Doa baik insyaAllah akan menghadirkan hal-hal baik. Terimakasih Kiai Said Aqil dan seluruh santri Ponpes Luhur Al-Tsaqafah. Semoga menghadirkan berkah manfaat untuk kita semua.
Ganjar Lebih Baik dan Tahan Banting
Aku punya rutinitas menyenangkan sehabis bangun tidur: menikmati segelas kopi sambil membuka media sosial dengan harapan bakal mendapatkan sesuatu dari sana. Ritual semacam itu sudah kujalani bertahun-tahun lalu.
Belakangan ini, dari aktivitas itu, sering kujumpai para pendukung capres yang berseliweran. Mereka bukan hanya mengampanyekan jagoan mereka, namun juga mengkritisi gagasan maupun rekam jejak kandidat pesaing.
Semua kandidat tidak luput dari kritik. Misalnya tidak sedikit yang mengkritisi gagalnya program food estate Prabowo Subianto di Kalteng, atau keputusannya memborong pesawat bekas. Begitu juga Anies Baswedan, banyak programnya di Jakarta menjadi soroton karena tidak berjalan maksimal, seperti Oke-oce yang hilang entah kemana, ataupun program hunian untuk warga tak mampu rumah DP 0 rupiah yang realisasinya sangat jauh dari target.
Cara-cara itu sangat menggembirakan proses demorasi kita karena gagasan dan kinerja lah yang diadu, bukan lain-lain. Para pendukung pun menyempaikan informasi dengan data yang valid. Inilah yang kita harapkan di tahun politik, membuatnya menjadi riuh karena ide-ide.
Namun rupanya tak semua bisa berlaku sama seperti itu. Dari pengamatanku saban pagi, masih banyak yang menyerang kandidat dengan sentimen pribadi. Ganjar Pranowo adalah salah satu kandidat yang kupikir paling kenyang dengan serangan semacam itu.
Kita bisa melihat, hanya karena tertangkap kamera minum dengan tangan kiri, Ganjar langsung dibully. Posisi ruku saat solat pun jadi santapan lawan politiknya. Dan satu lagi soal porno, yang setelah aku simak podcast lengkapnya ternyata Ganjar sedang membahas pendidikan seks.
Aku kira serangan-serangan itu sangat lucu karena sama sekali tidak berimplifikasi pada substansi kepemimpinan. Satu-satunya kritik yang paling mendekati soal kinerja kepemimpinan Ganjar, adalah kasus Wadas.
Sayangnya jika kasus itu ditengok lagi, kita malah justru diperlihatkan sosok @ganjarpranowo sebagai pemimpin yang tak pernah sembunyi dari masalah. Sekalipun Bendungan Bener sebetulnya proyek stategis nasional, Ganjar tetap menyelesaikan konflik itu dengan langsung mendatangi lokasi, bahkan menginap di salah satu rumah warga. Sekarang informasi yang kubaca dari banyak media, para pemilik tanah sudah mendatkan ganti untung dan mereka tampak bahagia, sehat walafiat.
Aku cuma menduga, serangan yang serampangan terhadap Ganjar terpaksa dilakukan karena kinerja Ganjar yang memang sangat sulit ditemukan celahnya. Masa kita mau menghujat inovasi Ganjar menciptakan sekolah gratis? Sebaliknya, semua orang pasti setuju jika sekolah gratis gagasan Ganjar bisa diterapkan secara nasional.
Sekolah gratis bukan hanya memeratakan akses pendidikan, namun juga memutuskan rantai kemiskinan. Sudah banyak cerita bagaimana alumni SMK Jateng meraih kesuksesan dengan bekerja di perusahan bonafid, bahkan ada yang berhasil menjadi anggota TNI-Polri. Mereka nyata-nyata mampu mengangkat perekonomian keluarganya.
Tapi namanya politik, kalau enggak menyerang secara serampangan mungkin kurang asik. Apapun itu, menikmati kopi sehabis bangun tidur memang sungguh nikmat.
Terimakasih temen-temen civitas akademika @univ_pasundan, khususnya para mahasiswa baru. Kalian luar biasa. Semoga semangat yang hari ini saya lihat akan terus bergelora sampai kalian wisuda. Tetap semangat belajar dan seperti yang kita obrolin tadi. Harus bisa mengelola tekanan agar tdk jadi gangguan kesehatan mental ya. Ok? Jangan lupa bahagia ya.
Kalau kamu ke Surabaya, Sego Sambel Mak Yeye ini jangan sampai kelewatan. Jangan sampai. Serius enak banget. Sambalnya nendang abis. Langsung gas saja ke Jalan Jagirwonokromo Wetan no 16.
Kalau orang kreatif ketemu dan ngumpul sama yang kreatif, sudah pasti bikin heboh seluruh negeri. Karena bukan sekadar bertukar imajinasi tapi mereka memadukan energi-energi menjadi karya seni yang luar biasa.
Mbak Mira Lesmana dan Mas Riri Riza ini memang menjadi biang terpadunya energi orang-orang hebat ini. Ada Mbak Sherina, Mas Derby Romero, Mas Mathias Muchus, Mba Ratna, mba Isyana Sarasvati. Dan semua temen-temen yang terlibat di film Petualangan Sherina 2 @FilmPetSher. Kalian luar biasa.