Giant tech companies layoff banyak orang, betul. Tapi banyak perusahaan baru yang didanai VC.
Ada role yang achievable diraih, nama title-nya ’Applied AI engineer’. Role ini belum banyak dicari di 🇮🇩, tapi di luar udah mulai umum. Ini beberapa hal yang bisa disiapin ↓↓↓
🤯 Ini salah satu cerita “AI infra” paling gila yang lagi muter di dev Twitter sekarang…
Seorang solo founder kabarnya membangun ulang seluruh AI brain perusahaan dalam 7 hari, lalu bahkan berani menghapus stack Obsidian + Notion senilai $30.000. 😳🔥
Bukan karena tools itu jelek…
Tapi karena ternyata “second brain” yang dipakai selama ini cuma berhenti di level catatan.
📌 400 notes ada
📌 graph terlihat keren
📌 tapi realitanya… nggak pernah benar-benar “hidup”
Masalah utamanya bukan di notes-nya.
Tapi di wiring-nya. 🧠⚡
Obsidian bisa menghubungkan kata.
Tapi tidak bisa menghubungkan:
❌ manusia
❌ permission
❌ SOP
❌ eksekusi kerja nyata
Hasilnya? Visual cantik, tapi pasif.
Lalu dia rebuild semuanya dari nol pakai Claude Code dalam 7 hari. 🚀
Dan hasilnya bukan lagi “second brain” biasa…
Ini jadi operating system perusahaan.
Strukturnya berubah total:
🧩 Setiap node = hal nyata
→ employee
→ AI agent
→ SOP
→ tool
Bukan sekadar note. Tapi unit kerja hidup.
👀 Klik satu department
→ langsung kebuka seluruh struktur: siapa kerja di mana, siapa report ke siapa, SOP apa yang jalan
🔐 Permissions built-in di graph
→ setiap orang hanya bisa akses apa yang memang dia boleh akses
🤖 SOP langsung aktif di AI copilot
→ tinggal drop instruksi
→ sistem otomatis tarik agent, tool, dan dokumen yang relevan
Ini bukan lagi “catatan yang terhubung”.
Ini mesin yang menjalankan perusahaan. 💥
Dan angka yang disebut juga lumayan brutal:
1 founder
6 agents
40 SOP
≈ setara 18-person ops team
Tapi dijalankan oleh 1 orang saja. 👀
Yang berubah di sini bukan cuma tools…
Tapi cara kita mendesain “perusahaan itu sendiri”.
Dari dokumentasi → ke sistem kerja yang hidup. ⚙️🔥
https://t.co/bllCkR6s2a
Beberapa hari lalu gw cerita soal Second Brain yang gw bikin knowledge base pribadi yang nyimpen semua setup, strategi, diskusi, dan config.
Dan gw janji mau bikin tutorialnya.
Nah, ini dia. 9 langkah dari 0 sampe Second Brain siap pakai.
Mulai dari install Obsidian → plugin → folder structure → template → capture workflow → sync GitHub → atomic notes → graph view → advanced Gbrain.
Yang mau otak-atik langsung + Hermes atau Claude Code auto-save ke vault, tinggal download.
Link: https://t.co/BLc3m92fP2
Jangan lupa baca deskripsi cara pakai ya guys, dan bantu retweet postingan ini jika bermanfaat 🙏
Coding agent sekarang makin jago bikin app.
Tapi ada satu masalah besar:
UI-nya sering terasa generik.
Kenapa?
Karena agent biasanya cuma dikasih brief:
“buat design clean, modern, minimalis.”
Hasilnya?
Sama semua.
Sekarang Google Labs punya ide menarik:
DESIGN.md
Anggap ini seperti README, tapi untuk visual identity.
Bukan cuma instruksi random di prompt.
Tapi file terstruktur yang menjelaskan:
warna brand
typography
spacing
border radius
komponen UI
design rationale
do’s and don’ts
bagaimana agent harus menerapkan style
Formatnya simpel:
YAML front matter untuk design tokens.
Markdown prose untuk alasan dan konteks desain.
Jadi agent tidak cuma tahu:
“pakai warna merah.”
Tapi juga paham:
“warna ini adalah accent utama untuk CTA, bukan untuk semua elemen.”
Ini kecil, tapi implikasinya besar.
Karena di era AI coding, masalahnya bukan lagi cuma:
“bisa generate code atau tidak.”
Masalah berikutnya:
“apakah hasilnya konsisten dengan brand?”
DESIGN.md bisa jadi layer baru di workflow AI builder:
README.md → agent paham project.
CLAUDE.md / AGENTS.md → agent paham cara kerja repo.
DESIGN.md → agent paham visual identity.
Menurut saya, ini bakal jadi pattern penting.
Karena makin banyak app dibuat AI, makin mahal nilai dari taste, consistency, dan design system yang jelas.
AI bisa generate UI.
Tapi tanpa design memory, UI-nya akan tetap generic.
Akhirnya berhasil buat Second Brain dengan Hermes + Obsidian + Gbrain.
Hasilnya luar biasa, jadi bisa cek langsung setiap session dengan detail isinya.
Selain itu memory jadi extendable, dia bisa tahu semuanya apa yang lagi dikerjakan dengan detail.
Produktivitas kerjaan naik banget.
Gue bukan programmer, tapi ini bantu banget untuk kerjaan kantoran yang kebanyakan administrasi dia inget semuanya.
Mulai dari siapin data, presentasi, dokumen pengajuan sampai produksi konten pun bisa dikerjain.
Hari-hari dikantor cuma prompting di Hermes terus tau-tau udah jadi. Deadline seminggu lagi pun udh kelar setengah hari sekarang gue 😅
Ada yang sudah bikin second brain juga?
Gaes sorry tapi aku pemula banget di Makro ekonomi..
Tapi kan kita sudah:
1. Naikin suku bunga BI
2. Intervensi pasar valas “all out” di Hong Kong, Singapura, London, dan New York sekaligus
3. Naikin imbal hasil SRBI tenor 12 bulan dari 4,87% ke 6,92% buat narik modal asing masuk
4. Perketat batas beli dolar tanpa underlying dari $100K → $50K → rencana $25K per orang per bulan
5. Beli SBN di pasar sekunder (Rp332T sepanjang 2025, tambah Rp133T lagi di 2026)
Tp kok blm turun-turun ya ini USD nya 😭
Apa lagi yang bisa kita lakukan supaya Rupiah tambah menguat?
The next evolution of Hermes Agent is here!
Introducing Hermes Desktop: everything you love about Hermes, now native on your machine.
First demoed in Jensen's GTC keynote, it's now in public preview.
> SVP datang ke Indo, wawancara semua staff
> nanya gaji berapa, lalu tanya biaya makan dan biaya tinggal
> "lalu gimana kamu mau punya saving kalau living costnya segitu?"
setelah SVP balik, tahun depan:
> semua staff Indo gajinya dinaikin, setara dengan Asia Group
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Dua minggu di Swedia 🇸🇪, dan ngerasa kultur mereka ada kemiripan sama Jepang 🇯🇵 wkwk. Mirip ya, bukan sama.
Yang kuperhatiin ada dua: Komunikasi pasif-agresifnya (ini seriusan wkwk), dan cara bisa dapat kerja di sini.
1. Komunikasi pasif agresif
Jadwal sekolah anak beres jam 17, aku jemput anak di jam 16.56. Besoknya diajak ngobrol sama gurunya:
"Beres kerja jam berapa? Kalau beresnya jam 16, boleh lho jemput anaknya 20-30 menit setelah beres kerja, ga mesti nunggu mepet jam 17. Tapi kalau memang beres kerjanya mepet jam 17, ga masalah."
What does it tell you?
"Woi cepetan jemput anaknya, gue mau pulang cepet"
Cara dapat kerja di bawah ini ↓↓↓
Ini serius nanya. Apa saja yang perlu disiapkan untuk menghadapi Super El Niño tahun ini?
Adakah klimatolog, meteorolog, atau teman-teman dari BMKG di sini yang berkenan share secara lebih dalam?
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
In this economy, spill side hustle kalian yang gajinya USD
Walaupun dapetnya receh gapapa, karena $1 aja udah bisa buat makan nasi goreng + es teh 😭
Warga bantu warga, me first:
TERNYATA INI ALASAN RUPIAH DIBUANG ASING (MELEMAH)
SEDERHANA,
BI CETAK REKOR BELI SBN,
DI ERA PRABOWO SAJA LEBIH DARI 500T PEMBELIAN OBLIGASI YG DIKELUARKAN KEMENKEU
SBN DIKELUARKAN KEMENKEU UTK BIAYAI MBG, KOPDES, DINAS LN
BI DAPAT DUIT DARIMANA?
PRINTING MONEY DARI PERURI,
ISTILAHNYA KANTONG KANAN, KANTONG KIRI,
ASING SADAR,
BUANG SBN, BAWA KABUR DOLLAR,
RUPIAH SEMAKIN MELEMAH.
DAN SEPERTINYA BELUM SELESAI NIH CYCLE NYA
Sebelum masuk ke angka, perlu dipahami satu prinsip dasar:
ketika bank sentral membeli surat utang pemerintah dalam skala besar dan berulang, itu bukan kebijakan normal.
Itu adalah sinyal bahwa pasar tidak cukup menyerap SBN yang diterbitkan, dan pemerintah membutuhkan "pembeli darurat" untuk menjaga agar mesin utangnya tetap berjalan.
Inilah rekam jejak BI membeli SBN, khusus sejak Prabowo dilantik Oktober 2024:
Desember 2024 (akhir era transisi):
BI telah membeli SBN sebesar Rp169,5 triliun sepanjang 2024, terdiri dari Rp62 triliun di pasar primer dan Rp107 triliun di pasar sekunder.
Ini sudah jadi batu loncatan yang besar sebelum tahun berganti.
April 2025: Hingga 22 April 2025, BI telah membeli SBN Rp80,98 triliun, terdiri dari Rp54,98 triliun melalui pasar sekunder dan Rp26 triliun melalui pasar primer.
Juni 2025: Hingga 17 Juni 2025, total pembelian SBN BI mencapai Rp124,33 triliun, dengan Rp87,04 triliun melalui pasar sekunder dan Rp37,29 triliun melalui pasar primer.
Agustus 2025: Hingga pertengahan Agustus 2025, BI membeli SBN lebih dari Rp186 triliun, mayoritas melalui pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun.
September 2025: Per 16 September 2025, BI telah membeli SBN di pasar sekunder senilai Rp217,1 triliun.
November 2025: Per 12 November 2025, BI melaporkan total pembelian SBN mencapai Rp273,9 triliun, termasuk pembelian untuk debt switching.
Desember 2025 (akhir tahun): Selama tahun 2025, BI membeli SBN pemerintah senilai total Rp332,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp246,6 triliun dilakukan melalui skema debt switching.
Januari 2026: Hingga 20 Januari 2026, pembelian SBN oleh BI mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun.
Maret 2026: Hingga 16 Maret 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp86,16 triliun di pasar sekunder.
2026 (keseluruhan rencana):
Nilai debt switching yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun, setara dengan nilai SBN yang jatuh tempo pada tahun 2026.
REKAP TOTAL SEJAK PRABOWO MENJABAT
Jika dijumlahkan, hanya dalam kurun Oktober 2024 sampai akhir 2025 (sekitar 14 bulan pertama era Prabowo),
BI membeli SBN sebesar lebih dari Rp500 triliun jika digabungkan antara sisa 2024 dan sepanjang 2025. Rinciannya: sekitar Rp169,5 triliun di 2024, lalu Rp332,1 triliun di 2025. Dengan target debt switching 2026 sebesar Rp173,4 triliun, dalam kurang dari 2 tahun menjabat, total paparan BI di SBN pemerintah bisa mendekati Rp700 triliun lebih.
Per akhir April 2026, total kepemilikan BI di SBN yang dapat diperdagangkan mencapai Rp1.796 triliun atau setara 26,6 persen dari total SBN beredar.
INI bukan angka kecil.
BI kini menjadi pemegang SBN terbesar, mengalahkan perbankan nasional dan jauh di atas asing.
Yang paling mencolok adalah lahirnya kebijakan burden sharing. BI dan Kementerian Keuangan sepakat membagi beban bunga SBN melalui mekanisme burden sharing, di mana masing-masing menanggung setengah, untuk mendanai perumahan rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.
KALAU BAHASA PERBANKAN , INI SEPERTI SUDAH SISTEMIK, YANG ARTINYA TIDAK HANYA 1, 2 SISTEM YG TERHUBUNG.
THE WHOLE SYSTEM.
SEPERTI KARTU YG DIJAJARKAN, SAAT SATU RUNTUH SEMUA AKAN IKUT RUNTUH.
SAAT ADA YG JATUH,
IT GONNA HIT US HARD,
HARDER THAN WE HAVE BEEN THROUGH
SEHAT2 +62,
SOMETHING BIG WILL HAPPEN
Sudah banyak yg post lowongan di Luar Negri
Now is the time to prepare your linkedin profile biar dilirik rekruter luar negri.
Ini tips yg dulu pernah admin post di substack 💪
🚨WE'RE HIRING - (Backend Engineer) REMOTE
I'm on the hunt for a backend engineer to round out our team (mid or senior level).
🌍 United States
🏢 Ovation
💼 Backend Engineer
Here's why this role is awesome.
🦾 AI - We promote lean & autonomous AI flows on our team.
🎯 High impact- Our team is small and elite. Your voice matters.
💼 Remote - Get some time back in your life.
Get more details and apply here.
https://t.co/2OhEr7dpbr