@prekedle Dan poin terakhirku, bukan cuma laki-laki aja yang bisa mereproduksi patriarki, tapi perempuan juga bisa. Maka dari itu, ayok kita sebagai male-feminist dan female-feminist berjuang bareng buat menghapuskan sistem patriarki ini
@prekedle Dan malah anak laki” yg melek isu ini akan strategis buat perjuangan feminis, karena perubahan sistem lbh efektif kalau melibatkan pihak yg secara struktural paling diuntungkan (disclaimer : bukan dengan tujuan mengganti suara perempuan), tpi memperluas koalisi melawan sistemnya.
@ahzansama problemnya queer dan trans itu bertentangan sama moral kompasnya mayoritas, makanya agak sulit buat dapet hak yang sama seperti golongan minoritas yang lain
iya yah sunatan dirayakan, dikasih PS, SEGA, duit bnyk bgt dll. sdangkan we inget pertama kali mens pas mau UN SD, dan shock kok pas pipis berdadah. nanya mama, cuma dijawab: kamu mens itu, yauda pake pembalut. that's it. bbrapa kali mens kyk mo pingsan pas lg stress berat
@alfianrrivai@silarakhito@ahmedjaini wkwkw klo tuhan terbukti secara empiris ada mah udah ngga perlu tuh “mempercayai” adanya tuhan, jadinya “mengetahui” adanya tuhan, “kepercayaan akan berubah menjadi pengetahuan”
@isiykfess dan biasanya orang-orang yang suka ngatain selera musik orang lain jelek malah yang ngga terlalu ngerti musik atau baru belajar tentang musik (dunning-kruger effect), jadi cukup abaikan aja orang-orang yang ngatain selera musikmu jelek nder.
@isiykfess Biasanya kalo dari anak musik, tolok ukur objektif untuk menilai suatu karya bagus atau engga itu dari kompleksitasnya, itu mulai dari harmoni, ritme(seberapa banyak sinkopasi) dll, dan biasanya pun tolok ukur tiap genre juga berbeda.