Benimle Ol (Lie With Me)
Cinselliği hayatının merkezine koyarak erkeklerle sadece kısa süreli ve fiziksel bağlar kuran Leila adındaki özgür ruhlu bir kadının, kendisi gibi cinsel dürtüleriyle hareket eden David ile tanışmasının ardından değişen hayatını konu alır; ikili arasında hızla başlayan ve tamamen yatak odasında şekillenen bu yoğun bedensel ilişki, zamanla karakterlerin ailevi travmaları ve içsel boşluklarıyla yüzleşmelerine neden olarak derin, karmaşık ve duygusal bir aşk hikayesine dönüşür.
✍🏻
“𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐮𝐥𝐮𝐭 & 𝐏𝐫𝐨𝐯𝐨𝐤𝐚𝐭𝐨𝐫 𝐃𝐞𝐦𝐨 𝐀𝐧𝐚𝐫𝐤𝐢𝐬..?”
Buat saya, ada tanda tanya merah yg cukup besar yg menyertai beberapa peristiwa demo anarkis dalam 2 x 24 jam terakhir.
Oke lah, jika rakyat marah kepada Ahmad Syahroni, Eko Patrio dan Uya Kuya, itu dapat dimaklumi, karena prilaku mereka memang nir empati terhadap penderitaan rakyat sehingga profil mereka mudah memicu emosi rakyat.
Tapi walau pun sosok mereka mudah membakar emosi rakyat, bukan berarti emosi rakyat dapat terbakar sendiri begitu saja tanpa ada yang membawa apinya.
Ya, betul, ada yg menyulut emosi rakyat dan memprovokasi kemarahan itu sampai pada tindakan anarkis. Tanpa penyulut dan provokator, api kemarahan itu tak mungkin bergelora.
Siapa yg menjadi penyulut dan provokator…?
Mari kita cermati…
Eko dan Uya Kuya dari PAN, sedang Ahmad Syahroni dari Nasdem.
Ternyata, selain politisi partai, Menkeu Sri Mulyani pun jadi target anarkisme, bahkan terakhir infonya nyaris juga menyasar Puan Maharani (PDIP).
Kita semua memang tak menginginkan tindakan anarkis menimpa pada siapapun juga, cuma peristiwa ini menjadi agak unik ketika yg ditarget mereka yg dari PAN, NASDEM, PDIP dan Menkeu Sri Mulyani yang memberi saran pada Prabowo agar menghentikan pembiayaan IKN.
Jika kemarahan rakyat kepada Jokowi, dinasti, antek dan termul-termulnya, lalu mengapa Kantor PSI, kader-kadernya, menteri Judol, atau termul seperti Abu Janda, Armando, dan wajah-wajah termul yg kerap tampil di media akhir-akhir ini sama sekali tak “disenggol” ?
Jangankan disatroni, disinggung dalam orasi atau yel-yel pun tidak ?
Jadi siapa sebenarnya penyulut dan provokator tindakan anarkis bakar fasilitas umum, menggerakkan intel hitam, menembak dan menggilas rakyat ?
Tiba-tiba terselip juga berita rumah Jokowi di Solo didatangi para pendemo, tapi lucunya pendemonya sopan-sopan sekali, boro-boro goyang pager rumah, colek aja nggak, ada sih sedikit lukis melukis di media yang telah disediakan, beda banget dengan pendemo yg bakar Halte di Jakarta. Sampai bingung bedainnya, itu demo atau lomba lukis dan orasi kemerdekaan HUT RI.
Duh, rasanya nyaris tak percaya intelejen pak @prabowo serta para kader @Gerindra@Fraksi_Gerindra tak membaca keanehan demonstrasi anarkis yg terjadi.
Dan yang lebih anehnya lagi, rakyat yg marah dan bertindak anarkis itu seperti lupa atau tidak merasa, siapa sebenarnya yg menjadi biang carut marut dan kehancuran kondisi ekonomi mereka.
Sedikitpun mereka tak menyinggung nama Jokowi Sang Juara Utang tertinggi, Fufufafa yg lahir dari praktek “prostitusi konstitusi”, Kaesang si anak ajaib PSI, atau soal ijazah palsu Jokowi.
Jadi sekali lagi, pertanyaannya “Siapa yg menjadi dalang, bohir, penyulut dan provokator demo anarkis tersebut…?”