Lagi viral! Seorang cewek ditendang keras dari belakang sampai tersungkur oleh pria baju hitam saat antre makanan di food court Senayan City. Pelaku malah membentak korban karena merasa keganggu pas lagi makan. Korban sampai masuk IGD. Netizen sekarang lagi ramai bantu lacak identitas pelaku lewat kecanggihan rekaman CCTV & 'Enhanced Face Reconstruction'. Jangan biarkan pelaku kekerasan bebas!
🚨 If you watch this 5mins video of Argentina vs England you'll think there was no referee in the match.
The referee should be investigated because this is pure corruption that even those learning how to watch football will understand.
“Lionel Messi is the only player in history who can curse, abuse and threaten other players and referees with no repercussions.”
- @LMDiddy14
The most protected player of all time
https://t.co/qyiuTQm8Rd
Jago amat segala skenario udah disiapin ya 🤦🏿♀️
Cubarsi dihantam sampe muter di udara gitu,
Messi malah bahas Tagliafico yg ga ditendang siapapun 🤦🏿♀️
Ada artikel yang sangat tajam oleh Tim Spiers di The Athletic.
Judulnya "Bagaimana Argentina membuat final Piala Dunia jadi laga kotor dengan aksi saling dorong, kelicikan, dan rengekan".
Isinya betul-betul membahas detail berbagai aksi kotor Argentina di laga semalam.
Mulai dari tekel keras Macalister, terjangan Tagliafico, sampai aksi tak terpuji Paredes setelah pertandingan.
Spiers menyamakan match ini dengan match final 2010. Dia berkata bahwa Spanyol telah membuat sepakbola menang.
Di akhir, dia menulis "harus diakui, mereka (Argentina) memang konsisten. Konsisten dalam kelicikan"
Sangat tajam😬
Kelakuan tdk terpuji Argentina pasca kekalahan dari Spanyol, mengingatkan kembali memori org2 atas sikap songong Argentina saat menyingkirkan lawan2 sblmnya spt Mesir. Makin bersyukur Argentina tersungkur habis2an dihancurkan Spanyol..
Ayo Messi dkk... kalian wajib belajar etika lagi agar lebih beradab
Orang banyak tidak suka Argentina karena hal-hal semacam ini. Orang Argentina sudah lama dianggap sebagai bangsa yang angkuh, arogan, provokatif, tidak sportif, dan merasa superior dibanding bangsa latin lainnya, sehingga kerap berujung kontroversi bahkan diskriminatif dan rasis. Mungkin karena mereka merasa lebih Eropa ketimbang Amerika Latin krna banyaknya keturunan orang Eropa khususnya Italia dan Spanyol.
Mereka dimusuhi oleh bangsa latin lainnya karena sikap dan perilaku minus mereka yang sudah mendarah daging. Bukan hanya pemain, tapi memang sebagian besar warga Argentina begitu. Bahkan sampai ada istilah “America Latina menos Argentina” yang artinya “Amerika Latin minus Argentina” di kalangan orang Brasil, Kolombia, Chile, Peru, dan Meksiko.
Di sepak bola, sikap anti-Argentina bukan baru terjadi di Piala Dunia tahun ini, tapi sudah lama terbentuk akibat berbagai insiden dan kontroversi dari ulah para pemainnya, stafnya, maupun suporternya. Mereka memang menyebalkan, hal itu diakui sendiri oleh pendiri agensi kreatif Argentina, Zurda Agency, Diego Montero, yang sampai membuat iklan tentang kebencian negara lain terhadap Argentina. “Kami sadar kami sangat intens dan menyebalkan,” ujarnya.
Berbagai kompilasi video memang menunjukkan betapa minusnya sikap dan perilaku timnas Argentina. Dari yang kebanyakan drama, memancing keributan, hingga selebrasi berlebihan, tapi giliran kalah tidak terima lawan selebrasi di depan mereka. Yang terbaru, mereka memunggungi seremoni angkat piala Spanyol. Entah kebetulan, entah sikap yang wajar, atau memang dasarnya menyebalkan.
Itulah kenapa, sangat wajar jika sikap anti-Argentina dari bangsa latin pun meluas hingga ke pelosok dunia. Orang tidak suka Argentina bukan karena kemakan framing “anak emas FIFA” apalagi sampai dicap fans Dodo, melainkan orang Argentina sendiri yang sering berperilaku menyebalkan.
Sumber:
https://t.co/H05QSqW5Nq
https://t.co/YOXMKGlQ9T
https://t.co/TEkDOXze4X
Uma das maiores covardias que eu já vi um jogador fazer numa Copa do Mundo. Ainda mais sendo uma final...
Messi tentando cavar uma expulsão do Cucurella do nada.
Que coisa de mau caráter. https://t.co/PnJSuOEaL0
La Federación Española expresó su malestar después de que el MetLife Stadium se iluminara de celeste y blanco justo en el momento en que España levantó la Copa del Mundo. 🇪🇸🏆
Ante la polémica, la FIFA aclaró que esos colores formaban parte del protocolo oficial de clausura del torneo y respondían a la identidad visual de la competición, descartando que se tratara de un homenaje o referencia a alguna selección en particular 🤔
🚨 Dani Olmo on the Argentina staff Roberto Ayala hitting him in the face
🎙️Reporter: "Dani, things completely spiraled after the final whistle. Beyond the shouting match with their players, we saw one of the Argentina staff members actually strike you in the face on the pitch.What happened there?"
🎙️ Dani Olmo:
"Look, when someone from their staff puts his hands on my face like that, my immediate instinct was to hit him right back—I’m human, and in the heat of the moment, you want to defend yourself. But I stopped myself. I didn't want to set a terrible example for all the kids and fans watching from home. We have a responsibility, and we are the role models for the next generation.
Honestly, I couldn't care less about what they did after the game. They can throw tantrums, punches or act out, but we showed far more class than them today—both on and outside the pitch. But let’s be real: apart from Messi, who always carries himself with pure class, it felt like everyone else in that squad and staff was just waiting for a reason to fight the entire time."
🚨 Sergio Ramos blasts Leandro Paredes after the final whistle chaos
🗣️ Sergio Ramos: “I couldn’t believe what I was seeing. I don’t know what got into him, but he turned so aggressive out there.”
🗣️ Sergio Ramos: “Red card or not, he got away cheap.”
🗣️ Sergio Ramos: “The post-final scenes involving him were unacceptable in my opinion. If the reports are accurate, incidents like that deserve serious disciplinary action. Paredes should be banned from international football. Football should never cross the line into violent conduct.”
🇦🇷 Alguien ha hecho un resumen de 13 minutos con todas las acciones sucias de los argentinos en la final.
Vídeo de jugar al fútbol no hay, eso sí. https://t.co/g8ReZ2cWCO
Kalo kalian merasa melihat sentimen negatif terhadap timnas Argentina di Piala Dunia 2026 kayaknya lebih banyak dibanding empat tahun lalu, hal itu bukan semata soal kontroversi keputusan wasit saja.
Di luar itu, ada pemain modelan Romero yang selebrasi kayak karakter video game nge-bug di depan Mohamed Salah.
Dilihat dari tayangan ulang di sudut mana pun, Romero jelas melakukan hal itu dengan sengaja.
Ibarat Romero ada di Barat, dia rela lari ke Timur untuk mencari dan atraksi di depan Mohamed Salah
Ada juga modelan Barco. Bila kalian sudah keheranan dengan aksi Romero, nah aksi Barco ini punya level lebih tinggi.
Ini berbicara bukan sebagai penghakiman terhadap nilai sportivitas, benar atau salah, tetapi soal pengaruh aksi tersebut terhadap imej Argentina yang juga sebelumnya tercoreng di mata publik/netizen karena sejumlah kontroversi yang ada.
Bagaimana tidak, Barco yang duduk manis di bangku cadangan, tiba-tiba bergerak bebas seperti kehilangan kendali.
Melompat-lompat kegirangan di hadapan pemain-pemain Inggris. Padahal kumpulan pemain cadangan Argentina lainnya berlari ke arah yang sama, merayakan bersama para pemain inti di sudut lapangan.
Dan aksi-aksi tak jelas dalam perjalanan Argentina ditutup dengan sempurna oleh Molina dan Paredes di laga terakhir.
Molina memukul Rodri yang tengah berlari penuh kegembiraan menghampiri rekan-rekannya dan melintasi dirinya. Di sinilah keributan bermula dan tercipta.
Paredes, seolah menepuk dada dan ingin menunjukkan bahwa dia yang paling perkasa di tim Argentina, terlibat keributan dan mencekik Eric Garcia lalu memukul Gavi.
Benar-benar aksi penutup yang sempurna untuk merusak nama Argentina.
Citra Argentina, di hadapan penggemar sepak bola dunia, dirusak sendiri oleh pemain-pemain mereka.