian itu kami mendesak:
Pertama, Kepolisian Daerah Bengkulu untuk mengusut tuntas kejadian penembakan termasuk kepemilikan senjata api yang dimiliki oleh Pihak Keamanan PT. ABS yang digunakan untuk menembak 5 (lima) orang Petani Pino Raya, Bengkulu Selatan;
Kedua, Kepolisian Daerah Bengkulu memastikan perlindungan keamanan bagi korban, keluarga korban dan Petani Pino Raya;
Ketiga, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI melakukan pengawasan pengusutan kasus sampai tuntas untuk pemulihan korban secara khusus dan petani Pino Raya;
Keempat, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman Republik Indonesia (ORI), dan LPSK RI melakukan investigasi mendalam terkait kasus ini dan memberikan perlindungan terhadap korban, keluarga korban dan Petani Pino Raya;
Kelima, Kementerian ATR/BPN RI untuk segera memastikan penyelesaian konflik Agraria yang berpihak pada keadilan bagi Petani Pino Raya dan mencabut Izin Perkebunan PT. ABS