@VideoSejarah Tangan kanan USA di Asia Tenggara, bersama Ferdinand Marcos. Sekarang keturunan Ferdinand dan Menantu...yang berkuasa di Asia Tenggara...dgn menipu 😜
Orang pinter masuk penjara
Orang penculik jadi presiden
Orang kosong jadi wapres
Orang dalam jadi komisaris
Orang ketinggalan celana dalam jadi ketum parpol
𝗔𝗴𝗲𝗻 𝗖𝗜𝗔 𝗣𝗮𝗹𝘀𝘂 𝗜𝗻𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗸𝗲 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼. 𝗕𝗲𝗴𝗶𝗻𝗶 𝗖𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮.
Namanya 𝗚𝗮𝘂𝗿𝗮𝘃 𝗦𝗿𝗶𝘃𝗮𝘀𝘁𝗮𝘃𝗮 (kadang ditulis Sarastrava). Bukan warga AS, gak pernah kerja di CIA, tapi berhasil yakinin pebisnis, politisi, dan elite di banyak negara termasuk Indonesia kalau dia agen rahasia. Ceritanya kebongkar lewat investigasi 𝘞𝘢𝘭𝘭 𝘚𝘵𝘳𝘦𝘦𝘵 𝘑𝘰𝘶𝘳𝘯𝘢𝘭 sama gugatan RICO dari 𝗡𝗶𝗲𝗹𝘀 𝗧𝗿𝗼𝗼𝘀𝘁 di pengadilan AS, dan Tempo juga udah nelusurin jejaknya di sini.
Modusnya lumayan niat. Dia klaim dilatih di "𝘛𝘩𝘦 𝘍𝘢𝘳𝘮" (fasilitas rahasia CIA), punya bekas luka dari misi rahasia, sampe ngaku diculik ISIS di Kongo tahun 2008, padahal ISIS 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘥𝘢 di sana waktu itu. Buat makin meyakinkan, dia pajang foto bareng Joe Biden, JD Vance, Jenderal Wesley Clark, dll. Tujuan akhirnya bangun bisnis militer & intelijen swasta ala Wagner Group, tapi versi "𝘥𝘪𝘳𝘦𝘴𝘵𝘶𝘪 𝘈𝘚", lewat akses ke sumber daya alam di wilayah-wilayah konflik.
Di Indonesia, dia deketin keluarga 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 waktu Prabowo masih Menhan. Pertengahan 2022, bareng Niels Troost (trader minyak Belanda), dia sambangin kediaman Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang. Dia bahkan klaim pengaruh CIA-nya yang 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘱𝘶𝘴 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘗𝘳𝘢𝘣𝘰𝘸𝘰 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘧𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘈𝘚. Ada foto bareng Prabowo sejak 2020 pas masih di Kemenhan.
Dia juga bangun kedekatan bisnis sama 𝗛𝗮𝘀𝗵𝗶𝗺 𝗗𝗷𝗼𝗷𝗼𝗵𝗮𝗱𝗶𝗸𝘂𝘀𝘂𝗺𝗼. Lewat Harvest Commodities SA (punya Srivastava) dan Arsari/Comexindo (punya Hashim), mereka kerja sama ekspor gandum & jagung pakan dari Ukraina di tengah perang, 50 ribu ton di tahun 2022. PT Arsari Pradana Utama bahkan terima transfer 𝗨𝗦$𝟱𝟭 𝗷𝘂𝘁𝗮 dari perusahaan Troost, katanya sih pinjaman operasional.
Gak cuma keluarga Prabowo, dia juga deketin keluarga 𝗕𝗮𝗸𝗿𝗶𝗲 lewat Indra Bakrie, dan co-host 𝘎𝘭𝘰𝘣𝘢𝘭 𝘍𝘰𝘰𝘥 𝘚𝘦𝘤𝘶𝘳𝘪𝘵𝘺 𝘍𝘰𝘳𝘶𝘮-nya Atlantic Council di Bali 2022 bareng Kemenhan RI. Yayasannya sendiri (Gaurav and Sharon Srivastava Family Foundation) jadi sponsor acara itu. Dia rajin nongol di acara-acara penting, termasuk pas Menhan AS berkunjung ke Prabowo.
Ujung-ujungnya diduga dia ngincer kontrak pertahanan, MRO pesawat, dan bisnis komoditas. Salah satu contohnya kerja sama potensial 𝗨𝗦$𝟭𝟱𝟬 𝗷𝘂𝘁𝗮 dengan Dirgantara Indonesia. Semua dibungkus rapi pakai narasi "𝘳𝘢𝘩𝘢𝘴𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘭𝘪𝘫𝘦𝘯 𝘈𝘚" biar orang gampang percaya.
Konfliknya makin terbuka lewat gugatan Niels Troost tahun 2026, yang nuduh Srivastava jalanin 𝘴𝘬𝘦𝘮𝘢 𝘬𝘳𝘪𝘮𝘪𝘯𝘢𝘭 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯-𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 buat ngerebut perusahaan Troost senilai ratusan juta dolar, termasuk transfer dana ke Indonesia, ancaman, sampe pakai persona CIA buat manipulasi kesepakatan senjata di Afrika Utara demi mantau Wagner. Troost bilang bekas luka & cerita ISIS itu 𝘱𝘢𝘭𝘴𝘶; Srivastava balik nuduh Troost yang sebar disinformasi buat nutupin masalah sanksi.
FBI sekarang lagi selidikin dia soal 𝘸𝘪𝘳𝘦 𝘧𝘳𝘢𝘶𝘥, pencucian uang, dan penyamaran sebagai pejabat federal AS. Partai Demokrat AS bahkan udah balikin dana donasi yang terkait dia. Srivastava sendiri 𝗯𝗮𝗻𝘁𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝘁𝘂𝗱𝘂𝗵𝗮𝗻 dan balik gugat di beberapa yurisdiksi.
Kasus ini jadi pengingat soal risiko pengaruh asing di kalangan elite, apalagi yang nyangkut pengadaan pertahanan dan bisnis strategis. Kemenhan RI sendiri bilang pengadaan mereka 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘪 𝘢𝘵𝘶𝘳𝘢𝘯. Tapi ya, ceritanya emang campuran ambisi bisnis, geopolitik, dan tipu daya kelas tinggi, dan masih bergulir di pengadilan.
Menurut kalian gimana, bisnis biasa atau ada 𝘴𝘰𝘮𝘦𝘵𝘩𝘪𝘯𝘨 𝘦𝘭𝘴𝘦? Jangan ragu untuk reply ya 👇
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
🔴TAHUKAH ANDA ❓Bahwa yang memberi gelar seseorang "Raja Lampung" diantaranya adalah para pejabat korup di Prov Lampung:
👉🏼Bustami Zainudin (eks Bupati Way Kanan 2010–2015)
Sedang diselidiki Kejati Lampung (Januari 2026) terkait dugaan mafia tanah & alih fungsi kawasan hutan. Diperiksa 12 jam sebagai klarifikasi; belum ditetapkan tersangka. Ada pemeriksaan lama soal dana bansos/hibah.
👉🏼Andi Achmad Sampurna Jaya (eks Bupati Lampung Tengah 2000–2010)
Divonis bersalah korupsi APBD 2008 senilai Rp28 miliar. Mahkamah Agung (2012) hukum 12 tahun penjara, denda Rp500 juta, uang pengganti Rp20,5 miliar. Bebas bersyarat Agustus 2021 setelah bayar kewajiban.
👉🏼Abdurahman Sarbini alias Mance (eks Bupati Tulang Bawang 2002–2012)
Diduga korupsi pengadaan kapal cepat 2004 (APBD Rp4 miliar, potensi rugi Rp2,8 miliar), plus dugaan Islamic Center (Rp17 miliar) dan makan minum PNS (Rp2,5 miliar). Kasus lama sejak 2005; belum ada vonis final terhadapnya.
Kesimpulan :
💢 "Raja Lampung" sang juara korup OCCRP diangkat / didukung oleh tokoh-tokoh yang juga korup.💢
Orang baik bersama orang baik
Orang jahat bersama orang jahat
Ribuan warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Nagan Raya, Senin (22/6). Massa menyuarakan penolakan terhadap aktivitas eksplorasi tambang yang dinilai berpotensi berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Aksi berlangsung dengan membawa berbagai tuntutan agar pemerintah daerah menghentikan rencana eksplorasi tersebut dan mendengarkan aspirasi warga. 🎥Fij
#NaganRaya #BeutongAteuhBanggalang #AksiDemo #TolakTambang
@kompascom Bagaimana bisa salah kita semua??? Jadi Jenderal atau Pejabat mentang2 bisa culik, perkosa, dan bunuh rakyat sendiri kalau ngomong tidak hati2! Presiden jelas melakukan kesalahan karena melaksanakan program MBG tanpa perencanaan yang jeli! Murid Harto memang tak tersentuh hukum!
Ketua BEM FH UBK Diduga Dipukuli Usai Akui Terima Uang Rp20 Juta
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultash Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, diduga menjadi sasaran amuk massa di kampusnya sendiri (22/6). Ia diduga dikeroyok usai mengakui menerima uang Rp20 juta dari seorang polisi setelah aksi demonstrasi pekan lalu.
Kasus ini bermula setelah perwakilan BEM FH UBK bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana pekan lalu usai demonstrasi. Setelah pertemuan tersebut, isu yang beredar Abdi akan menerima Rp300 juta untuk meredam eskalasi demo.
Dalam sidang kampus yang digelar pada 22–23 Juni 2026, dugaan aliran dana tersebut akhirnya terbukti. Pengurus BEM FH UBK mengakui hanya menerima uang sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per orang.
Namun, Abdi mengaku bahwa dana tersebut bukan berasal dari pihak Istana, melainkan dari seorang anggota polisi.
Pengakuan terbuka ketua BEM FH UBK, wakil ketua BEM FH UBK, Kastrat BEM FH UBK, Ketua BEM FEB UBK dan Wakil BEM FEB UBK atas penerimaan uang 20 jt sebagai upah pengalihan titik aksi.
Saadddiiiisss...