@BagasN7 Tarif harusnya "WAJAR"., Di atur oleh pemerintah sbg regulator., Aplikasi hanya mempermudah pertemuan driver dan konsumen.,
Masalahnya dulu wkt awal mau diatur sama pemerintah., Tp di demo besar"an.,
Bukan sekedar awam lagi kak, sedari awal yg dicereweti itu adalah "helicopter". Sedang yg cerewet ttg helicopter adalah mereka yg bahkan sekedar menyalakan mesin helinya pun "tidak tahu". Helicopter jauh lebih susah dikendalikan daripada pesawat. Ini ibarat katak seumur hidup tidak pernah melihat "sepakbola", kemudian "ribut" tentang aturan "throw in", handsball, serta segala hal teknis lain.
Monmaap, rekan2 saya yg berada dilapangan saya pastikan berhitung baik2 dengan segala kondisi. Kurang tidur sejak hari pertama, semua demi kemanusiaan. Sekarang, apa ya pantas dan manusiawi, mereka2 yg bertugas dan mengusahakan sebaik2nya "diperkatai", "ditolol2kan" bahkan oleh seekor "Katak" yg sama sekali tidak tahu cara menyalakan mesinnya tanpa "tutorial sesat youtube"?
Enak bener komentator "ngomong" a, b, c, bla - bla - bla, sedang "mata saya" bisa melihat "heli" yg dikomentari berada pada "ketinggian kritis" tree top level, dengan semua possibilities risk yg mungkin terjadi.
Saat diberi penjelasan "mbacotnya" seakan "pilot kiowa" dengan 5 juta jam terbang dengan milyaran combat sortie. Kekmana? @LembagaKERIS ini salah satu yg paling sabar menjelaskan baik2. Dilain sisi, saya memilih "menyalahgunakan" tombol blok.
Annoying bener, bocah - bocah kondom bocor begitu asal njeplak. Hari ini kita bisa melihat, dalam situasi krisis, ada berapa banyak orang yg sedang "mengail di air keruh".
Ngga, itu bukan karena ketidak tahuan. Orang tidak tahu kalau diberi tahu itu mingkem, karena yg bicara adalah mereka2 yg punya pengalaman langsung dalam dunia aviasi. Itu narasi yang dibangun, jahatnya setara genosida israel. Mereka membangun narasi dengan memanfaatkan "tragedi kemanusiaan". Jahat itu "aktor intelektualnya".
Disadari atau tidak, siapapun simpatisannya, sedang berada pada titik yang sama dengan "genosida" di timur tengah.
Dari hari pertama, begitu segala sesuatunya terjadi, semua bahu membahu "menggerakkan" logistik kesana. Langsung, karena kami tahu, ini situasi krisis. Kalau kami punya mesin teleportasi, itu yang kami gunakan.
Kan asu kali, dikata "pergerakan logistik" dengan semua alat transport yg masih dibatasi "ruang dan waktu", mereka minta semacam film SCI-FI STARTREK dengan mesin teleportasinya. Kalau ada alatnya, saya belikan mas, ngga usah susah payah dan melelahkan mindah logistik.
Kita belum bicara "maintenance" cost per sekali airborne, dan "dibacoti" tidak mau keluar biaya untuk daerah? Matane sempal... Itu satu kapal yg dikirim kesana, berapa duit itu operational costnya?
Itu satu heli, yg dicocoti karena "unable to land" karena ada "wire obstacle" sehingga risk assesment naik, berapa duit itu operational costnya? Belum dari CSR, yg juga turut hadir disana. Narasi yang dibangun, jahat sekali. Itu niat baik, dibalas dengan "dilempar tai didepan muka" namanya mas.
Sorry2 saya jadi panjang kali lebar, karena benar2 TAI itu narasi yg dibangun. Sakit mas, saat merelakan tenaga, waktu, resource, dikata - katain begitu. Jahatnya setara genosida Israel itu katak yg numpang tragedi kemanusiaan demi membangun opini.
Sadece yol çalışması sebebiyle trafikte kaldıktan sonra karşımıza çıkan video bu.
İsviçre'de trafiği durdurmadan yol çalışması yapılabilmesi için mobil üst geçit köprüsü kullanılıyormuş.
Kat edilecek çok "yol" var...
@iffamuz Santai., Tenaaaang.,
Org² Ambon su cerdas., Mending cari uang dr pd rusuh.,
Tp nanana potar dong tu musti dp lap sampe gigi tacabu bole.,
😭😭😭😭
@iffamuz Sudah ada app storenya sendiri., Kalau blm ada (rata"produk google gmail, gmap, dll) akan diarahkan k versi webnya., Plusnya., WPS Office paling mirip dgn windows.,
Mau lebih jelas? Kunjungi JAGAD REVIEW TV (reviewnya panjang tp sangat detail).,
@indoflyer Kenangan 20 tahun lalu balik libutan kuliah naik Bisnisnya Lion pake kaos oblong, jeans robek ama sendal jepit krn bokap salah beli tiket., Diliatin terus ama penumpang lainnya., 😭😭😭😭
@ErsaTriWahyuni Yaaa., Mimpi terbaik kami anak sekolahan di Timur saat itu adalah menginjakakn kaki di PRJ yg memang pas libur panjang sekolah., Norak sih tp beli kaos PRJ yg banyak trus d oake tiap hati paling gk seminggu pas balik., 😭😭😭😭